23 September 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Sukses Ekspansi ke Kawasan Asia Tenggara, Pupuk Kaltim Raih Indonesia Go ASEAN Champion 2019


Sukses Ekspansi ke Kawasan Asia Tenggara, Pupuk Kaltim Raih Indonesia Go ASEAN Champion 2019
Plt Superintendent Analisa Pasar Urea Pupuk Kaltim Robbin Radhian Lee menerima langsung penghargaan sebagai predikat Indonesia Go ASEAN Champion untuk sektor Resources, pada ajang 5th Annual ASEAN Marketing Summit 2019 di Ritz Carlton Pacific Place Jakarta, 5 September 2019. (HUMAS PKT)

KLIKBONTANG.com -- Pupuk Kaltim behasil meraih predikat Indonesia Go ASEAN Champion untuk sektor Resources, pada ajang 5th Annual ASEAN Marketing Summit 2019, yang digelar Philip Kotler Center for ASEAN Marketing (PKCAM) dan Markplus di Ritz Carlton Pacific Place Jakarta, 5 September 2019.

Pupuk Kaltim dinilai sebagai salah satu brand lokal yang tidak hanya ‘jago kandang’, namun berhasil secara konsisten melakukan ekspansi serta melebarkan sayap bisnis di kawasan Asia Tenggara melalui Indonesia Go ASEAN Champion.

Penghargaan diberikan berdasarkan penilaian Markplus dan PKCAM di negara-negara Asia Tenggara, khususnya terhadap brand lokal dengan kinerja perusahaan yang dinilai unggul, baik dalam strategi bisnis maupun marketing di era digitalisasi. Pupuk Kaltim dinilai mampu menunjukkan kemajuan yang signifikan dengan kinerja yang prima dalam menjalankan bisnisnya.

Plt Superintendent Analisa Pasar Urea Pupuk Kaltim Robbin Radhian Lee, yang hadir menerima penghargaan mengatakan, Pupuk Kaltim sebagai salah satu Industry Leader di Indonesia terus berupaya maksimal mengembangkan bisnis dengan menyasar pangsa pasar yang tepat, termasuk menjaga kualitas produk dengan daya saing tinggi yang menjadi salah satu keunggulan Pupuk Kaltim di pasaran.

Begitu pula dengan strategi bisnis dan pemasaran, Pupuk Kaltim melakukan sejumlah inovasi yang sejalan dengan konsep Industry 4.0, sehingga mendorong kinerja Perusahaan lebih optimal dengan banyaknya aplikasi pendukung berbasis digital yang tercipta.

“Penghargaan ini menjadi tantangan bagi Pupuk Kaltim untuk terus meningkatkan kinerja demi pengembangan Perusahaan ke depan,” ujar Robbin.

Ditambahkannya, menjadi salah satu brand lokal yang diakui forum Internasional dan Asia Tenggara, Pupuk Kaltim memastikan untuk konsisten memberi layanan terbaik kepada pelanggan. Tak hanya pemenuhan kebutuhan pupuk di 2/3 wilayah Indonesia sesuai tugas yang diamanatkan Pemerintah, tapi juga sektor non subsidi dengan mengakselerasi pertumbuhan bisnis melalui strategi marketing yang sesuai tren era digitalisasi.

“Kunci keberhasilan Pupuk Kaltim ada pada kerjasama tim, seluruh unit kerja saling bersinergi untuk memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan Perusahaan. Itu sudah menjadi budaya kerja di Pupuk Kaltim,” tambah Robbin.

Penghargaan Indonesia Go ASEAN Champion 2019 diberikan kepada 15 perusahaan di Indonesia, yang terbagi dalam 9 sektor, diantaranya financial services, transportation, spareparts dan services, logistics, e-commerce and application, pharmaceuthical, FMCG, resources dan construction. ASEAN Marketing Summit 2019 merupakan ajang tahunan bergengsi para pakar bisnis dan pemasaran di Asia Tenggara, untuk berbagi ide dan wawasan serta diskusi terkait Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Mengangkat tema ASEAN NOW! Digital, Social and Mobile, Asean Marketing Summit 2019 juga memberikan rekognisi terhadap kinerja strategi marketing dan bisnis sejumlah perusahaan berpengaruh di Asia Tenggara. Mulai pegiat start up digital, perusahaan konvensional yang sudah go digital, hingga pelaku marketing di kawasan regional dengan potensi digital di pasar ASEAN.

“Salah satu alasan digital menjadi tema tahun ini, karena semua sektor industri dan bisnis di Indonesia maupun kawasan regional ASEAN sudah terdigitalisasi,” ujar Founder and Chairman MarkPlus, Inc. Hermawan Kartajaya.

Menurut dia, perkembangan teknologi yang sangat cepat bahkan terkadang sulit dikejar, mengharuskan suatu brand memahami tiga kata kunci, yakni digital, social dan mobile. Kegiatan sosial tidak hanya terjadi offline, tapi juga online karena media sosial dan itu terjadi secara mobile melalui perangkat smartphone.

“Jadi sekarang banyak sekali aktivitas seseorang didorong dan dilakukan secara digital. Baik digital native maupun perusahaan atau brand konvensional yang merambah digital sebagai salah satu kanal untuk distribusi produk hingga kampanye marketing,” terang Hermawan Kartajaya. (*/vo/nav/INFORIAL)

Reporter : Humas PKT    Editor : M Andrian



Comments

comments


Komentar: 0