16 Oktober 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Sebarluaskan Semangat Kendalikan Sampah Plastik, DLH Bontang dan Komunitas Gowes Gelar Diskusi


Sebarluaskan Semangat Kendalikan Sampah Plastik, DLH Bontang dan Komunitas Gowes Gelar Diskusi
Diskusi dan sosialisasi soal penegendalian sampah plastik di aula pertemuan Lembah Hijau Lestari. (Credit: Herman/Humas Pemkot)

KLIKBONTANG -- Dalam rangka menyebarluaskan semangat mengendalikan sampah plastik di masyarakat. Pemkot Bontang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bontang  menggelar sosialisasi dan diskusi pengendalian sampah plastik bersama Komunitas Sepeda Gunung Bontang.
 
Kegiatan ini dihelat di aula pertemuan Lembah Hijau Lestari (LHL), Kelurahan Bontang Lestari, Kecamatan Bontang Selatan, Sabtu (14/9/2019) malam. Selain Komunitas Sepeda Gunung, sosialisasi dan diskusi ini turut dihadiri Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Provinsi Kaltim dan ISSI Bontang.
 
Dalam laporannya, Ketua Panitia, Anwar Sadat mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian peringatan Hari Ozon Internasional yang jatuh tiap 16 September.
 
Saban tahun, DLH Bontang merayakan Hari Ozon. Dalam perayaan itu, selalu diisi kegiatan untuk meningkatkan kesadaran publik akan kelestarian lingkungan.
 
Perayaan Hari Ozon tahun ini di Bontang digelar 2 hari, 14-16 September 2019. Di hari pertama, Sabtu (14/9/2019) siang diisi dengan mengelilingi bentang alam LHL oleh ratusan goweser. Malam harinya, diisi diskusi dan sosialisasi pengurangan dan pengendalian sampah plastik sekali pakai.
 
"Malamnya kami lanjut diskusi dan malamnya diskusi dan sosialisasi," terang Anwar Sadat.
 
Esoknya, Minggu (15/9 2019) pagi, gowes disekitar LHL dilanjut, namun dengan rute berbeda. Dan akan lebih meriah soalnya ada doorprize disediakan panitia untuk goweser.
 
"Kami juga ucapkan terima kasih atas dukungan OPD terkait yang mendukung kegiatan kami," pungkasnya.
 
Sementara, Kepala Dinas (Kadis) DLH Bontang, Agus Amir, mengatakan bangga dengan Kota Bontang. Lantaran tanpa diminta pemerintah, baik masyarakatnya dan komunitas-komunitas didalamnya mau melibatkan diri dalan menjaga lingkungan. Khususnya pengendalian sampah plastik.
 
Dijelaskannya, dengan total populasi sekitar 170 ribu. Warga Bontang memproduksi sekira 95 ton sampah per hari. Dengan estimasi per orang menghasilkan 2,5 hingga 3 liter sampah saban hari.
 
Sejak dahulu, Pemkot Bontang melalui DLH Bontang konsen dalam mengelola sampah. Misalnya, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang tidak lagi menerapkan sistem open dumping alias pembuangan paling sederhana dimana sampah dibuang begitu saja dalam sebuah tempat pembuangan akhir tanpa perlakuan lebih lanjut. Namun sudah menerapkan Sanitary Landfill atau sistem pengelolaan (pemusnahan) sampah dengan cara  membuang dan menumpuk sampah di lokasi cekung, memadatkannya, dan kemudian menimbunnya dengan tanah.
 
"Sudah lama kita (Bontang) terapkan Sanitary Landfill. Pengelolaan sampah dengan metode ini juga lebih ramah lingkungan," ungkapnya.
 
Lebih jauh dikatakannya, jadwal pengangkutan sampah di Bontang dilakukan beberapa kali dalam sehari. Mulai dini hari hingga petang.
 
Komposisi sampah sendiri, 65 persen diantaranya adalah organik. Sementara sisanya, 35 persen unorganik. Itulah yang kemudian harus dipilah.
 
Di TPA Bontang sendiri, dalam upaya mengendalikan sampah plastik, terdapat usaha memproduksi butir plastik. Walhasil, sampah yanh dipilah itu kemudian dijadikan bibit, dijual kembali. Singkat kata, sampah disulap dan memiliki nilai ekonomis.
 
"Alhamdulliah ini menghasilkan (Bernilai ekonomis) dan kami bisa memberdayakan sekitar 65 pekerja," ungkap Agus Amis.
 
Selanjutnya, ia tekankan bahwa upaya mengendalikan sampah plastik, menjaga lingkungan bukan sekadar tanggung jawab pemerintah. Namun seluru warga kota (Bontang).
 
"Menjaga lingkungan itu bukan hanya tugas pemerintah, tapi kita semua seluruh warga kota," pungkasnya.
 
Usai sambutan, agenda dilanjut pemaparan soal bahaya plastik sekali pakai dan cara untuk mengendalikannya. Adapun materi ini dibawakan Duta Peduli Sampah Bontang 2019, Nurhana dan Rizky Wahyudi.
 
 
 
Diskusi dan sosialisasi soal penegendalian sampah plastik di aula pertemuan Lembah Hijau Lestari. Credit: Herman/Humas Pemkot
 
Reporter : Fitri Wahyuningsih    Editor : Liah Mulyono



Comments

comments


Komentar: 0