16 Oktober 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Polres Bontang Ringkus Pengedar Sabu-sabu Warga Berbas Pantai


Polres Bontang Ringkus Pengedar Sabu-sabu Warga Berbas Pantai
Polres Bontang amankan tersangka dan barang bukti sabu-sabu (Foto : ist)

KLIKBONTANG -- Satuan Reskoba Polres Bontang meringkus bandar sabu-sabu yang beroperasi di Bontang pada Kamis (19/9/2019) pagi.
 
Pengungkapan kasus ini berawal dari hasil intelijen dan laporan masyarakat. Adalah Sandi Saputra (22) warga jalan Diponegoro, RT 15, Kelurahan Berbas Pantai, Kecamatan Bontang Selatan menjadi tersangka dalam pengungkapan kasus ini.
 
Kediaman pemuda 22 tahun ini ditengarai menjadi lokasi transaksi narkoba sejak setahun terakhir.
 
"Kami dapat laporan terkait adanya praktik transaksi sabu-abu di rumah pelaku," ujar Kasubag Humas Polres Bontang, Iptu Suyono belum lama ini.
 
Polisi kemudian menelusuri laporan tersebut. Sebanyak lima personil kepolisian diterjunkan ke lokasi, tim dipimpin langsung Kasat Reskoba, AKP I Gusti Ngurah Suarka langsung turun ke lapangan.
 
Setelah dipastikan benar, tim langsung melakukan penggerebekan dan geledah rumah tersangka.
 
Awalnya kepolisian melakukan penggeledahan badan Sandi, namun hasilnya nihil. Tim kemudian menggeledah rumah tersangka. Di sana, didapati 27 bungkus plastik bening berisi butiran bening yang ditengarai berupa narkotika berjenis sabu-sabu.
 
"Mulanya kita periksa di badan, tapi tidak ketemu. Lalu kami geledah rumahnya ditemui poket sabubsiap edar," ujar Kasubag Humas.
 
Selain barang bukti sabu, polisi juga menyita uang tunai Rp 4 juta diduga hasil transaksi narkoba, berikut dengan dua ponsel milik pelaku dan alat isap sabu.
 
Barang bukti sabu dikelompokan dalam tiga ukuran, mulai dari poket sabu seberat 0,32 gram hingga 0,66 gram.
 
Harga paling murah dijual mulai dari Rp 700 ribu per poket sampai dengan Rp 1,2 juta per poket.
 
Usai penyidikan, tersangka mengaku uang hasil berjualan sabu digunakan untuk biaya berobat orang tua, dan  kebutuhan sehari-hari. Tersangka sendiri sudah menjadi pengguna selama dua tahun terakhir.
 
Kemudian, dalam memperoleh barang haram itu. Sandi mengaku itu dia peroleh dari seseorang (belum disebutkan namanya).
 
Seseorang tersebut hanya mengirim pesan agar pelaku mengambil barang yang telah disimpan di lokasi tertentu.
 
Terakhir, Sandi menerima pesan agar mengambil paket sabu yang disimpan plang nama jalan di persimpangan Bontang Kuala.
 
"Dari pengakuan pelaku, baru setahun mengeda, dan ini aksi ke-7 kalinya. Selama ini titipan yang dia terima selalu disampaikan melalui ponsel dan lokasi selalu berubah," pungkas Iptu Suyono.
Reporter : Fitri Wahyuningsih    Editor : Liah Mulyono



Comments

comments


Komentar: 0