23 Juli 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Curiga Banjir karena Kiriman dari Tambang, Warga Bontang Demo Indominco


Curiga Banjir karena Kiriman dari Tambang, Warga Bontang Demo Indominco
Gerakan Masyarakat Peduli Banjir (GMPB) Bontang menggelar aksi demonstrasi di depan lokasi jalur tambang PT Indominco Mandiri, Jalan Halim, Segendis, Kelurahan Bontang Lestari, Kecamatan Bontang Selatan, Sabtu (15/6/2019) pagi. (Fitri/Klikbontang)

KLIKBONTANG.com -- Gerakan Masyarakat Peduli Banjir (GMPB) Bontang menggelar aksi demonstrasi di depan lokasi jalur tambang PT Indominco Mandiri, Jalan Halim, Segendis, Kelurahan Bontang Lestari, Kecamatan Bontang Selatan, Sabtu (15/6/2019) pagi. Aksi ini merupakan buntut dari kecurigaan masyarakat terhadap aktivitas pertambangan yang ditengarai menjadi biang banjir.

Tiba di lokasi, GMPB Bontang langsung dihadang puluhan aparat keamanan berasal dari Polres Bontang. Selain itu, pagar masuk ke Hauling tambang di blok seutuhnya oleh petugas sekuriti dari PT Indomarco Mandiri.

Dikatakan Koordinator Aksi, Muhammad Syahib menuturkan bahwa aksi yang pihaknya lakukan merupakan aksi damai. Bukti solidaritas kepada seluruh masyarakat Bontang yang merupakan korban banjir.

Namun dia menegaskan, berdasarkan surat pemberitahuan yang dilayangkan ke Polres Bontang beberapa waktu lalu. GMPB Bontang menuntut jalan Hauling ditutup.

"Buka itu pagarnya. Kami di sini datang dengan damai," ujar Syahib melalui pengeras suara.

Ia meminta agar pagar berduri yang ditutup itu dibuka. Membiarkan mereka masuk ke jalan Hauling. Dan juga, menuntut manajemen atas Indominco Mandiri menemui para demonstran.

"kami ke sini mau ketemu dengan manajemen Indominco. Yang punya wewenang ambil kebijakan. Bukan mau orasi di depan aparat keamanan. Untuk apa? Siapa yang dengar kalau kami teriak-teriak di sini!" ujarnya berapi-api.

Hingga berita ini ditulis pukul 11.36 Wita, para demonstran masih tertahan di jalan timbangan batu bara Indominco di Segendis. Mereka belum diperkenankan masuk ke Hauling. Pun, belum ada manajemen Indominco menemui mereka.

"Dalam 30 menit, kalau kami tidak dibiarkan masuk. Kami cari jalur lain yang tidak ada pagar berdurinya. Supaya kami bisa masuk ke Hauling," ancam Syahib.  (*)

Reporter : Fitri Wahyuningsih    Editor : M Andrian



Comments

comments


Komentar: 0