23 Juli 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Meneropong Derajat Kemuliaan Guru di Mata Islam


Meneropong Derajat Kemuliaan Guru di Mata Islam
Ilustrasi.

KLIKBONTANG- Rasulullah SAW adalah contoh terbaik figur seorang guru. Tak dinyana, posisi dan peran guru sangat menentukan potret peradaban manusia. Imam Al-Ghazali bahkan mengumpamakan guru seperti matahari yang menerangi dan memberikan kehidupan bagi umat manusia.

Lewat warisan ilmu dan keteladanan akhlaknya, guru mengarahkan manusia untuk mengetahui yang benar dan salah, yang baik dan yang buruk, sehingga mereka dapat meraih kebahagiaan dunia dan kenikmatan akhirat.

Sosok Muslim, Mukmin, dan Muttaqin bisa menjadi guru. Tentu dengan tingkat kualitas hidup dan derajat ketakwaan yang berbeda. Guru Muslim banyak, tetapi berapa banyak kita menemukan sosok guru Mukmin? Siapapun dapat mengaku Muslim.

Bila yang mengaku Muslim ini guru, dia punya posisi strategis, tapi tak selamanya mampu jadi uswah hasanah bagi murid-murid. Sebagai seorang hamba, tugas guru adalah beribadah kepada Allah SWT (QS Adz-Dzaariyaat: 56).

Karena gagal memahami dan memaknai hakikat hidup, guru Muslim mengalami disorientasi tujuan hidup. Peran dan tanggung jawab menjadi guru tak dimaknai sebagai ladang amal dan ibadah kepada Allah SWT. Tapi hanya sekadar menjalani rutinitas pekerjaan sehari-hari untuk menggugurkan kewajiban sebagai guru.

Memandang pekerjaan guru hanya berkutat dengan urusan duniawi. Tak ada kaitannya dengan kehidupan akhirat kelak. Guru berstatus Muslim banyak, guru Mukmin sedikit. Karena menjadi Mukmin lebih sulit ketimbang sekadar menjadi Muslim.



Reporter :     Editor : Dasrun Darwis



Comments

comments


Komentar: 0