16 Juni 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Sanksi Raperda Pemukiman Atas Air Belum Kuat, Ini Usulan Pemkot Bontang


Sanksi Raperda Pemukiman Atas Air Belum Kuat, Ini Usulan Pemkot Bontang
Ilustrasi kawasan pemukiman di atas laut Bontang Kuala.

KLIKBONTANG. com -- Raperda Pengeloaan Pemukiman di Atas Air terus digodok. Aturan ini digagas untuk menjadi payung hukum pemerintah agar pengelolaan dan ketertiban pemukiman di atas air lebih tertata dan laik.

Kawasan Bontang mayoritas di kelilingi pesisi, warga pesisir banyak  mendirikan hunian di atas air. Selama ini pembangunan rumah di atas air dilakukan secara mandiri tanpa menyesuaikan lingkungan, aspek keindahan, maupun aturan.

Pemkot Bontang menilai rancangan Perda tentang  Pengelolaan Pemukiman di Atas Air perlu sanksi tegas. Upaya ini dilakukan untuk memastikan ketaatan hukum terhadap pemukiman di atas air.

Kepala Bagian Hukum, Sekretariat  Daerah (Setda) Bontang, Hariadi mengatakan, pendapat kepala daerah agar produk hukum ini memiliki sanksi pidana bertujuan untuk memberi kepastian hukum.

Ia menilai, sanksi administratif untuk rancangan Perda ini belum kuat, sehingga diperlukan sanksi pidana agar aturan ini kedepan bisa dipatuhi seluruh warga yang berada di pemukiman atas air.

“Kita tidak ingin karena aturan yang dibuat hanya berikan sanski administratif tidak diindahkan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Hariadi mengaku produk hukum daerah bisa mengatur terkait sanksi pidana dan denda bagi pelanggarnya. Sejumlah Perda yang telah disahkan memiliki sanksi pidana dan denda.

“Kalau tidak salah pidana penjara 6 bulan dan denda maksimal Rp 50 juta,” ujar dia.

Namun demikian,  usulan tersebut bukan bersifat final karena pemerintah hanya menawarkan saran kepada DPRD terkait Raperda Pengelolaan Pemukiman di Atas Air.

“Kan prosesnya masih panjang, itu  sebatas pendapat (saran) kepala daerah yang disampaikan. Keputusan final masih menunggu beberapa tahapan lagi,” pungkas Hariadi. **

Reporter : Said NR    Editor : Qadlie Fachruddin



Comments

comments


Komentar: 0