19 November 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Erik Rampok Rumah BTN PKT untuk Biaya Nikah?


Erik Rampok Rumah BTN PKT untuk Biaya Nikah?
Muhammad Taufik alias Erik (33), tersangka perampokan rumah Bella di BTN PKT pekan lalu.

KLIKBONTANG.com -- Motif asmara ditengarai menjadi dalang nekadnya Muhammad Taufik alias Erik (33) merampok rumah Bella Indy di Perum BTN PKT, Senin (8/7/2019) pekan lalu.

Kecurigaan ini mengemuka, lantaran pemuda Kelurahan Tanjung Laut itu diketahui memiliki pekerjaan. Keberadaannya di mes Perum BTN PKT pun menunjukkan bahwa ia pekerja. Sebab mes itu memang diperuntukkan bagi karyawan.

Namun tak bisa dipastikan hingga kini. Mengapa Erik bisa tinggal di mes tersebut. Padahal ia warga lokal, bukan dari karyawan dari luar Kota Bontang.

Dalam jumpa pers, Senin (16/7/2019) kemarin. Polres Bontang melalui Kasubag Humas Polres Bontang, Iptu Suyono tidak ingin membeber perusahaan tempat Erik bekerja. Namun dari seragam kerja dikenakannya -- terlihat dari foto selfie Erik. Disinyalir Erik bekerja untuk sub kontraktrok perusahaan tambang.

Isu Erik nekat merampok karena motif asmara, ramai dibicarakan di media sosial, khusnya Facebook (FB). Isu ini bermula dari teman-teman Erik di sosmed, lantas menyebar jadi perbincangan warga Kota Bontang.

Redaksi KlikBontang mengonfirmasi perihal isu ini kepada keluarga Erik. Pada Selasa (15/7/2019) malam, redaksi menyambangi rumah orang tua Erik. Terletak di Jalan Selat Rote I, Kelurahan Tanjung Laut, Kecamatan Bontang Selatan.

Kondisi rumah bertingkat dua itu sepi, di hari penetapan Erik sebagai tersangka. Namun di rumah itu, redaksi bertemu Lukman, kakak Erik.

Pria itu irit irit bicara. Lantaran ia mengaku masih menunggu informasi dari pihak kepolisian. Pun, ia dilarang memberi keterangan soal Erik. Pada pihak lain selain polisi.

"Enggak tahu, Mbak. Masih nunggu info juga kita ini," terangnya dengan sedikit enggan.

Jelasnya, keluarga tak menyangka. Pelaku perampokan di Perum BTN PKT pada Senin (8/7/2019) pekan lalu adalah Muhammad Taufik alias Erik. Pria 33 tahun itu dikenal sebagai pribadi yang baik di mata keluarga.

Semakin tak menyangka dengan aksi nekat Erik. Lantaran ia berani merampok, sementara Erik sudah bekerja. "Enggak ada yang percaya," ujar Lukman singkat.

Soal isu Erik merampok karena motif asmara, Lukman tak bisa pastikan itu. Namun ia mengakui, Erik sudah mengutarakan niat bakal mempersunting kekasihnya diakhir tahun ini. Lukman tak mengetahui sosok kekasih Erik, dan berapa lama mereka menjalin kasih. Yang diketahui Lukman, kekasih Erik berasal dari Penajam.

"Ya katanya memang mau nikah tahun ini," ujarnya dan tak lama percakapan disudahi. KLIK JUGA: Pemilik SIM jadi Tersangka Perampokan BTN PKT


Redaksi lantas beranjak ke indekos Erik. Tepat di depan Tempat Kejadian Perkara (TKP). Mencari kawan satu indekos Erik, untuk mengulik informasi. Namun ketika tiba di sana sekira pukul 21.10 Wita, rumah nampak sepi. Terdapat 2 motor diparkir di halaman, namun tak ada membuka pintu ketika redaksi mengetuknya.

Sebelumnya, Kepolisian Resor Bontang akhirnya merilis tersangka perampokan dengan kekerasan di Jalan Enggang, Perum BTN PKT, Kelurahan Belimbing, Kecamatan Bontang Barat pada Senin (8/7/2019) lalu.

Kapolres Bontang melalui Kabag Humas Polres Bontang, Iptu Suyono mengatakan tersangka kasus ini ialah Muhammad Taufik alias Erik.

Penetapan Erik sebagai tersangka tunggal kasus ini, usai pihak kepolisian melakukan gelar perkara pada Jumat (13/7/2019) lalu. Dari sana kepolisian menyimpulkan, keterangan saksi dan barang bukti yang dihimpun sudah cukup kuat.

Dari seluruh bukti dihimpun, indentitas pelaku yang tercecer di Tempat Kejadian Perkara (TKP) adalah yang paling menguatkan. Adapun bukti itu berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP), Surat Izin Mengemudi (SIM) A, pisau, dan kabel.

Dijelaskan Iptu Suyono, hasil gelar perkara disesuaikan dengan keterangan saksi. Adapun saksi untuk kasus ini berupa 4 orang saksi umum, dan 1 dari Bela Indi Sulistyo alias korban.

Dari keterangan saksi umum, yakni kakak pelaku. Diketahui bahwa jaket yang tertinggal di TKP adalah milik Erik. Sedang untuk kabel dan pisau yang digunakan pelaku dalam menjalankan aksinya di kediaman korban, indentik dengan barang-barang di indekos. Setidaknya demikian keterangan dari kawan dan pemilik indekos tempat Erik berdiam. ***

Reporter : Fitri Wahyuningsih    Editor : Said NR



Comments

comments


Komentar: 0