22 November 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Pemerintah Batasi Media Sosial, Aplikasi VPN di Smartphone Laris Manis


Pemerintah Batasi Media Sosial, Aplikasi VPN di Smartphone Laris Manis
Ilustrasi VPN. Foto: Pixabay

KLIKBONTANG.com -- Pemerintah Indonesia memutuskan untuk membatasi sejumlah fitur di aplikasi media sosial dan pesan instan sementara waktu pada Rabu (22/5). Hal ini dilakukan oleh pemerintah untuk menekan peredaran hoaks terkait aksi demo 22 Mei yang menolak hasil Pemilu 2019.

Hoaks-hoaks yang berisi provokasi dan dianggap dapat memancing kerusuhan itu kerap diedarkan melalui media sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter, juga aplikasi pesan WhatsApp. Dan konten hoaks yang sering beredar dianggap selalu dalam bentuk visual seperti foto atau video.

Oleh karena itu, fitur pengiriman foto atau video di platform-platform tersebut kemudian dibatasi aksesnya oleh pemerintah Indonesia. Para pengguna telah mulai merasakan dampaknya sejak Rabu (22/5), di mana mereka kesulitan download atau upload foto dan video di aplikasi-aplikasi tersebut.

Diketahui, bentuk pembatasan pemerintah ini adalah akses terhadap fitur download dan upload foto atau video dari Facebook, Instagram, Twitter, dan WhatsApp memang diperlambat.

"Jadi, teman-teman semuanya akan mengalami perlambatan download-upload video, kemudian juga foto. Mengapa? Karena viralnya negatif besarnya mudaratnya ada di sana. Sekali lagi, ini bertahap," kata Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara, dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (22/5).

Ternyata, keputusan pemerintah untuk membatasi media sosial ini menjadi berkah bagi para pengembang aplikasi VPN (Virtual Private Network). Pembatasan tersebut diketahui bisa diakali dengan cara mengaktifkan VPN.

Akibatnya aplikasi VPN menjadi laris manis diburu masyarakat Indonesia yang gemar membuka media sosial. Hingga Kamis pagi (23/5), terpantau dalam daftar aplikasi terlaris di Apple App Store dan Google Play Store masih didominasi oleh aplikasi-aplikasi VPN.

Uniknya di Apple App Store, peringkat 10 besar dalam aplikasi gratis paling laris diisi oleh sembilan aplikasi VPN dan hanya satu yang diisi aplikasi lain, yakni Telegram. Sementara untuk Google Play Store tidak jauh berbeda, dari 10 besar daftar aplikasi gratis terlaris, empat di antaranya ditempati aplikasi VPN.

Aplikasi VPN yang paling banyak di-download di dua toko aplikasi tersebut adalah Turbo VPN-Unblock Sites, Free VPN Unlimited Proxy, 1.1.1.1: Faster & Safer Internet, dan HotspotShield VPN.

Bahaya VPN

Pakar keamanan siber dari Vaksincom, Alfons Tanujaya, mengingatkan akan bahaya yang mengintai dalam menggunakan jaringan VPN. Menurutnya, pengguna VPNbisa menjadi korban pencurian data dan perangkat smartphone bisa disusupi malware. 

"Prinsipnya kerja VPN itu sama kayak proxy server. Apapun yang lewat proxy server bisa diliat oleh pemilik proxy. Jadi mereka bisa mengambil data yang ditransmisi selama perangkat terhubung, seperti data username, password, data finansial, dan yang lainnya," terangnya.

Oleh karena itu, Alfons mengimbau pengguna VPN agar tidak melakukan transaksi internet dan mobile banking. Pastikan VPN telah dimatikan terlebih dahulu apabila ingin melakukan transaksi di internet.

Tidak hanya berpotensi pencurian data, aktivitas pengguna saat berselancar di internet bisa terlacak oleh penyedia VPN atau pihak ketiga. Mereka bisa mengetahui lokasi pengguna dan apa saja yang dilakukannya di internet saat terhubung dengan VPN gratis.

Selain pencurian data, VPN gratis juga rentan disusupi malware yang dapat merusak sistem perangkat atau diam-diam mencuri data pengguna. "Bahayanya itu sangat rentan malware yang bisa digunakan untuk mengambil data pengguna yang terkoneksi VPN gratis ini, bisa bajak email dan lain-lain," ungkap Alfons.

Selain itu, Iklan-iklan yang mengganggu dan berbahaya juga mengintai pengguna VPN gratis. Saat ini kebanyakan penyedia layanan VPN gratis mengandalkan pendapatan dari iklan-iklan yang dipasang pihak ketiga pada website mereka. Tidak menutup kemungkinan iklan tersebut telah disusupi malware.

Terakhir, akibat menggunakan VPN gratis bisa saja penyedia dan pihak ketiga mengetahui data-data pengguna, salah satunya alamat IP. Jika alamat IP bocor ke publik, tentu saja akan sangat berbahaya bisa menjadi celah untuk serangan peretasan. ***

Reporter :     Editor : M Andrian



Comments

comments


Komentar: 0