19 Februari 2020

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Perpustakaan Kebanggaan Bontang Siapkan Buku Digital, yang Mau Akses Bisa via iBontang


Perpustakaan Kebanggaan Bontang Siapkan Buku Digital, yang  Mau Akses Bisa via iBontang
Kasi Pengelolaan dan Pelayanan DPK Bontang, M. Ihsan, menunjukkan halaman muka iBontang. (Foto: Fitri/KLIKBONTANG)

KLIKBONTANG -- Beragam upaya ditempuh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Bontang dalam mendorong minat baca publik. Seperti menggelar perpustakaan keliling, membuat program Layar Puspita bagi warga pesisir, membuka pojok baca di hampir tiap sudut kantor pemerintah serta ruang-ruang publik, menggencarkan sosialisasi, serta terus membuat perpustakaan kota (Perpuskot) Bontang nyaman bagi pengunjung. Juga, menyediakan perpustakaan digital (e-lib) atau beken dengan iBontang.
 
iBontang merupakan aplikasi e-lib atau perpustakaan digital yang diperkenalkan ke publik medio 2018 lalu. Dimana publik dapat memeperoleh buku-buku koleksi DPK Bontang. Dimanapun, kapanpun, dengan hanya sentuhan ujung jari.
 
Terobosan e-lib sejenis iBontang tentu bukan barang baru. Daerah lain sudah punya. Namun untuk kota sedang sekelas Bontang, ini boleh disebut sebuah percepatan. Karena kebanyakan, aplikasi e-lib dimiliki kota-kota besar.
 
Selain itu, kelebihan iBontang, publik dapat membuat akun benar-benar hanya melalui aplikasi itu. Tak perlu ke perpustakaan untuk memperoleh kode aktivasi seperti yang halnya aplikasi e-lib di beberapa kota lain. Dan tentu, aplikasi ini gratis. "Menjadi anggota iBontang juga gratis dong," ujar Kasi Pengelolaan dan Pelayanan  DPK Bontang, Muhammad Ihsan kepada KlikBontang beberapa waktu lalu.
 
Dijelaskan Ihsan, iBontang adalah satu upaya ditempuh DPK Bontang agar publik tetap mendapat asupan buku-buku berkualitas kendati tak sempat menyambangi perpustakaan.
 
Sebab DPK Bontang sepenuhnya menyadari, publik tak selalu memiliki waktu untuk ke perpustakaan. Baik karena padatnya rutinitas kerja, atau sesederhana dapat menjangkaunya. Mungkin karena malas, atau tak terjangkau (jauh dari rumah).
 
Lebih jauh Ikhsan menjelaskan, untuk menjadi anggota iBontang sangat mudah. Publik hanya perlu mengunduh aplikasi iBontang melalui Google Play atau untuk versi komputer pribadi di iBontang.moco.co.id.
 
Setelah aplikasi terpasang, selanjutnya daftar menggunakan akun Facebook atau gunakan surel (email). Ikuti saran dan langkah diberikan, lengkapi informasi yang dibutuhkan.
 
Bila dua langkah diatas telah dilalui, maka selamat, Anda telah memilili akun iBontang. Selamat menjelajah lebih luas dari jagat raya melalui buku-buku hanh disediakan iBontang.
 
Dikatakan Ikhsan, hingga kini koleksi buku digital iBontang memang masih sekitar 1000-an buku. Namun pihaknya tentu akan terus menambah koleksi baru. "Masih 1000-an buku. Tapi akan terus kami tambah," janjinya.
 
Terkait jumlah buku yang akan dipinjam. Anggota perpustakaan, maksimal meminjam 3 buku, dengan durasi 3 hari. Tak ada batasan. Buku tersebut dapat dipinjam berulang kali. Asalakan, setelah masa pinjam habis, boleh kembali diperpanjang.
 
Beberapa fitur unggulan iBontang diantaranya:
 
1. Koleksi
Koleksi buku elektronik disediakan dalam beragam kategori, mulai fiksi hingga fotografi dengan mudah diperoleh di sini.
 
2. ePustaka
Hanya dengan ujung jari, publik dapat menjadi anggota berbagai perpustakaan di Bontang. Hanya dengan pilih perpustakaan, daftar sebagai anggota, pinjam bukunya, dan sampaikan ulasan sdmbari mendapat teman baru.
 
3. Feeds
Temukan informasi buku-buku terbaru koleksi ePustaka yang ada di iBontang dan cari tahu buku terbaru milik kawan Anda.
 
4. eReader
Dengan teknologi terbaru, membaca buku digital di iBontang jadi lebih asyik karena dapat pemilik akun atur sesuai keinginan.
 
5. Rak buku
Rak buku virtual milik Anda untuk melihat koleksi buku apa saja yang sedang Anda pinjam.
 
Terakhir, kata Ikhsan, kendati sudah miliki perpustakaan digital, ia yakin perpustakaan kota (Perpuskot) Bontang yang terletak di Jalan HM Ardans, Kelurahan Satipo tak akan ditinggalkan, sepi peminat. Justru sebaliknua, ia yakin ini (iBontang) bakal menjadi pembakar rasa penasaran publik. Dari awalnya membaca buku digital, nanti merambah ke konvesnional (cetak). Atau sebaliknya.
 
"kami yakin perpustakaan tidak ditinggalkan. Justru melalui iBontang kami berupaya bangun minat (baca) dulu. Kalau itu sudah ada, pasti nanti masyarakat akan ke perpustakaan," urainya.
 
Selain itu, ia katakan bahwa Perpuskot kebanggan warga Bontang akan semakin berbenah. Ia menjanjikan bakal ada kejutan dalam waktu dekat.
 
"Nanti kami beri tahu. Intinya ada kebijakan baru dan akan ada fasilitas keren di perpuskot. Tunggu saja," ujarnya bersemangat.
 
Reporter : Fitri Wahyuningsih    Editor : Liah Mulyono



Comments

comments


Komentar: 0