26 Agustus 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Samarinda Masih Dikepung Banjir


Samarinda Masih Dikepung Banjir
Warga mendorong drum berisi anak-anaknya yang bermain banjir di kawasan Jalan dr Soetomo di Samarinda, Kalimantan Timur, Senin (10/6/2019). ANTARA FOTO

KLIKBONTANG.com -- Sejumlah kawasan di Kota Samarinda, Kalimantan Timur masih terkepung banjir Senin (10/6). Hal itu berdampak pada warga yang akan bekerja maupun beraktivitas lain, termasuk aparatur sipil negara yang pada Senin ini, masuk kerja hari pertama setelah libur bersama Lebaran 2019.

"Saya nggak berani lewat Pak, takut sepeda motor saya mogok kemasukan air businya," kata Rahilia, seorang pengendara sepeda motor, yang memilih bertahan di Jembatan PM Noor Kota Samarintah karena melihat genangan air di jalan itu yang cukup tinggi di Samarinda, Senin.

Lia yang rumahnya di Jalan DI Panjaitan Samarinda itu, mengaku akan berangkat ke Sempaja untuk bekerja di salah satu kantor swasta. Untuk mencapai kantornya, ia harus melintasi Jalan PM Noor, namun di jalan tersebut ia tidak berani lewat karena dipenuhi air.

Dia tidak sendirian bertahan di jembatan yang melintas di atas Sungai Karang Mumus itu. Masih ada puluhan sepeda motor yang bertahan di lokasi agak tinggi itu sehingga genangan air tidak mencapainya.

Mereka bertahan karena berharap genangan air surut, sedangkan pengendara lain yang melihat kondisi tersebut langsung berbalik arah untuk tidak melanjutkan tujuannya.

Di lokasi itu, tampak ada beberapa pengendara sepeda motor yang nekat menerobos banjir, namun akhirnya mesinnya mati sehingga ia terpaksa mendorongnya, sedangkan kendaraan roda empat maupun lebih, masih bisa melintasi banjir meski berjalan lambat.

Sejumlah kawasan yang masih terpantau banjir hingga hari ini, antara lain Jalan Gotot Subroto, sebagian Jalan DI Panjaitan, terutama gang tembus ke Gunung Lingai, depan Pasar Arum, Jalab PM Noor dan sekitarnya, Perumahan Bumi Sempaja dan sekitarnya, bahkan di kawasan itu sudah sejak beberapa hari lalu.

Kawasan lain yang juga terendam banjir di antaranya Jalan Pemuda dan sekitarnya, terutama di bagian dalam yang berada di bantaran Sungai Karang Mumus, Jalan Remaja, Jalan Cenderawasih, Jalan Gelatik, Jalan Dr Soetomo, kawasan Sempaja, hingga Bengkuring.

Di Kelurahan Lempake, tepatnya di kawasan Belimau dan sekitarnya, banjir sudah mulai sejak H-1 Lebaran atau pada Selasa (4/6). Air makin naik sejak Jumat (7/6). Kondisi lingkungan banjir di Belimau itu, membuat puluhan warga mencari ikan di jalan menggunakan serok.

Berdasarkan catatan yang dihimpun Minggu (9/6), di daerah Sempaja Timur tercatat 735 KK atau sekitar 2.327 jiwa terdampak banjir. Diprediksi pada Senin, genangan air mengalami peningkatan seiring terjadinya pasang di Sungai Mahakam dan Sungai Karang Mumus.

Rp 3 Miliar untuk Dana Tanggap Darurat Banjir

PEMKOT Samarinda gelontorkan dana tanggap darurat banjir sebesar Rp 3 miliar. Dana itu disiapkan dan sudah digunakan seiiring keluarnya Surat Keputusan Wali Kota Samarinda tentang kondisi tanggap darurat di Samarinda yang berlangsung selama 7 hari sejak 8 Juni lalu.

“Dana itu digunakan khusus untuk paket makanan, paket mandi cuci kakus, dan karbol supaya rumahnya bersih,” kata Sekertaris Kota Samarinda, Sugeng Chairuddin, Senin (10/6/2019) usai pimpin rapat tanggap darurat banjir di Kota Samarinda yang sudah masuki hari ke 5.

Dana itu, digunakan selama banjir melanda. Diketahui, banjir di Kota Samarinda kian meluas. Jika beberapa hari terakhir sebelumnya banjir hanya melanda kawasan Samarinda Utara, persisnya di Perum Bengkuring dan Griya Mukti. Senin (10/6/2019) banjir mulai menggenang di dua kecamatan lainnya, yakni Samarinda Ulu dan Sungai Pinang.

Korban terdampak meningkat dua kali lipat ketimbang hari sebelumnya. “Secara umum, titik banjir bertambah. Yang baru di jalan Dr Seotomo dan Pemuda. Totalnya, kurang lebih 20 ribuan (warga terdampak banjir),” kata Sugeng.

Setelah 7 hari masa tanggap darurat itu habis, akan dievaluasi lagi, apakah ditambah atau tidak waktunya. Dana itu, dikelola oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda.

Adapun pendistribusian bantuan disalurkan satu pintu dari BPBD ke lurah dan RT yang warganya terdampak banjir. Melihat luasan titik dan korban banjir yang bertambah, Pemkot mulai membangun dapur umum yang difokuskan di Kantor Dinas Sosial Samarinda.

Nantinya, dapur umum ini, bakal menampung bahan mentah bantuan dari berbagai pihak untuk dibuat makanan bungkus yang didistristribuskan ke warga terdampak.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda, Ifran menambahkan, dapur umum itu, memiliki kemampuan produksi 20 ribu bungkus makanan per hari.

“Makan kita upayakan kalau bisa 3 kali sehari, atau paling tidak 2 kali sehari,” kata Ifran di kesempatan terpisah di hari yang sama. ***

Reporter : Inara Dafina    Editor : M Andrian



Comments

comments


Komentar: 0