22 November 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Korban Banjir Samarinda Mulai Terserang ISPA dan Gatal-Gatal


Korban Banjir Samarinda Mulai Terserang ISPA dan Gatal-Gatal
Banjir melanda Sempaja Timur, Samarinda, Kaltim, Minggu (9/6/2019). (Foto: Dok. BPBD Kota Samarinda)

KLIKBONTANG.com -- Sudah 5 hari banjir di Samarinda, Kalimantan Timur merendam ribuan rumah hingga 2 meter. Akibatnya, korban banjir mulai terserang penyakit. Tidak kurang 400 orang korban banjir, berobat di salah satu dari 11 posko kesehatan dalam 2 hari ini.

Pemkot Samarinda menetapkan posko banjir kelurahan Temindung Permai di Jalan DI Panjaitan, sebagai posko induk. Di dalamnya, terlibat tim kesehatan yang dikoordinir Dinkes Samarinda. Di posko induk itu, warga korban banjir silih berganti mendatangi pos kesehatan dalam 2 hari ini, meminta pengobatan.

"Hari pertama kunjungan Selasa (11/5) kemarin, ada 250 orang. Sampai siang ini, ada 150-an orang. Mulai ISPA, Dermatitis sampai sakit kulit," kata petugas kesehatan dari Dinkes Samarinda, Ery Wardhana, Rabu (12/6).

Posko kesehatan yang terintegrasi dalam posko induk, menangani keluhan penyakit ringan hingga tertentu. "Kalau hipertensi dan sakit gula, penanganan awal bisa di posko ini," ujar Ery.

Ery menggarisbawahi, 400 orang yang berobat di pos kesehatan, belum termasuk warga yang berobat di 10 pos kesehatan lainnya. "Jadi tim kesehatan ada perawat, juga dokter ini, juga ada di 10 pos kesehatan lain. Jumlah (400 orang berobat) itu baru di pos ini saja," terang Ery.

Pos kesehatan menurut Ery, hanya bertugas sampai pukul 18.00 WITA. "Warga yang datang malam hingga dini hari, disarankan langsung berobat ke rumah sakit," ungkap Ery.

Masih menurut Ery, genangan air banjir hingga beberapa hari ini, memang rentan mengakibatkan penyakit. "Dua hari ini, baru 1 orang yang kita rujuk ke rumah sakit. Itu adalah korban banjir yang sempat tenggelam kemarin," demikian Ery.

11 Ribu Korban Banjir Hidup Tanpa Listrik

PT PLN (Persero) masih menghentikan pasokan listrik ke 11 ribu pelanggan di kawasan banjir Samarinda. Saat ini, 110 dari 300 gardu masih dipadamkan. Sebagian besar kawasan banjir masih gelap gulita saat malam hari.

Pemadaman listrik di banyak titik lokasi gardu di kawasan banjir, mulai dilakukan sejak Minggu (9/6) lalu. Hal ini disebabkan tinggi muka air (TMA) yang merendam gardu listrik.

PLN Cabang Samarinda melansir, saat itu ada 339 gardu PLN terpaksa dimatikan. Praktis, sekitar 33.222 pelanggan tidak bisa menikmati listrik.

"Perlahan gardu kita operasikan lagi. Pelan-pelan, setelah itu ada 178 gardu yang kita matikan dengan estimasi tidak melayani 17.444 pelanggan," kata Manajer PT PLN (Persero) Cabang Samarinda Yuliandra, Rabu (12/6) malam.

Sampai hari ini, PLN masih harus mematikan 110 gardu distribusi dengan estimasi tidak melayani sekitar 11 ribu pelanggan di kawasan terdampak banjir.

"Kami lakukan update data sampai jam 6 sore ini tadi. Jadi gardu distribusi yang masih dipadamkan ada 110 gardu. Sambil terus kita pantau kondisi ketinggian air menyesuaikan kondisi di lapangan," ujarnya.

Yuliandra juga menegaskan, pemadaman gardu harus dilakukan untuk menjamin keselamatan jiwa warga di kawasan terdampak banjir dan mencegah kerusakan instalasi PLN.

"Kita menghindari potensi bahaya seperti itu. Mohon pengertiannya kalau pemadaman untuk kepentingan keselamatan jiwa warga itu sendiri," tandas dia. ***

Reporter : Inara Dafina    Editor : M Andrian



Comments

comments


Komentar: 0