23 Juli 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Dituduh Terima Upeti Tambang, Bakal Lapor Polisi, BW: Saya Sakit Hati!


Dituduh Terima Upeti Tambang,  Bakal Lapor Polisi, BW: Saya Sakit Hati!
Bakhtiar Wakkang.

KLIKBONTANG.com -- Tuduhan sejumlah oknum yang menuding Panitia Khusus (Pansus) Banjir DPRD Bontang menerima upeti dari PT Indominco Mandiri (IMM) berbuntut panjang. Selain menantang si penuding untuk sumpah pocong. Eks Ketua Pansus, Bakhtiar Wakkang juga berencana menyeret polemik ini ke ranah hukum,  Rabu (19/6/2019) siang.

Kepada reporter KlikBontang, BW -- sapaan karibnya-- menjelaskan. Oknum tersebut hanya menuding Pansus lamban bekerja, menerima upeti dari IMM, namun tak dibarengi data. Guna membuktikan tudingannya. Itulah kemudian menjadi dasar BW menantang mereka lakukan sumpah pocong.

"Makanya dek (merujuk reporter KlikBontang) saya tantang mereka sumpah pocong.  Karena mereka hanya menuding tanpa data, pembuktian," ujar BW kala dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (19/6/2019) siang. 

Disinggung perihal oknum dimaksud,  BW enggan membeber. Namun yang jelas,  oknum itu tergabung dalam forum pemerhati banjir Bontang. Ia pun menggunakan kata "Oknum". Lantaran hanya beberapa orang dalam forum itu yang acap menuduh Pansus dengan isu miring.

" Tidak semua,  beberapa oknum saja," ujarnya.

Lebih jauh dijelaskan. Sejatinya DPRD Bontang sangat terbuka, bila ada hasil kajian,  ataupun data yang menunjukkan tambang, merupakan penyebab banjir. Pun terbuka lakukan diskusi,  kalau-kalau ada bukti menunjukkan Pansus menerima  upeti dari IMM. 

"Kalau memang ada bukti, data, ayok hearing sama dewan. Pertanyaannya, apa mereka pernah bersurat ke dewan untuk hearing? Enggak ada, " ungkapnya.

"Mereka itu cuma main di grup (wasap).  Menuding Pansus sembarangan. Tidak ada bukti lagi, " tambah BW dengan sedikit kesal. 

Hal yang membuat BW amat meradang.    Karena tuduhan itu seolah dituju kepada dirinya,  selaku eks Ketua Pansus. "Bagaimana saya tidak kesal. Pribadi saya yang diserang, " tuturnya. 

Usai berita sumpah pocong ini masuk dan ribut di beberapa media. BW mengaku,  beberapa oknum dari forum itu telah meminta maaf. Kadung kesal,  BW tetap membawa tuduhan tak berdasar ini ke kepolisian. 

"Lihat aja senin (24/6/2019) mau saya laporkan. Terlanjur sakit hati saya, " jujur BW. 

Kata dia, bahwa publik mesti tahu. Seluruh rekomendasi Pansus berdasar hasil kajian empiris. Dan rekomendasi itu pun perlahan mulai direalisasikan Pemkot Bontang.

"Wali kota komit anggarkan 10 persen dari APBD untuk penanganan banjir.  Itu rekomendasi Pansus," tuturnya.

Terakhir,  BW tak memaksa publik sepenuhnya sepakat dengan rekomendasi dan kinerja Pansus.  Ia dengan terbuka menerima kritik apabila banyak yang kecewa.  Namun disayangkan. Bila ingin menuduh Pansus, mestinya dilengkapi data,  pembuktian. Bukan hanya tuduhan kosong. 

"Kalau Anda kecewa sama Pansus, silahkan.  Mau tutup tambang,  itu urusan Anda.  Kami (DPRD) tidak masuk ranah itu. Tapi tolong lah,  kalau menuding,  kasih bukti, " tutupnya. ***

Reporter : Fitri Wahyuningsih    Editor : Qadlie Fachruddin



Comments

comments


Komentar: 0