16 Oktober 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Ciptakan 5 Aplikasi, Mahasiswa Disabilitas asal Kudus Diundang ke Gedung Putih


Ciptakan 5 Aplikasi, Mahasiswa Disabilitas asal Kudus Diundang ke Gedung Putih
Anjas Pranomo

KLIKBONTANG -- Anjas Pranomo, mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) yang menemukan lima aplikasi berbasis android mendapat penghargaan sebagai YSEALI (Youth Southeast Asia Leadership Initiative).

Bahkan, Anjas akan menginjakkan kaki di Gedung Putih, Amerika Serikat pada 21 September 2019 untuk menerima undangan dari Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat.

Anjas yang juga Ketua Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) UB itu menemukan lima aplikasi. Selain kamus bahasa isyarat Difodeaf, ia membuat aplikasi Locable (Location for Difabel) yang diperuntukkan bagi para penyandang disabilitas untuk mengakses tempat-tempat yang ramah difabel.

Aplikasi ketiga karya mahasiswa asal Kudus ini yaitu aplikasi jual beli disabilitas (jubilitas). Kemudian, Anjas juga membuat aplikasi yang berkaitan dengan transportasi dan pencarian guru ngaji. Semua aplikasi itu sangat bermanfaat bagi orang banyak.

Anjas mengaku membuat aplikasi ini lantaran upayanya memerangi diskriminasi  terhadap kaum difabel. “Saya melihat banyak sekali perlakuan diskriminatif terhadap penyandang disabilitas seperti yang pernah saya almi sendiri. Saya bahkan pernah ditolak masuk sekolah menengah karena dianggap tidak mampu,” kata Anjas saat diterima Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Asrorun Niam Sholeh, Selasa (30/7/2019).

Anjas berkeyakinan bahwa diskriminasi itu terjadi lantaran masyarakat tidak terbiasa menerima orang-orang yang memiliki keterbatasan sejak usia dini.

Karena itu, aplikasi yang dirancangnya dibuat seperti game di android yang bisa dimainkan oleh anak-anak sambil memahami bahasa isyarat dengan harapan mereka familiar dengan keberadaan orang-orang difabel sejak kecil.

Mahasiswa semester 7 Jurusan Teknologi Informasi Fakultas Ilmu Komputer UB ini memenangkan berbagai lomba melalui 5 aplikasi berbasis android yang dibuatnya. Salah satu aplikasi hasil rancangannya, Difodeaf, mendapatkan penghargaan berupa medali emas dari University of Malaysia tahun 2018.

Asrorun Niam menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya atas kecerdasan dan kesungguhan Anjas mengembangkan ilmu yg diperoleh di bangku kuliah untuk kemaslahatan masyarakat.

Apa yang dilakukan oleh Anjas, menurut mantan ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) ini, adalah wujud nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang harus kita support terus. Baginya, pemuda berprestasi harus didukung oleh semua pihak, khususnya pemerintah untuk menjadi contoh bagi anak muda lainnya.

“Pemerintah, khususnya Kemenpora, harus mendorong pemuda-pemuda berbakat untuk memaksimalkan keilmuanya bagi kemaslahatan masyarakat. Ini adalah wujud dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang harus kita dukung bersama-sama supaya anak-anak muda ke depan terus berkarya bagi kemajuan bangsanya,” tutur Niam.

Menanggapi perjuangan dan prestasi yang diraih oleh Anjas, Kemenpora melalui Deputi Bidang Pengembangan Pemuda akan memberikan penghargaan kepada Anjas sebagai Pemuda Hebat 2019.

 

Sumber : inews.id

Reporter :     Editor : Liah Mulyono



Comments

comments


Komentar: 0