07 Desember 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Kelurahan Tanjung Laut Indah Gelar Sosialisasi Pengendalian Sampah Plastik Sekali Pakai


Kelurahan Tanjung Laut Indah Gelar Sosialisasi Pengendalian Sampah Plastik Sekali Pakai
Peserta sosialisasi pengendalian sampah plastik dan pengolahan sampah 3R Kelurahan Tanjung Laut Indah

KLIKBONTANG.com -- Pemkot Bontang begitu serius dalam upayanya mengurangi dan mengendalikan sampah plastik sekali pakai. Edukasi dan sosialisasi perihal ini demikian gencar dilakukan.
 
Seperti yang dilakukan hari ini, Senin (11/11/2019) pagi, melalui Kecamatan Bontang Selatan digelar sosialisasi pengelelolaan sampah dengan 3R (Reuse, Reduce, and Recyce).
 
Menyasar warga Kelurahan Tanjung Laut Indah Indah, seperti perwakilan 33 RT, Perwakilan PKK, FKPM, LKM, dan LPM. Kegiatan ini dihelat di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kelurahan Tanjung Laut Indah.
 
Selain edukasi perihal pengelolaan sampah 3R, kesempatan ini juga dimanfaatkan untuk sosialisasi Perwali nomor 30 tahun 2018 tentang Pengurangan Sampah Plastik Sekali Pakai.
 
Lurah Tanjung Laut Indah, Rustam Effendi menuturkan, pengendalian sampah plastik masih menjadi momok bagi pihaknya. Selain karena pesisir Kelurahan Tanjung Laut Indah kerap mendapat 'kiriman' sampah dari laut, pun untuk mengendalikan perilaku masyarakat bukan perkara mudah.
 
Demikian, pihaknya selalu turun, RT ke RT, untuk melakukan pendekatan secara persuasif agar kebiasaan membuang sampah sembarang perlahan diubah. Serta penguatan edukasi pengendalian sampah plastik.
 
Sementara itu, Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni,  dalam sambutannya menyampaikan, ini adalah bentuk kegiatan cinta akan lingkungan. Yang mana ini sangat penting dilakukan.
 
Kesadaran perihal kondisi lingkungan  amat diperlukan. Mengingat saat ini Indonesia merupakan penyumbang sampah plastik terbesar kedua di dunia.
 
"Makanya dulu ibu menteri Susi ngamuk, kalau ada buang sampah di laut. Langsung dia minta tenggelamkan aja," ujarnya sembari berseloroh.
 
Selain itu, pun dia mengingatkan bahwa penggunaan sedotan plastik sekali pakai sejatinya tak terlalu penting. Sebab tanpa alat itu, masyarakat masih bisa menikmati minuman dengan baik tanpa mengurangi cita rasa minuman itu sendiri.
 
Lebih lanjut dia katakan, sampah plastik tidak mudah diurai. Proses itu [penguraian] dapat berlangsung hingga ratusan tahun. Dengan penumpukan sampah plastik di laut, bakal merusak ekosistem laut.
 
Itu berimbas memburuknya  kondisi biota yang hidup di dalamnya. Padahal hasil laut banyak dikonsumsi warga. Pun banyak biota laut langka mati sia-sia lantaran 'diracun' sampah plastik yang masuk binatang laut tersebut kala mencari makanan.
 
Sebabnya Wali Kota Neni mengajak warga membiasakan diri menggunakan tas ramah lingkungan. Aksi sederhana ini akan berdampak besar apabila seluruh elemen masyarakat melakukannya secara kolektif.
 
"Saya mohon ibu bapak, selain tidak buang sampah, sama-sama kita semua mulai belajar memilah-milah sampah organik dan non organik," ajaknya.
 
Sebagai informasi, Perwali mengenai pengendalian sampah plastik mulai disosialisasikan April 2019 lalu. Sejak di sosialisasikan, perlahan retail modern dan mini market tak mengganti kantong plastik dengan kantong belanja berbahan kain.
Reporter : Fitri Wahyuningsih    Editor : Liah Mulyono



Comments

comments


Komentar: 0