23 Juli 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Manjur, Pelarangan Plastik Sekali Pakai Susutkan Sampah 10 Ton Per Hari


Manjur, Pelarangan Plastik Sekali Pakai Susutkan Sampah 10 Ton Per Hari
Anwar Sadat, Kepala Bidang Peningkatan Kapasitas dan Penegakan Hukum Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kota Bontang. (Darwin/Klikbontang)

KLIKBONTANG.com -- sosialisasi pengurangan penggunaan sampah plastik sekali pakai di ritail atau toko-toko besar beberapa waktu lalu, rupanya telah memberi dampak penurunan jumlah sampah plastik yang signifikan.

Disebutkan Kepala Bidang Peningkatan Kapasitas dan Penegakan Hukum Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kota Bontang, Anwar Sadat bahwa upaya pemerintah menyikapi hal tersebut mencapai hasil membanggakan.

"Setelah penerapannya, sampai saat ini jumlah sampah plastik sekali pakai di TPA terlihat menurun," ujarnya saat ditemui, Senin, 20 Mei 2019.

Bahkan, sosialisasi yang gencar dilakukan rupanya juga memberi efek kesadaran kepedulian masyarakat Bontang terhadap sampah plastik. Padahal, imbauan aktualisasi pengurangan penggunaan plastik yang bersumber dari Perwali-Bontang Nomor 30 Tahun 2018 itu masih menjajak toko-toko besar atau pasar modern.

"Selain pemerintah, sosialisai kami juga di bantu Komunitas pemerhati lingkungan seperti Duta Sampah dan Green Generation. Kami juga mengajak komunitas atau organisasi-organisasi di Bontang mensosialisasikannya," imbaunya.

Dijelaskan, penerapan peraturan tersebut bukan tidak boleh pakai atau pelarangan penggunaan plastik sekali pakai. Namun masih tahap pengurangan penggunaannya dengan melalui alternatif lain. Misalnya membawa atau menyediakan tas belanja yang ramah lingkungan atau tidak sekali pakai.

Berbicara manfaat, Dia juga menyebut adanya Perwali ini turut membantu pelaku usaha menekan pengeluaran mereka terhadap plastik belanjaan. Bahkan, menjadi sumber pundi rupiah baru para pelaku usaha dengan menjual dan menyediakan tas belanjaan bagi para konsumen.

Senada, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) TPA Bontang, Yuniar Prasetyanto Aji mengatakan bahwa jumlah timbunan sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir atau TPA mengalami penurunan yang cukup signifikan.

"Setelah ada sosialisasi tentang pengurangan penggunaan plastik sekali pakai itu, ada penurunan sekitar 8 sampai 10 ton sampah per hari," ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan, pada awal bulan 2019 jumlah timbunan sampah di TPA Bontang berkisar 88 ton tiap harinya. Masuk pada bulan Maret telah berkurang menjadi rata-rata sekitar 78 hingga 80 ton per hari.

Penurunan jumlah timbunan sampah tersebut paling banyak ialah dari jenis plastik sekali pakai atau lazim disebut "koles". Data tersebut diperolehnya dari para pengumpul plastik di TPA Bontang.

Sekedar informasi, penerbitan peraturan ini juga disertai ancaman atau teguran lisan, teguran tertulis, pemberhentian sementara kegiatan, hingga pencabutan tetap izin usaha bagi yang melanggar.

FOTO : Anwar Sadat, Kepala Bidang Peningkatan Kapasitas dan Penegakan Hukum Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kota Bontang. (*)

Reporter : Darwin Tri    Editor : M Andrian



Comments

comments


Komentar: 0