16 Desember 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Wali Kota Neni Sebut Kinerja Bawaslu Bontang Mengecewakan


Wali Kota Neni Sebut Kinerja Bawaslu Bontang Mengecewakan
Bawaslu Bontang kala melakukan press conference beberapa waktu lalu (Fitri WN/KlikBontang)

KLIKBONTANG -- Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menyoroti kinerja Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bontang. Dia mengatakan ini usai prosesi penandatangan Naskah Perjanjian Dana Hibah (NHPD) untuk Bawaslu Bontang di Pendopo Rujab Wali Kota. Jalan Awang Long, Kelurahan Bontang Baru, Kecamatan Bontang Utara, Rabu (9/10/2019) siang.
 
Dengan tegas Wali Kota Neni ungkapkan kinerja Bawaslu Bontang acap kali mengecewakan. Sebab bila berkaca pada Pemilu yang telah usai, banyak aduan pelanggaran pemilu tidak diproses. Kalaupun ada ditindaklanjuti, tak jarang berakhir buntu. Baik karena kurangnya bukti pendukung, atau alasan lainnya. Sebabnya dia meminta, kedepan Bawaslu bekerja lebih professional.
 
"Kami dari pemerintah hanya menyediakan dananya. Semoga kedepan Bawaslu [Bontang] bekerja lebih professional," bebernya.
 
Selain itu, dia meminta Bawaslu memperkuat pengawasan. Sebab pada Pemilu serentak April 2019 lalu, masih banyak caleg melanggar aturan. Misalnya, bagi-bagi sembako pada masyarakat kala melakukan kampanye.
 
Menanggapi itu, Ketua Bawaslu Bontang, Nasrullah menjelaskan, pihaknya selalu berupaya agar tiap aduan yang masuk dinaikkan statusnya. Hanya saja, Bawaslu tak bisa menetapkan status sebuah laporan atau aduan secara sepihak. Ini harus melibatkan Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Sentra Gakkumdu).
 
Sentra Gakkumdu sendiri terdiri dari tiga unsur yakni pengawas pemilu (Bawaslu), kepolisian dan kejaksaan untuk menangani tindak pidana pemilu.
 
"Kita tidak bisa putuskan sendiri, karena harus menyatukan persepsi tiga institusi ini supaya bisa naik," ujar Ketua Bawaslu Bontang, Nasrullah.
 
Nasrullah hanya berharap, agar kolaborasi seluruh institusi dalam Sentra Gakkumdu solid. Supaya kedepan pengawasan pemilu semakin baik, dan memberi efek jera bagi para pelanggaran aturan pemilu.
 
"Kami berupaya supaya kedepan kolaborasi Bawaslu, Kejaksaan, dan Polri makin baik. Supaya ada efek jera kami berikan," pungkasnya.
 
 
 
 

Dijalankan Sesuai Etika, Prosedur Bayi Tabung Legal di Indonesia

Vania Rossa | Dini Afrianti Efendi
Rabu, 09 Oktober 2019 | 16:39 WIB
Dijalankan Sesuai Etika, Prosedur Bayi Tabung Legal di Indonesia
Ilustrasi bayi tabung [shutterstock]

Praktik bayi tabung di Indonesia legal, selama sperma dan sel telur yang dipersatukan berasal dari pasangan suami istri yang sah.

Suara.com - Apa yang terpikirkan jika mendengar istilah 'mandul'? Yang terbersit pastilah tidak punya anak, tidak mampu melahirkan bayi, hingga ejakulasi dini. Padahal istilah itu kini sudah tidak lagi relevan, karena peluang memiliki keturunan akan selalu ada, terlebih dengan adanya praktik teknologi bayi tabung legal di Indonesia.

Sayangnya, masih banyak masyarakat Indonesia yang menganggap praktik bayi tabung sebagai hal yang tabu, terutama di daerah pelosok Indonesia. Hal ini diakui oleh CEO sekaligus direktur klinik bayi tabung pertama di Indonesia, Morula IVF Indonesia, dr. Ivan Sini, SpOG.

CEO sekaligus Direktur klinik bayi tabung pertama di Indonesia Morula IVF Indonesia, dr. Ivan Sini, SpOG. (Suara.com/Dini Afriani Efendi) CEO sekaligus Direktur klinik bayi tabung pertama di Indonesia Morula IVF Indonesia, dr. Ivan Sini, SpOG. (Suara.com/Dini Afriani Efendi)

"Rata-rata di Indonesia masih perlu edukasi soal bayi tabung, terutama di Indonesia Timur, masih perlu edukasi besar," ujar dr. Ivan dalam acara Gathering Media di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (8/10/2019).

Meski begitu, Morula IVF sudah membuka pelayanan di kota Makassar, Sulawesi, untuk menjangkau masyarakat dengan edukasi dan menjawab masalah kesuburan di daerah-daerah terdekat. Alhasil, Makassar jadi tempat yang cukup sibuk mengobati, mengingat posisinya sebagai klinik bayi tabung pertama di Indonesia bagian timur.

"Begitu kita buka di Makassar, di sana jadi salah satu klinik yang paling sibuk, dari seluruh klinikr kami, itu karena masyarakat sudah teredukasi bahwa bayi tabung itu merupakan opsi, dan (pasien) datang dari Papua, Ambon, Kendari," lanjut dr. Ivan.

Dr. Ivan mengatakan, ada perbedaan dengan kota besar, di mana informasi sangat mudah diakses sehingga edukasi mudah tersampaikan. Kekurangan informasi ini bisa terjadi bias informasi, khususnya seputar bayi tabung.

"Pasangan yang dibilang mandul, orang saat ini tidak melihat itu sebagai satu masalah. Tapi itu memang perlu edukasi, dan harus diakui edukasi di kota besar seperti Jakarta Surabaya, Medan, itu sudah terpapar dengan banyak sekali infomasi," tutur dr. Ivan.

 

Teknologi kedokteran bayi tabung di Indonesia saat ini sudah sangat maju, termasuk teknologi simpan beku sel telur, sperma, hingga embrio. Sayangnya, masih banyak masyarakat Indonesia yang tidak tahu dan lebih memilih berobat keluar negeri.

"Kalau bicara total bayi tabung potensial di Indonesia, bisa ada sekitar 200 ribu jumlah pasien yang bisa melakukan (bayi tabung). Tapi di Indonesia baru 10 ribu pasien, terus yang 190 ribu kemana?," tanggap dr. Ivan heran.

"Tentu tidak semua berhasil (bayi tabung), ada fase berikan edukasi ulang sebelum melakukan bayi tabung. Biasanya peluang keberhasilan kumulatif, dan prosesnya harus berulang," sambungnya.

Praktik bayi tabung di Indonesia sendiri adalah sesuatu yang legal, selama sperma dan sel telur yang dipersatukan berasal dari pasangan suami istri yang sah. Dan embrio janin yang sudah jadi dimasukkan kembali ke rahim istri.

Sperma dan sel telur tidak boleh ditukar atau bahkan mendapat sumbangan dari pihak manapun. Bahkan, meskipun bisa, pasangan suami istri tidak boleh memilih jenis kelamin anak pertama yang akan lahir.

Beberapa masalah etis lainnya juga diperketat, seperti bayi tabung pada perempuan yang ditinggal suami wafat, dan sebagainya. Klinik bayi tabung harus patut dan tegas terhadap aturan yang ada.

Sementarara itu, Morula IVF sendiri memiliki sumberdaya mumpuni, yakni 42 dokter dan 3 orang professor ahli. Kemampuan medis dalam negeri juga terjamin karena klinik ini menjalani proses akreditasi setiap tahunnya. Sebanyak 10 cabang telah di miliki Morula IVF, yaitu 7 cabang di pulau Jawa dan 3 cabang lainnya di luar pulau Jawa.

 

Komentar