16 Desember 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

DPRD Kaltim Pertanyakan Upaya Pemprov Atasi Kabut dan Asap


DPRD Kaltim Pertanyakan Upaya Pemprov Atasi Kabut dan Asap
Anggota DPRD Kaltim Safuad (Foto:Ist)

KLIKBONTANG- Kinerja Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) yang dinilai belum optimal merespons kebakaran hutan yang selalu berulang, mendapat perhatian Anggota DPRD Kaltim Safuad. Safuad prihatin musibah saban kemarau, yang menghasilkan kabut dan asap, itu urung mendapat solusi.

“Coba sebutkan apa tindakan nyata dan langkah-langkah strategis yang telah Pemprov Kaltim lakukan saat kabut dan asap menyerang?” ujar Safuad.

Ia bahkan menyayangkan daerah seperti Kutai Barat dan Bontang sebagian sekolahnya terpaksa diliburkan akibat darurat api dan gangguan kabut dan asap. Diketahui, kaltim terdeteksi punya 173 titik api. Artinya, musibah kabut dan asap ini bisa saja semakin meluas.

Nah, politikus PDIP itu menambahkan, kemarau panjang juga mengakibatkan pasokan kebutuhan dasar masyarakat terutama sembilan bahan pokok ke daerah pedalaman perbatasan dan daerah pinggiran Kaltim terganggu akibat sungai yang dangkal.

"Jika pun tembus, distribusi bahan pokok itu harus ditebus masyarakat dengan biaya yang sangat mahal," papar Safuad tegas.

Krisis air bersih semakin memperparah. Sungai Mahakam yang menjadi nadi utama pasokan air, terintrusi air laut. Belum lagi hasil pertanian yang banyak gagal.

“Kondisi itu selalu terulang dari tahun ke tahun. Semestinya sudah diperbaiki dan diantisipasi,” kata Safuad.

Salah satu infrastruktur yang harusnya jadi prioritas pembangunan, imbuh Safuad, adalah jalan raya. Keluhan buruknya pembangunan infastruktur jalan itu tak pernah putus sepanjang tahun.

“Pemerintah harus mengambil langkah nyata sehingga semua permasalahan itu tidak berlaru-larut. Pasalnya, masyarakat sangat merasakan langsung dampaknya,” harap Safuad. (Adv)

Reporter : Humas DPRD Kaltim    Editor : Qadlie Fachruddin



Comments

comments


Komentar: 0