07 Desember 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Cuitan Mahasiswa Unmul kepada Menpora Berujung ke Kepolisian


Cuitan Mahasiswa Unmul kepada Menpora Berujung ke Kepolisian
Ibunda Bayu Purnomo, mahasiswa semester 6 jurusan Hubungan Internasional Unmul Samarinda mendatangi langsung Menpora Imam Nahrawi untuk meminta maaf. (FOTO: TWITTER KEMEMPORA)

KLIKBONTANG- Menghina Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi lewat akun twitternya, membuat Bayu Purnomo, mahasiswa semester 6 jurusan Hubungan Internasional Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda, Kalimantan Timur harus berurusan dengan kepolisian.

Bayu dianggap kerap membuat pernyataan dan kata-kata tidak pantas dan menghina Menpora Imam Nahrawi lewat akun twitternya, Bayu akhirnya ditangkap polisi. Kasus ini kini ditangani Bareskrim Polri Tindak Pidana Ekonomi Khusus.

“Kita mendapat kabar dari polisi soal penangkapan Bayu Purnomo yang selama ini sering menghina Menpora. Bersama orang tuanya, Bayu ingin menghadap untuk meminta maaf. Ini menjadi pelajaran bagi siapapun agar hati-hati dan tidak menghina orang lain di dunia medsos sekalipun,” ujar Kepala Biro Humas dan Hukum Kemenpora, Amar Ahmad dikutip dari laman Kompas.

Bayu Purnomo lewat akun twitternya @bayu26061995 kerap membuat pernyataan dan menyebarkan kata-kata yang bernada tidak pantas dan menghina Menpora. Atas kelakukannya itu, Bayu kemudian dilaporkan ke polisi dan kini sudah ditangkap dan diproses hukum karena telah melakukan penghinaan dan pencemaran nama baik dan melanggar UU ITE.

Bayu Purnomo adalah seorang mahasiswa anak dari seorang PNS biasa. Bayu bersama ibunya, mau meminta maaf kepada Menpora agar tidak menghadapi proses hukum. Selain mengakui kesalahan, hal ini dilakukan karena bayu sangat menyesalkan tindakannya yang di luar batas tersebut.

“Menpora tentu memiliki jiwa besar dan akan memaafkannya. Namun ini harus menjadi peringatan bagi sipapapun termasuk penggiat medsos agar tidak asal kicau atau menyebarkan kicauan dengan kata-kata yang tidak pantas dan menghina. Sebab semua tindakan dan kelakuan itu ada konskuensi hukumnya,” tambah Amar. (*)

Reporter : S Said | Kompas    Editor : Imran Ibnu



Comments

comments


Komentar: 0