23 September 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Jokowi-Maruf Habiskan Rp606 M, Prabowo-Sandi Rp211 M


Jokowi-Maruf Habiskan Rp606 M, Prabowo-Sandi Rp211 M
Pasangan Calon Presiden-Wapres Joko Widodo (kedua kanan)-Ma\\\'ruf Amin (kanan) dan Prabowo Subianto (kedua kiri)-Sandiaga Uno (kiri) . ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

KLIKBONTANG.com -- Dua kubu, Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Tim Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menyerahkan Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Dana Kampanye (LPPDK) kepada Kantor Akuntan Publik (KAP) yang ditunjuk oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Bendahara TKN Jokowi-Ma'ruf, Sakti Wahyu Trenggono mengatakan total penerimaan akhir dana kampanye senilai Rp606.784.634.772 dan pengeluarannya mencapai Rp601.355.468.300. Sementara, Dalam laporannya, BPN melaporkan penerimaan dana kampanye sebesar Rp213,2 miliar.

"Saldo sebesar Rp1.646.467.006 kemudian dalam bentuk barang Rp3.782.699.170," ujar Wahyu di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (2/5/2019).

Bendahara TKN Jokowi-Ma'ruf, Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, pemasukan terbanyak berasal dari badan usaha nonpemerintah. Total dana yang didapat dari perusahaan mencapai Rp253,9 miliar yang terdiri dari 40 perusahaan.

Selain itu, ada pula pemasukan yang berasal dari kelompok. Pemasukan dari kelompok tersebut sebesar Rp251 miliar yang terdiri atas 17 kelompok. Sakti menuturkan, kelompok tersebut juga banyak didominasi oleh pengusaha. Biasanya, kata dia, pengusaha menyumbang dengan mengumpulkan bersama dan memberikan sumbangan dengan nama kelompok.

Sementara pemasukan dari perseorangan sebesar Rp21,86 miliar dari total 252 orang. Sumbangan perseorangan tersebut juga diakui Wahyu banyak didominasi oleh pengusaha. "[Sumbangan dari] paslon tidak ada. [Mayoritas] dari perusahaan, yang paling besar dari perusahaan, pengusaha," ucap Wahyu.

Wakil Bendahara Umum TKN Jokowi-Ma'ruf, Rerie Lestari menambahkan pengeluaran TKN sebesar Rp601.355.468.300. Sebagian besar untuk aktivitas kampanye pasangan calon, mulai dari penyediaan alat peraga kampanye (APK), bahan kampanye, pertemuan terbatas, pertemuan tertutup, rapat umum hingga iklan kampanye.

"Memang tiga komponen yang besar terutama APK dan kemudian iklan kemudian penyebarannya," jelas Rerie.

Terpisah, Bendahara Umum BPN, Thomas Djiwandono menuturkan mengatakan sumbangan terbesar dana kampanye BPN berasal dari Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno sebesar Rp192,5 miliar. Sandiaga diketahui menyumbang lebih besar daripada Prabowo.

Namun, Thomas tak dapat merinci secara spesifik berapa besaran dana kampanye yang diberikan oleh Sandiaga. "Lebih besar Pak Sandi di angka 55 [persen] mungkin 58 persen. Beda tipis. Nanti kita break down lagi," kata Thomas.

Selain itu, BPN juga menerima sumbangan perorangan dari masyarakat sebesar Rp9,3 miliar, sumbangan kelompok Rp1,1 miliar dan sumbangan partai politik Rp4,8 miliar. Total pengeluaran BPN Prabowo-Sandiaga selama berkampanye sebesar Rp211,5 miliar.

Menurut Thomas, dana kampanye Prabowo-Sandiaga paling banyak digunakan untuk bahan kampanye, yakni sebesar Rp60,8 miliar. BPN juga mengeluarkan anggaran sebesar Rp21 miliar untuk pertemuan tatap muka, Rp8,8 miliar untuk pembuatan desain alat peraga kampanye (APK), dan biaya rapat umum sebesar Rp33,7 miliar.

Thomas juga mengatakan, BPN masih menyisakan dana sekira Rp1.819.447.592. Sisa dana itu masih akan digunakan untuk operasional BPN hingga rekapitulasi suara final KPU pada 22 Mei 2019. "Kita masih tetap ada beberapa, BPN kan masih berjalan jadi hal-hal seperti itu daily operational itu masih berjalan sampai tanggal 22 nanti," tutur dia. ***




Comments

comments


Komentar: 0