19 November 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Awas, Santuni Gepeng dan Anjal Bakal Didenda Rp 2 Juta


Awas, Santuni Gepeng dan Anjal Bakal Didenda Rp 2 Juta
Ilustrasi.

KLIKBONTANG- Sering menyantuni gelandangan dan pengemis (gepeng) serta anak jalanan (anjal) yang tidak ada habisnya di Samarinda?

Mulai sekarang, Anda harus hati-hati. Setelah Pemkot terkesan kehabisan akal menertibkan penyakit masyarakat ini, giliran Pemprov muncul dengan usulan tegas larangan dan sanksi bagi pemberi sumbangan gepeng dan anjal.

Bahkan DPRD Kaltim tengah bersiap menggodok payung hukum bertajuk Raperda Penertiban Gelandangan, Pengemis, Anak Jalanan dan Pengamen.

Klausul pasalnya menyebutkan setiap orang/pengguna jalan yang memberikan uang atau barang kepada pengemis diancam sanksi asdiminstrasi berupa denda sebesar Rp 2 juta atau sanksi pidana berupa hukuman kurangan. Hukuman yang disediakan adalah kurungan paling lama 3 bulan. Sementara pelaku pengemis diancam denda Rp 5 juta atau hukuman kurungan paling lama 3 bulan.

"Keberhasilan Perda ini tidak hanya keseriusan aparat pemerintah melainkan harus didukung peran serta masyarakat,” kata Baharuddin Demmu Anggota Fraksi PAN.

Ia berharap pasal-perpasal dari raperda ini, digodok hati-hati oleh panitia khusus (pansus) nantinya. Demmu meminta keterlibatan para pihak untuk mendukung Perda ini.

“Libatkan pemangku kebijakan. Penggiat Hak Asasi Manusia, tokoh pemuda, LSM, akademisi, tokoh masyarakat dan lainnya. Sehingga tidak terjadi pro-kontra,” katanya.

Bila telah berjalan, tindakan susulan penting lainnya adalah penanganan preventif atau pencegahan, rehabilitatif dan re-integrasi sosial bagi para gepeng dan anjal itu.

Bisa dalam bentuk pemberian keterampilan, magang dan perluasan kesempatan kerja. Selain itu peningkatan derajat kesehatan dan pendidikan, penyuluhan, bimbingan sosial dan bantuan sosial.

”Jangan hanya sebatas raperda dan pelaksanaannya saja. Membina gepeng dan anjal juga merupakan rangkaian solusi tepat menghilangkan penyakit masyarakat ini,” paparnya. (adv)

Reporter : Humas DPRD Kaltim    Editor : Dasrun Darwis



Comments

comments


Komentar: 0