23 Juli 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Pergantian Buku Rusak Akibat Banjir Tunggu Pengesahan APBD-P


Pergantian Buku Rusak Akibat Banjir Tunggu Pengesahan APBD-P
Salah satu ruangan SMPN 2 Bontang terendam banjir beberapa waktu lalu. Bencana ini menyebabkan pihak sekolah merugi hingga puluhan juta rupiah. (Ist)

KLIKBONTANG.com -- Akibat banjir parah yang melanda Bontang pada H-1 Idulfitri lalu. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) mencatat terdapat 4 sekolah paling terpapar banjir. Yakni, SDN 010 Bontang Utara, SMP Negeri 9 Bontang Utara, SMP Negeri 2 Bontang Selatan, dan SMP Negeri 4 Bontang Barat.

Sebagian sekolah yang terdampak banjir mengalami kerugian akibat rusaknya ribuan eksemplar buku belajar siswa. Keberadaan buku teks itu amatlah penting. Lantaran menjadi pedoman guru dan murid selama proses belajar mengajar di dalam kelas.

Kepada wartawan, Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) Disdikbud Bontang, Sabaruddin menjelaskan. Rencana penggantian sudah diusulkan. Sumber dananya berasal APBD Perubahan 2019. "Sudah kami usulkan penggantian secepatnya. Nilainya kurang tahu," jelas Kabid Dikdas Disdikbud Bontang, Sabaruddin kepada wartawan belum lama ini.

Lebih jauh dia menjelaskan. Sejatinya Disdikbud Bontang mengupayakan agar buku ajar siswa dapat diganti secepatnya. Setidaknya sebelum proses belajar di kelas dimulai pada 15 Juli mendatang.

Namun, ini bakal mendapat halangan. Karena pemenuhan kebutuhan buku teks siswa baru bisa terlaksana setelah APBD-P disahkan. Menurutnya, pengesahan APBD-P bakal dilakukan segera.

"Mungkin sebulanan siswa harus menggunakan buku secara bergantian dan sama-sama. Setelah perubahan disahkan baru bisa dibeli (Buku),” tuturnya.

Ia mendapat informasi bahwa DPRD Bontang sepakat mempercepat pengesahan anggaran perubahan. Selain itu, ia juga menjelaskan perihal teknis belanja buku. Sepertinya, seluruh pembelian buku sepenuhnya bakal dilakukan Disdikbud Bontang. Melalui lelang cepat, belanja buku bisa dilakukan secara singkat.

Seluruh buku yang dibutuhkan telah terdata di katalog elektronik (E-Calalogue). Sehingga proses lelang dirasa tak memakan waktu lama. " Mungkin 1-3 hari bisa. Paling lambat itu seminggu," tandasnya. ***

Reporter : Fitri Wahyuningsih    Editor : M Andrian



Comments

comments


Komentar: 0