23 Juli 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Transisi Kewenangan, Listrik Perum HOP Tak Lagi Disuplai Badak LNG


Transisi Kewenangan, Listrik Perum HOP Tak Lagi Disuplai Badak LNG
Kawasan Kompleks HOP II Badak LNG. (FANNY/KLIKBONTANG.com)

KLIKBONTANG.com -- Badak LNG selalu memerhatikan kesejahteraan karyawannya, tidak terkecuali bagi para pensiunan yang tinggal di area perumahan HOP I sampai VI. Salah satu fasilitas yang diberikan Perusahaan adalah membantu ketersediaan aliran listrik dan air di area tersebut selama instansi yang berwenang seperti PLN dan PDAM belum mampu memenuhi kebutuhan di wilayah tersebut.

Hal itu tercantum secara jelas pada Surat Keputusan Penyerahan Hak Memiliki Rumah Pribadi Rumah No. 132/YB002/Proper-VI/89 poin nomor 5 (lima) yang berbunyi “Pengadaan aliran listrik dan air akan diatur oleh Perusahaan (cq. Yayasan LNG Badak) sebelum Instansi Pemerintah yang lebih berwenang untuk itu (PLN dan PDAM) mulai beroperasi di daerah Bontang”.

Bagi pekerja Badak LNG yang saat itu mengambil program di HOP 1 sampai dengan HOP 6, sudah seharusnya mengetahui dan paham bahwa air dan listrik yang saat ini masih disediakan oleh Badak LNG melalui Yayasan, dapat di hentikan oleh Perusahaan apabila PLN atau PDAM dapat memenuhi kebutuhan warga di area tersebut.

Ketentuan itu tercantum secara jelas dalam dokumen Surat Keputusan Penyerahan Hak Memiliki Rumah Pribadi yang ditandatangani oleh Pemilik Rumah, Perusahaan (Badak LNG) dan Yayasan LNG Badak pada saat rumah tersebut diserahkan kepada masing-masing pekerja Badak LNG.

Hal ini didukung pula dengan adanya peraturan internal Badak LNG pada Personnel Policies PT Badak NGL Section No. 10.1 , Page Nomor 24 Subject : Home Ownership Assistance, karena tenaga listrik dan air minum belum disediakan oleh sumber-sumber setempat maka pihak Perusahaan merasa perlu untuk sementara memberi bantuan dengan menyediakan air dan tenaga listrik yang terbatas untuk proyek perumahan. 

Namun bila prasarana umum telah memadai, pihak Perusahaan akan menghentikan pemberian fasilitas tersebut. Selama ini, Perusahaan  pun telah menjalankan kewajibannya dalam memenuhi hak para pekerja dan pensiunannya. Pengadaan aliran listrik dan air di area HOP 1 sampai 6 telah dicover sepenuhnya oleh Badak LNG. 

Perlu diketahui bahwa berdasarkan Surat PLN Kota Bontang nomor 0071/AGA.01.01/ABTG/2018 pada tanggal 12 September 2018 kepada PT Badak NGL terkait penawaran suplai energi listrik, maka aliran listrik HOP 1 sampai 6 sudah mampu disuplai oleh PLN.

Relevan dengan isi Surat Keputusan Penyerahan Hak Memiliki Rumah Pribadi yang telah disampaikan sebelumnya. Bahwa setelah adanya suplai dari PLN, maka Perusahaan berhak menghentikan pemberian fasilitas tersebut. Untuk itu, Badak LNG menghimbau warga di area HOP 1 sampai 6 untuk beralih ke jaringan PLN karena suplai listrik dari Perusahaan akan segera dihentikan.

Imbauan ini dilakukan melalui tahap sosialisasi yang terlaksana pada beberapa waktu terjadwalkan (25 Febuari hingga 20 April 2019). Diantaranya adalah Sosialisasi pertama dengan Ketua RT dan Kerukunan Pensiunan Badak LNG. Kemudian sosialisasi kedua dengan pihak PLN, sosialisasi ketiga dengan Perwakilan Director dan Manajemen Badak LNG, sosialisasi keempat dengan seluruh warga, dan sosialisasi kelima antara VP BSD, Ketua Yayasan bersama Ketua RT dan perwakilan warga. 

Dengan sosialisasi tersebut, diharapkan warga HOP 1 sampai 6, semakin paham akan hak mereka yang memang sudah sewajarnya dicabut ketika aliran listrik dari PLN sudah bisa memasuki kompleks perumahan HOP.

Melalui yayasan LNG Badak, Perusahaan telah mengedarkan surat pemberitahuan yang menyampaikan bahwa mulai 1 Juli 2019 suplai listrik perumahan HOP akan beralih ke PLN. Seluruh warga HOP diimbau untuk segera mendaftarkan langsung ke PLN atau bisa melalui Yayasan LNG Badak, paling lambat pada 17 Juni 2019.

Bagi pihak ke-1 (Penghuni pertama yang berakad dengan Yayasan LNG Badak mengambil Program HOP dan belum dialihkan kepemilikannya kepada pihak lain) dalam hal ini Yayasan LNG Badak akan membantu biaya pemasangan atau penyambungan listrik termasuk penerbitan SLO dan dimohon segera berkoordinasi dengan Yayasan LNG Badak.

Sedangkan untuk pihak ke-2  yaitu pensiunan atau pekerja aktif yang pernah atau sedang tinggal di area PC dan memiliki rumah HOP serta pihak ke-3 yaitu warga umum yang memiliki rumah HOP atau yang bersangkutan pada dasarnya tidak memiliki hubungan ikatan perjanjian terkait Perumahan HOP dengan Badak LNG, maka diwajibkan untuk mendaftar ke PLN karena Perusahaan tidak memiliki kewajiban untuk menyuplai listrik kepada pihak ke-2 dan pihak-3. Sehingga dengan konsekuensi apapun kondisinya, pada tanggal 1 Juli 2019 suplai listrik kepada pihak ke-2 dan pihak ke-3 akan diputus.

Sementara pekerja aktif yang memang tinggal di HOP (tidak termasuk pihak-1 sampai 3) tetap mendapatkan hak suplai listrik. Kebijakan migrasi suplai listrik Perumahan HOP ke PLN ini telah dikaji dan bisa dipertanggungjawabkan dari aspek Hukum dan Bisnis. Untuk itu Badak LNG menghimbau kepada  warga HOP 1 sampai dengan HOP 6 agar segera beralih ke jaringan PLN dengan mendaftar ke kantor PLN terdekat. (inforial/rilis)

Reporter : rilis    Editor : M Andrian



Comments

comments


Komentar: 0