26 Agustus 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Sosialisasi Perwali Zakat bagi ASN, Wali Kota Neni: Tidak Boleh Pelit


Sosialisasi Perwali Zakat bagi ASN, Wali Kota Neni: Tidak Boleh Pelit
Wali Kota Neni berfoto bersama pengurus Baznas Bontang di Rujab Wali Kota Bontang. Jalan Awang Long, Kamis (16/5/2019) pagi.

KLIKBONTANG.com -- Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Bontang menggelar sosialisasi peraturan Wali Kota Bontang Nomor 19 Tahun 2019 Tentang Pedoman Pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Daerah (Pemda).

Kegiatan yang bertajuk "Bontang Berzakat: Penyerahan zakat maal oleh Wali Kota, jajaran, dan Masyarakat dihelat di rumah jabatan (Rujab) Wali Kota Bontang. Jalan Awang Long, Kelurahan Bontang Baru, Kecamatan Bontang Utara, Kamis (16/5/2019) pagi.

Ketua Baznas Bontang, Haji Kuba Siga dalam sambutannya menuturkan. Sejatinya potensi zakat di Bontang cukup besar. Tapi penyerapannya masih rendah. Padahal ketimbang daerah lain di Kalimantan Timur (Kaltim), antusiasme warga Bontang membayar zakat cukup tinggi.

"Saya studi banding ke daerah lain, di Kaltim dan luar Kaltim. Antusiasme warga Bontang sebenarnya tinggi membayar zakat," bebernya.

Sebab itu, demi mendorong optimalisasi penyerapan zakat umat. Baznas Bontang meminta diterbitkannya Peraturan Wali Kota terkait zakat. Pemkot sendiri menyambut baik permintaan itu. Maka diterbitkanlah Perwali tentang pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang hari ini (Kamis, red) disosialisasikan.

"Khusus penyerapan zakat ASN sekitar Rp2 miliar. Angka itu sebenarnya bisa lebih besar," terangnya.

Sementara itu, Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menyangkan rendahnya serapan zakat. Lantaran pendapatan daerah regional bruto (BDRB) tertinggi. "Ini menjadi catatan. PDRB kita tertinggi, tapi serapan zakatnya rendah," ujar Wali Kota Neni.

Kedepan Wali Kota Neni berharap. Penyaluran zakat dapat lebih inovatif. Tidak sekadar memberi uang tunai, namun baiknya bila Baznas Bontang merancang program yang dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Misalnya, dia mencontohkan, pendampingan usaha kepada penerima zakat. Agar kedepan taraf hidup mereka membaik, pada gilirannya ikut memberi manfaat bagi masyarakat sekitarnya.

"Kalau bisa buat program pendampingan usaha. Supaya nanti orang miskin bisa membaik taraf kehidupannya," harap Wali Kota Neni.

Kemudian untuk ASN di Pemkot Bontang. Ia ingatkan bahwa ASN Bontang harus gemar berzakat, infak, dan lakukan sedekah. Tidak boleh "pelit" membayar zakat, lantaran ini bersifat wajib bagi umat Islam.

"Tidak boleh pelit (Membayar zakar) karena ini kewajiban wajib dalam rukun Islam," pintanya.

"Dan tolong untuk kepala dinas, harus jadi contoh. Zakatnya dibayar, dan ingatkan juga anggotanya," pungkas Wali Kota Neni. ***

Reporter : Fitri Wahyuningsih    Editor : Qadlie Fachruddin



Comments

comments


Komentar: 0