23 Juli 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Menengok Poskel dan Kopral Siaga, Andalan Inovasi Berebas Tengah di Lomba Kelurahan


Menengok Poskel dan Kopral Siaga, Andalan Inovasi Berebas Tengah di Lomba Kelurahan
Petugas Poskel Berebas Tengah memeriksa pasien, belum lama ini. FOTO: KLIKBONTANG/FITRI

KLIKBONTANG.com -- Pos Kesehatan Kelurahan (Poskel) menyumbang poin tertinggi, yang kemudian menghantarkan Kelurahan Berebas Tengah meraih juara satu Lomba Kelurahan tingkat kota tahun 2019. Lurah Berebas Tengah, Muhammad Mahfudz memaparkan lebih jauh mengenai Poskel kepada redaksi KlikBontang.

Dia katakan, Poskel didirikan 2015 silam. Sebab kesadaran masyarakat Berebas Tengah mengenai kesehatan kala itu dinilai rendah. Ini terlihat dari rendahnya kesadaran memberi imunisasi anak. Enggan memeriksakan penyebab penyakit tak menular, seperti hipertensi, jantung, dan diabetes.

Selain itu, masalah sosial juga marak. Pernikahan dini tinggi. Masyarakat tak begitu memperdulikan program Keluarga Berencana (KB).

Kata Lurah Mahfudz, semua persoalan ini tak lepas dari kondisi perekonomian masyarakat yang rendah. Ini lantas mendorong masyarakat tak perduli dengan kesehatan. Serta tak mau tahu soal bahaya pernikahan dini.

Berangkat dari persoalan itu, kemudian didirikanlah Poskel. Guna melayani pemeriksaan kesehatan dasar masyarakat. Pelayanan di Poskel ditangani dua bidan. Tiap Senin hingga Jumat mereka memeriksa kesehatan masyarakat.

Kedua bidan didatangkan dari Puskesmas Bontang Selatan II. Sedang operasional Poskel, hingga pembayaran gaji bidan berasal dari Kecamatan Bontang Selatan.

"Di Bontang, Poskel cuma ada di Berebas Tengah," ujar Lurah Mahfudz kala ditemui redaksi KlikBontang di kantornya belum lama ini.

Poskel satu-satunya di Bontang. Sedang di Poskel itu sendiri terdapat satu program yang dinilai sangat inovatif. Yakni Konseling Pra Nikah Kelurahan Siap Antar Jaga atau biasa disebut Kopral Siaga.

Kopral Siaga dimaksudkan untuk menurunkan tingkat pernikahan dini yang cukup marak di Berebas Tengah.

Dijelaskan, bagi seluruh calon pengantin yang hendak mengurus surat pengantar nikah. Diwajibkan melakukan konseling di Kopral Siaga. Agar calon pengantin tahu, apa saja bakal dihadapi bila berani melakukan komitmen seumur hidup itu.

"Semua calon pengantin kami arahkan ke Kopral Siaga. Supaya mereka (Calon pengantin, red) tahu, apa saja dihadapi orang nikah," beber pria yang belum genap setahun menjabat Lurah Berebas Tengah ini.

Tak berhenti di konseling untuk calon pengantin. Tim Kopral Siaga juga rajin melakukan edukasi ke rumah-rumah warga. Agar, sekali lagi, memahami bahaya nikah dini.

Kopral Siaga bukanlah jawaban tunggal atas persoalan nikah dini bagi wilayah berpenduduk 14 ribu jiwa itu. Namun, program ini menunjukkan progres positif.

"Adanya Kopral Siaga, masyarakat kita bekali. Tentunya nikah dini masih ada. Namun angkanya kini jauh berkurang," tandas Lurah Mahfudz. ***

Reporter : Fitri Wahyuningsih    Editor : Qadlie Fachruddin



Comments

comments


Komentar: 0