12 November 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

OPINI: Peran Teknologi Paten Asli Bontang di Kancah Era Industri 4.0


OPINI: Peran Teknologi Paten Asli Bontang di Kancah Era Industri 4.0

TEKNOLOGI merupakan ilmu pengetahuan terapan yang dapat berupa metode ilmiah untuk mencapai tujuan praktis termasuk di dalamnya keseluruhan sarana untuk membantu pemenuhan kebutuhan manusia demi kelangsungan dan kenyamanan hidup.

Di abad milenial ini, perkembangan teknologi terkini sudah mengantarkan kepada suatu gerbang revolusi industri tingkat lanjut, yakni revolusi industri 4.0. Dimana mekanisme teknologi saat ini dikendalikan dan dapat dimonitor proses kerjanya secara realtime dengan Computer-Based Algorithm serta pengguna teknologi dapat terintegrasi dengan jaringan internet atau Internet of things (Iot).

Istilah Revolusi Industri 4.0 ini dipopulerkan di Jerman dan kemudian bergema di dunia. Era industri 4.0 terus didiskusikan di Indonesia, terutama terkait penerapan dan dampaknya pada masyarakat Indonesia secara luas. Bahkan saat ini, sudah ada peta jalan dan strategi Indonesia untuk menerapkan revolusi industri jilid 4, yang diberi nama Making Indonesia 4.0. Tentu ini adalah suatu terobosan strategis yang sangat tepat untuk memberikan arah bagi pergerakan Industri nasional di masa depan.

Para praktisi teknologi dalam negeri pun harus bersiap menyambut terobosan ini agar dapat beriringan menuju pendayagunaan teknologi nasional yang semakin baik. Salah satu bentuk partsipasi dalam program making Indonesia 4.0 yakni adalah secara berkelanjutan menelurkan berbagai produk teknologi paten asli Indonesia yang dapat dirasakan manfaatnya secara global.

Salah satu produk paten teknologi nasional yang saat ini sedang ramai adalah teknologi aplikasi software balancing in-situ turbomachinery equipment yang khusus diciptakan untuk para praktisi Industri. Baik industri hulu seperti industri di sektor energi minyak, gas & batubara, maupun industri hilir seperti industri kimia, industri pembangkit dan industri semen, yakni “Field Balancing Premium”.

Dengan berhasilnya mendapatkan surat pencatatan ciptaan berupa Hak atas Kekayaan Intelektual oleh Direktur Jendral Kekayaan Intelektual dari Kementrian hukum dan Hak Asasi Manusia, maka teknologi “field balancing premium” sudah berkontribusi menambah jumlah raihan produk paten yang dikeluarkan di Indonesia.

Kita dapat berbangga karena di Regional Asia Tenggara, Indonesia berhasil menghasilkan produk paten terbanyak dengan capaian 2842 paten di tahun 2018, selain itu Indonesia berada di peringkat 45 berdasarkan indeks kekayaan intelektual U.S chamber. Tentu ini merupakan modal yang baik untuk mendukung program making indonesia 4.0 .

Penemuan aplikasi Field Balancing Premium sendiri dapat merupakan bagian dari adanya upaya pengembangan Start Up Indonesia dan memegang peranan yang cukup baik dalam arus bagian beberapa langkah prioritas program making Indonesia 4.0.

Seperti: redesign industrial zone, pemberdayaan usaha mikro, kecil dan Menengah (UMKM), dalam peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM), infrastruktur digital Indonesia, bagian dari ekosistem inovasi dan memberikan insentif inovasi teknologi.

Penemuan teknologi Field Balancing Premium berguna sebagai alat corrective maintenenance permasalahan unbalance pada turbomachinery equipment yang sudah disertai dengan visualisasi polar graph dan report form terintegrasi. Yang menjadi istimewa adalah bahwa permasalahan unbalance yang dapat diselesaikan tidak hanya untuk ketidakseimbangan pada satu bidang, namun juga pada

ketidakseimbangan di dua bidang sehingga turbomachinery equipment seperti turbine, pump, compressor, fan dan blower yang memiliki jumlah impeller lebih dari 1 (multistage) juga dapatdiselesaikan perhitungan penyelesaian unbalance fault nya.

Teknologi yang berhasil dikembangkanpertama kali sebagai produk HKI dari Kota Bontang, Indonesia ini dapat digunakan secara mobile dari smartphone dan hasil pengolahan datanya dapat dikirim melalui internet, cable dan bluetooth keperangkat telpon pintar atau komputer secara cepat.

Kemampuan dalam mengolah input data vibrasi yang dimasukan secara mandiri dan kemudian menghasilkan perintah kepada user untuk memasangkan correction weight dengan lokasi dan berat tertentu untuk menghilangkan permasalahan ketidakseimbangan menjadi fokus fungsi dalam algoritma komputer yang tertanam di dalamnya.

Beberapa bantuan teknis kepada praktisi industri diantaranya adalah bantuan fitur help berisi informasi cara penggunaan software aplikasi, bantuan visualisasi berupa polar graph untuk memudahkan user dalam menggambarkan posisi ketidakseimbangan, posisi pengukuran vibrasi, posisi dan besar correction weight harus di tempatkan. Selain itu tersedia juga bantuan fitur konversi untuk mengubah satuan beberapa besaran yang umum digunakan dalam proses balancing in-situ.

Umumnya, aktivitas balancing in-situ turbomachinery dilakukan dengan biaya sangat mahal melibatkan bantuan services company karena pekerjaan tersebut menggunakan alat berteknologi tinggi yang sangat mahal, serta para pekerja yang melakukannya juga harus tersertifikasi dan berpengalaman. Dengan dikembangkannya aplikasi mobile field balancing premium, metode dapat berubah menjadi jauh lebih praktis, insinyur yang bekerja di industri dapat secara mudah melakukan perhitungan balancing in-situ hanya menggunakan smartphone atau komputer yang sudah terinstal aplikasi android ini secara mandiri.

Peralatan yang perlu dilakukan balancing tidak perlu dipindahkan dari tempat alat tersebut dioperasikan. Aplikasi ini dapat menjadi pengantar teknologi yang berbasis pada revolusi industri 4.0 di bidang turbomachinery engineering di Indonesia karena sifatnya yang interoperabilitas, transparansi informasi, memiliki bantuan teknis kepada user dan memiliki kemampuan mandiri dalam penyelesaian permasalahan unbalance.

Lebih lanjut teknologi ini berbasis android platform yang datanya bisa disimpan dan dikirim lewat jaringan internet, Bluetooth atau kabel. Teknologi yang dikembangkan oleh Nosal Nugroho Pratama merupakan sebuah rintisan awal pengantar teknologi yang dapat mendukung usaha praktisi industri nasional dalam penerapan teknologi berbasis ke arah revolusi industri 4.0. Sampai saat ini sudah diunduh lebih dari 1400+ pengguna dari berbagai negara dengan mayoritas penggunanya berasal dari Amerika Serikat sebanyak 30%, Indonesia 26%, Kanada 6,1 % India 6,1%, Inggris 3,3% dan Jerman 2,2 % serta mendapat apresiasi positif dengan mempertahankan 5 (Five) stars app category di google play store selama1 (satu) tahun peluncuran perdana.

Aplikasi field balancing premium menjadi aplikasi android pertama di Indonesia untuk penggunaan di smartphone, untuk membantu penyelesaian single plane dan two plane balancing in-situ yang disertai dengan visualisasi polar graph. Dengan keunggulan algoritma penyelesaian balancing in-situ yang sudah disederhanakan, software aplikasi field balancing premium akan dapat memberikan bantuan sebagai “pocket engineering tools” wajib (a must have app) yang perlu dimiliki oleh setiap Maintenance Engineer, Plant Engineer, Reliability Engineer, Rotating Equipment Engineer, Machinery Diagnostic Engineer, Experience Mechanic Technician dan para praktisi industri terkait lainnya dengan added value to price ratio yang tinggi.

Sebagai penutup, yang perlu dicermati dari fenomena ini adalah bahwa revolusi industri 4.0 tidak selalu bergantung inovasinya dari luar negeri. Indonesia yang saat ini sedang panen surplus demografis pemuda sangat berpotensi untuk menghasilkan teknologi yang mandiri, teknologi yang mengakar kuat dari budaya bangsa.

Dalam bidang turbomachinery engineering pun harus ada semangat partisipasi inovasi paten dari Indonesia, tidak saja mengandalkan produk paten dari negara luar. Pemerintah sudah membuat Rencana Induk Riset Nasional (RIRN) Tahun 2017-2045, ini disusun untuk menyelaraskan kebutuhan riset jangka panjang dengan arah pembangunan nasional terkait ilmu pengetahuan dan teknologi. Untuk itu, diharapakan semua lapisan, terutama praktisi Industri nasional perlu berinisiatif untuk menghasilkan teknologi nasional yang bernilai tambah tinggi.

Alur produksi industri nasional yang sebelumnya masih konvensional kemudian secara bertahap dan berkesinambungan perlu dilakukan pembaharuan agar lebih efisien dan berkualitas dengan memanfaatkan teknologi informasi sebagai cara untuk lebih meningkatkan kemampuan pengendalian dan monitoring mutu kinerja proses produksi, pemeliharaan dan perancangan agar pada akhirnya dapat lebih memudahkan pekerjaan manusia. (Penulis: Nosal Nugroho Pratama, Karyawan PT Kaltim Methanol Industri.)

Reporter :     Editor : Qadlie Fachruddin



Comments

comments


Komentar: 0