23 Juli 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

PKB Jalin Komunikasi dengan PDIP dan PPP, Sinyal Ajukan Basri Calon Wali Kota


PKB Jalin Komunikasi dengan PDIP dan PPP, Sinyal Ajukan Basri Calon Wali Kota
Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Bontang, Basri Rase. (Ist)

KLIKBONTANG.com -- Salah satu kejutan dalam Pileg 2019 di Bontang ialah keberhasil Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menempatkan 3 wakilnya. Perolehan ini sangat menggembirakan, mengingat pada Pemilu 2014 lalu, PKB gagal total di Bontang.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Bontang, Basri Rase menuturkan. Meski kini sedang di atas angin, lantaran berdasarkan tata tertib DPRD Bontang, PKB mampu membentuk fraksi sendiri. Namun pihaknya tak menutup pintu bagi partai politik (Parpol) lain untuk bergabung dengan Fraksi PKB.

Kata Basri, jangankan parpol yang hanya berhasil menempatkan 1-2 perwakilan di Bontang Lestari. Parpol yang gagal total dalam pemilu tahun ini pun, bersedia pihaknya gandeng. Menurutnya, Semakin banyak parpol tergabung, justru semakin baik.

"Kami kan fraksi utuh. Cuma kalau ada yang mau bergabung kami Wellcome kok. Semakin banyak justru kami makin senang," tuturnya kepada awak media usai menghadiri rapat paripurna di gedung sekretariat DPRD Bontang, Senin (20/5/2019) siang.

Dia menjelaskan, hingga kini pihaknya cukup intens membangun komunikasi politik dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Namun seperti dikatakan Basri. PKB mampu membentuk fraksi sendiri. Lantaran partai yang lekat dengan para nandliyin ini berhasil menempatkan 3 wakilnya di Bontang Lestari. Itu sebabnya komunikasi politik yang kini terbangun menjadi abu-abu. Apakah untuk memperkuat barisan di parlemen, atau sebagai corong untuk mengusung calon wali kota dalam Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Bontang 2021. Sebab menurut regulasi yang ada, Fraksi di parlemen dapat ajukan kandidat wali kota sendiri bila disupport minimal 5 kursi.

Menanggapi itu, Basri enggan berkomentar banyak. Namun menurutnya, segala kemungkinan bisa terjadi. Terpenuhinya 5 kursi dalam satu fraksi, tak menjamin kesepakatan ajukan kandidat wali kota sendiri.
"Politik kan dinamis. Kita belum bisa pastikan itu," pungkasnya. (*)

Reporter : Fitri Wahyuningsih    Editor : M Andrian



Comments

comments


Komentar: 0