27 Mei 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

BPOM: Swalayan di Bontang Masih Bebas Barang Kedaluwarsa


BPOM: Swalayan di Bontang Masih Bebas Barang Kedaluwarsa
Tim gabungan memeriksa detail barang yang dijual swalayan Kota Bontang, Rabu (15/5/2019). FOTO: KLIKBONTANG/FITRI

KLIKBONTANG.com -- Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kalimantan Timur (Kaltim) dan Dinas Koperasi, Perdagangan, dan UMKM menggelar inspeksi mendadak (Sidak) di sejumlah pusat ritel modern di Bontang, Rabu (15/5/2019) siang.

Kepala Seksi Investigasi BPOM Kaltim, Ryanperi, memimpin jalannya sidak. Ia didampingi sejumlah pegawai menyambangi 4 swalayan berbeda lokasi.

Sasaran pengawasan ialah produk makanan dan minuman telah dibungkus dalam bentuk parsel. Lantaran bila sudah terparsel, produk menjadi sulit untuk ditinjau kelayakannya (Tanggal kedaluarsa).

Lokasi pertama disambangi tim ialah Era Mart swalayan. Jalan S Parman, Kelurahan Telihan, Kecamatan Bontang Barat. Disini tim hanya memeriksa produk pajangan di dalam minimarket. Sedangkan parsel belum terlihat dijajakan di tempat ini.

Tim lantas bergegas ke Ramayana. Di sini, tim memeriksa gudang penyimpanan barang dan buah. Selain mengecek penataan barang, tim juga memerhatikan wadah pendingin penyimpanan buah di gudang.

“Kami ingin pastikan makanan tidak bercampur dengan zat-zat kimia lainnya, harus dipisahkan penyimpanannya,” ujar Kasi Ryan kepada wartawan.

Bergeser ke lokasi ketiga, swalayan Gunung Mas jalan MH Thamrin, Kecamatan Bontang Utara tim juga tak mendapatkan barang makanan atau minumam kemasan dalam kondisi rusak. Seluruh barang yang dijual dalam kondisi ideal.

Di lokasi terakhir, toko parsel tak jauh dari lokasi sebelumnya, petugas memeriksa kondisi makanan dan minuman yang dikemas dalam parsel. Hingga berakhir, tim tak menemukan pelanggaran produk makanan dan minuman yang dijual.

Menurut Kasi Ryan, produk konsumsi yang dijajakan di pusat perbelanjaan di Bontang berada dalam kondisi baik. Bahkan ada peningkatan kesadaran dari pihak pengelola pusat perbelanjaan itu sendiri.

Adapun kegiatan ini dilakukan sebagai langkah antisipatif pemerintah. Demi memastikan seluruh produk yang sampai ke konsumen nantinya dalam kondisi baik. Selain itu, kegiatan ini juga sebagai langkah pengawasan BPOM terhadap produk yang dipasarkan kepada konsumen. ***

Reporter : Fitri Wahyuningsih    Editor : Qadlie Fachruddin



Comments

comments


Komentar: 0