23 September 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Rumah Habibie di Parepare bakal Jadi Museum


Rumah Habibie di Parepare bakal Jadi Museum
Salah satu ranjang besi peninggalan di rumah bekas keluarga BJ Habibie yang telah dijual ke salah satu keluarga pejuang di Parepare, Sulawesi Selatan. (CNNIndonesia/Sari)

KLIKBONTANG.com -- Kota Parepare HM Taufan Pawe berencana meyulap rumah tempat kelahiran Presiden RI ke-3 Indonesia, BJ Habibie yang terletak di Pusat Kota Parepare, Sulawesi Selatan, menjadi Museum BJ Habibie.    

Hal itu diungkapkan Taufan saat mengunjungi rumah tempat kelahiran mantan Wakil Presiden RI itu, sesaat sebelum BJ Habibie meninggal dunia di RSPAD Gatot Subroto di Jakarta pada Rabu (11/9) pukul 18.05 WIB.        

"Ini adalah tempat yang kita akan jadikan museum satu satunya di dunia karena saya pernah menyampaikan kepada beliau (BJ Habibie) dan dia menantang saya dengan mengatakan 'Saya tantang kamu, Taufan, untuk membuat museum di rumah kelahiran saya'," ujar Taufan mengenang pertemuannya dengan BJ Habibie saat berkunjung ke Kota Parepare pada 2017.    

Taufan mengemukakan rencana pembangunan Museum BJ Habibie yang letaknya tidak jauh dari lokasi Monumen Cinta Sejati Habibie-Ainun di Kota Parepare itu, juga sudah mendapatkan dukungan positif dari Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah.  

Wali Kota Parepare menjelaskan, sebelumnya, rumah tempat kelahiran BJ Habibie ini telah menjadi aset Kementerian BUMN, yang dimanfaatkan PT BNI 46. Namun, setelah ada pembicaraan antara BJ Habibie dan Wali Kota Parepare Taufan Pawe dengan pihak PT BNI, rumah tersebut dialihkan sebagai aset daerah.    

"Jadi saya bersama Bapak Habibie dan pihak BNI sudah bertemu, dan Alhamdulillah rumah beliau itu telah menjadi aset daerah sekarang, sehingga Insya Allah pada 2020 kita mulai membangun museum tersebut,"; ujar Taufan.    

Selain museum tersebut, kata Taufan, Pemerintah Kota Parepare juga berencana akan membangun Taman BJ Habibie yang bertujuan menjadikan tokoh Menteri Riset dan Teknologi di era Presiden Soeharto itu sebagai tokoh edukasi dan inspirasi.    

Prof Dr Ing Bacharuddin Jusuf Habibie atau dikenal BJ Habibie lahir di Kota Parepare pada 25 Juni 1936 dari paasangan Alwi Abdul Jalil Habibie dan Tuti Marini Puspowardojo. BJ Habibie yang memiliki tujuh saudara menikahi Hasri Ainun Besari yang melahirkan dua putra yakni Ilham Akbar Habibie dan Tareq Kemal Habibie. (OL-2).

Habibie lahir di kota tersebut saat orang tuanya berdinas di kota tersebut. Jalan yang menjadi lokasi rumah dinas itu saat ini menggunakan nama ayah dari Habibie yakni Alwi Abdul Jalil Habibie.

Ayah Habibie merupakan seorang pakar pertanian. Namun saat Habibie berusia 14 tahun ayahnya wafat. Namun, kediaman pribadi itu kini sudah berpindah tangan dan tercatat atas nama keluarga almarhum Usman Balo. Usman Balo dikenal sebagai salah seorang pejuang kemerdekaan di Sulsel. Rumah itu telah dibeli dari keluarga BJ Habibie.

Imran, (63), warga Kota Parepare, adik ipar almarhum Usman Balo menjelaskan saat orang tua BJ Habibie pindah tugas di Surabaya, rumah itu kemudian dijual berikut perabotannya ke keluarga pejuang itu.

"Di Surabaya transaksinya oleh sepupu saya dengan ibunya Pak BJ Habibie. Harganya kala itu istilahnya "4 ribu dui' labba" atau 4 ribu uang lebar. Rumah itu pernah dikunjungi orang Jerman. Tapi saya tidak tahu, apakah orang Jerman itu adalah wisatawan atau teman-teman BJ Habibie. Mereka datang saja lihat-lihat," kata Imran, Rabu (11/9) malam. Hingga saat ini, imbuhnya, rumah batu yang kira-kira luasnya 10 x 15 meter itu masih asli bagian dalamnya.

Ada 4 kamar yang satu diantaranya kamar pembantu, dapur dan garasi semua masih asli yang dibangun dengan batu tanpa besi, berikut perabotannya. Hanya bagian luar yang dipugar yakni lantainya yang tegel biasa sudah diganti, Pintunya dulu pintu geser, kini pintu kaca didorong.

"Kursi-kursinya sudah rusak, perabotan yang tersisa itu hanya dua yakni ranjang besi model dulu dan lemari kayu.Yang tinggal di rumah itu ada dua orang anak almarhum Usman Balo," kata Imran.

Marga 'Habibie' ialah salah satu marga asli dalam struktur sosial Pohala'a (Kerajaan dan Kekeluargaan) di Gorontalo.

Dari Parepare kehidupan Habibie berlanjut ke Bandung. Di Kota Kembang ia menuntut ilmu di SMP dan SMA Kristen Dago. Dalam masa ini ia berkawan dengan Hasri Ainun, yang setelah lulus kuliah dipersuntingnya menjadi istri.

Lulus SMA, Habibie melanjutkan kuliah di Fakultas Teknik Institut Teknologi Bandung. Seakan haus ilmu, Habibie yang telah lulus melanjutkan studi teknik penerbangan spesialisasi konstruksi pesawat terbang RWTH Aachen, Jerman Barat.

Selepas kuliah dan sejak mendapat pekerjaan di perusahaan kereta api sekitar tahun 1962, Habibie, Ainun, dan anaknya hidup di Jerman.

Pada 1974 ia dipanggil Presiden RI Soeharto untuk pulang ke Indonesia "mengurusi negara". Semenjak saat itu Habibie aktif dalam pemerintahan hingga menjadi presiden menggantikan Soeharto pada 1998, dan lengser setelah laporan pertanggungjawabannya tak diterima MPR pada 1999. **

Reporter : Inara | Berbagai Sumber    Editor : M Andrian



Comments

comments


Komentar: 0