26 Agustus 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Kakek di Kutim Disambar Buaya, Harus Berduel untuk Selamatkan Diri


Kakek di Kutim Disambar Buaya, Harus Berduel untuk Selamatkan Diri
Odik Sudirman (72) warga Desa Bumi Rapak SP 2, Kecamatan Kaubun, Kabupaten Kutai Timur, berhasil lolos dari terkaman buaya muara di Sungai Kaubun, Jumat (24/5) sore. (IST)

KLIKBONTANG.com -- Kasus serangan buaya kembali terjadi. Seorang kakek bernama Odik Sudirman (72), warga Desa Bumi Rapak SP 2, Kaubun, Kutai Timur, Kalimantan Timur, harus bergelut dengan buaya sepanjang 1,5 meter saat memancing.

Odik pun harus berjuang keras, meloloskan diri dari sambaran buaya, Jumat (24/5/2019). Istri Odik, Itik, mengatakan saat ini sungai sedang dalam keaddan banjir. Tiba-tiba, terdengar suara,”blurp” di dekat Odik. “Dengan suara di air, blurp. Bapaknya (Odik) pikir, ada ikan besar," ungkap Itik menirukan kata-kata Odik kepadanya.

Namun, tidak lama kemudian dari sungai tersebut langsung muncul buaya yang siap menerkam dengan mulut menganga. "Buaya tersebut mengincar leher bapaknya. Tapi, ditangkis dengan tangan kiri. Jadi tangan kirinya yang diterkam,” katanya.

Odik, menurut Itik, sempat jatuh ke sungai dan bergulat dengan buaya. Karena tangannya dicengkram cukup kuat oleh buaya. Ia tak bisa menarik tangan kiri karena sakit dan khawatir putus. “Bapaknya ikutin aja pergerakan buaya itu di sungai. Sempat berguling di air juga," katanya.

Dalam posisi diterkam buaya, Odik masih sadar dan berupaya mencari mata buaya tersebut. "Karena katanya kelemahan buaya ada pada matanya. Begitu dapat matanya, langsung ditusuk pakai tangan,” bebernya.

Usai menusuk mata buaya, cengkeraman pun melemah. Odik berhasil menarik tangannya. Sementara buaya yang menerkamnya berangsur hilang di perairan. Ia pun berteriak meminta tolong dan akhirnya diselamatkan warga setempat.

“Kami sangat bersyukur, bapak masih bisa selamat dari terkaman buaya,” timpal Siti, sang anak.

Diakui Siti, sungai tempat bapaknya memancing sudah lama tidak ada buaya. Sebelumnya, ada ibu-ibu lagi mandi diserang. Ada juga yang lagi mancing.

Tapi dua tahun belakangan ini sudah tidak pernah ada lagi. “Dulu memang ada. Sering menyerang warga juga. Tapi sudah beberapa tahun ini tidak pernah ada. Baru kemarin saja dan tiba-tiba bapak saya yang jadi korban,” ungkapnya. ***

Reporter : Inara Dafina    Editor : M Andrian



Comments

comments


Komentar: 0