16 September 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Jika Politik Uang, Pemenang Pilkada Dibatalkan!


Jika Politik Uang, Pemenang Pilkada Dibatalkan!
Ilustrasi.

KLIKBONTANG- Anggota Komisi II DPR Arteria Dahlan meminta agar pasangan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih dibatalkan kemenangannya jika terbukti melakukan politik uang dalam Pilkada. Sementara, penyelenggara pemilu yang terlibat melakukan politik uang dan manipulasi suara hasil Pilkada diberi sanksi berat.

"Saya usulkan sanksi yang berat bagi pelaku atau calon yang melakukan manipulasi suara dan politik uang," kata Arteria.

Selain itu, dia juga sepakat jika masa pengajuan keberatan atau gugatan terhadap hasil Pilkada tidak dibatasi dan dibuka sampai masa jabatan kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih berakhir setelah dilantik.

"Jadi, kapan pun ditemukan (pelanggaran politik uang dan manipulasi suara) bisa diproses dan bagi mereka yang terpilih dengan cara curang sanksinya dibatalkan jadi kepala daerah atau wakil kepala daerah terpilih. Bagi pelaku manipulasi ya dihukum mati saja," katanya.

Sebelumnya, sanksi diskualifikasi pasangan calon kepala daerah yang terbukti melakukan politik uang dilontarkan oleh Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Jimly Asshiddiqie dalam rapat dengar pendapat antara Komisi II DPR dengan penyelenggara pemilu, Senin, 1 Februari 2016 di Gedung DPR, Jakarta. Usul ini diharapkan bisa diakomodasi dalam revisi UU Pilkada.

Jimly menilai, sanksi pidana politik uang tak efektif menekan praktik politik uang. Sanksi pidana yang hanya sembilan bulan penjara tak akan membuat jera para pelakunya. "Lebih baik ancamannya diskualifikasi kepesertaan pilkada dibanding sanksi pidana," kata Jimly.

Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra mengaku aneh melihat penyelenggaraan Pilkada serentak tahun 2015, khususnya Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Bengkulu. Sebab, pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Bengkulu, Ridwan Mukti-Rohidin Mersyah, menurutnya terbukti melakukan politik uang, tapi tidak didiskualifikasi oleh KPU.

"Ini betul-betul aneh," kata Yusril selaku kuasa hukum pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bengkulu Sultan B Najamudin-Mujiono kepada wartawan beberapa waktu lalu. (*)

*Pantau terus Berita Lokal Eksklusif, Unik, Segar,dan Perlu di Klik Bontang
Like: https://www.facebook.com/KlikBontang-309819345881572/
follow https://twitter.com/klik_bontang

Reporter : Sulkifli    Editor : Imran Ibnu



Comments

comments


Komentar: 0