19 November 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Eks Lurah Dirikan Rumah, Tetangga jadi Korban


Eks Lurah Dirikan Rumah, Tetangga jadi Korban
Jumsiah menunjukan kerusakan rumahnya kepada pewarta klikbontang.com, Senin (22/7). (FITRI/KLIKBONTANG)

KLIKBONTANG.com -- Dua rumah warga di Jalan Belanak, Kelurahan Tanjung Laut Indah, Kecamtan Bontang Selatan mengalami rusak parah. Diduga akibat pembangunan rumah calon tetangga mengabaikan pertimbangan tata letak.

Kerusakan rumah ini dialami dua warga, yakni Muslimin dan H Jumsiah. Keduanya diketahui telah berdiam di Jalan Belanak, RT 21, Kelurahan Tanjung Laut Indah, Kecamatan Bontang Selatan selama 25 tahun belakang. Harus rela rumahnya rusak parah akibat kelakukan calon tetangga membangun rumah tanpa mempertimbangkan tata letak.

Sang calon tetangga diketahui berprofesi sebagai abdi negara di Dinas Pemuda, Olahraga, dan Kebudayaan (Dispopar) Bontang,

Dijelaskan Muslimin, pembangunan rumah calon tetangganya dimulai awal 2018 lalu. Ketika dalam masa pengerjaan pondasi rumah, pria paruh baya itu menegur tukang yang melakukan pembangunan. Lantaran pondasi rumah itu nyaris tak menyisakan sedikitpun ruang, antara rumahnya dan rumah calon tetangga.

"Saya kasih tahu. Tetangga itu nanti kan akan jadi keluarga (Karena hidup berdampingan). Jangan lah begitu," ujarnya kepada juru warta, Senin (22/7/2019) pagi.

Namun tukang yang diberi tahu tidak menggubris. Dengan dalih, ia bekerja semata berdasarkan instruksi bosnya, si pemilik rumah. Selang beberapa waktu setelah itu. Muslimin menegur langsung si calon tetangga. Meminta dengan baik, agar menyisakan ruang, barang 20-30 sentimeter, antara rumah mereka.

Sayang, permintaan itu tak berbuah manis. Si calon tetangga yang merupakan eks Lurah Tanjung Laut serta Dosen Hukum di salah satu perguruan tinggi swasta di Bontang itu justru menunjukkan arogansi.

"Ini rumah saya, ini tanah saya. Masyarakat tidak bisa protes!," terang Muslimin menirukan ucapan si calon tetangga.

"Dia selalu bawa-bawa soal hukum. Mentang-mentang dia paham sementara kita ini tidak," tambah Muslimin.

Selain nyaris tak menyisakan ruang antara kedua rumah. Beban rumah calon tetangga yang begitu berat, membuat struktur tanah menjadi berubah. Rumah beton dua lantai calon tetangga kokoh berdiri, sementara rumah kedua tetangganya bernasib nahas. Mengalami keretakan parah. Walhasil, risiko rumah roboh karena konstruksinya rusak parah, amat besar bagi Muslimin dan H Jumsiah.

Sementara itu, H Jumsiah yang bernasib serupa Muslimin akibat arogansi calon tetangga, menceritakan. Betapa kondisi rumahnya kini begitu menyedihkan. Langit-langit rumah dan tiang penopangnya tak lagi menyatu. Mengalami pergeseran cukup besar. Lubang yang menganga itu kemudian mengakibatkan tempias masuk kala hujan datang.

"Mungkin hampir setahun sudah begini," ujarnya lirih.

Sementara itu, bagian pintu dan jendela rumah, hampir semua bergeser. Walhasil, hampir semuanya pula tak bisa ditutup rapat seperti sedia kala. 

"Jadi kalau jendela ditutup, tidak bisa sudah rapat," terangnya.

Sementara itu, seorang warga setempat, Rasyid. Melakukan pengukuran panjang dan rumah yang bermasalah itu. Dengan menggunakan alat pengukur, diketahui ukuran rumah itu ialah 12,70 x 15 meter.

Ini tidak sejalan dengan ukuran tanah kapling di sekitar daerah itu. Menurut Rasyid, ukuran tanah kapling warga di Jalan Belanak semua rata 12 x 16 meter.

"Tidak sesuai itu dengan ukuran kapling," terangnya. ***

Reporter : Fitri Wahyuningsih    Editor : Said NR



Comments

comments


Komentar: 0