16 September 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Modus Baru Money Politic di Bontang; Bagi-Bagi Voucer Ditukar Uang


Modus Baru Money Politic di Bontang; Bagi-Bagi Voucer Ditukar Uang
Agus Susanto menunjukan voucer untuk saksi pemantau yang nantinya ditukar uang. FITRI/KLIKBONTANG

KLIKBONTANG.com -- Sejak 13-16 April 2019, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) gencar melakukan patroli pengawasan. Bahkan pengawasan itu dilakukan 24 jam non-stop. Dengan tujuan, mencegah, menindak, dan mengawasi Pemilu 2019.

Namun dalam prosesnya, Bawaslu Bontang mendapati satu modus politik uang terbaru. Yakni berupa pembagian kupon dan voucer dengan nilai tertentu.

Hal ini diungkapkan Ketua Bawaslu Bontang, kala memimpin konferensi pers yang dihelat di ruang rapat Bawaslu Bontang. Jalan Letjen S Parman, Kelurahan Belimbing, Kecamatan Bontang Barat, Selasa (16/4/2019) petang.

Dijelaskan, informasi awal mengenai modus itu diperoleh dari pengawas tempat pemungutan suara (PTPS). Dari sana, informasi diteruskan ke Pengawasan Kecamatan (Panwascam), hingga sampai ke Bawaslu Bontang.

Berdasar laporan itu. Diketahui ada aktivitas mencurigakan di posko calon anggota legislatif (Caleg) DPR RI inisial RM di bilangan Selat Karimata, Kelurahan Tanjung Laut, Kecamatan Bontang Selatan. Yakni berupa perkumpulan massa semakin yang aktif ketika malam makin larut. Di mana, aktivitas itu berlangsung di masa tenang Pemilu. Dari sanalah diduga, ada indikasi terjadinya politik uang (Money politics).

Esok harinya, tim Bawaslu Bontang dipimpin Komisioner Agus Susanto langsung mendatangi posko mencurigakan itu. Tiba di lokasi, Agus dan tim langsung merangsek ke dalam posko. Di sana, ditemui aktivitas sejumlah orang yang mengatasnamakan diri sebagai sukarelawan. Masih di tempat sama pula. Ditemui berlembar-lembar voucer berwarna kuning.

Dalam proses mendatangi posko, Agus hanya mencecar sukarelawan dengan pertanyaan. Selanjutnya barang hasil temuan berupa vocer dibawa ke Sentra Gakkumdu. Untuk dikaji, sebab ada hal tak lazim dari voucer itu.

Pada Rabu, (16/4/2019) tepat pukul 11.00 Wita. Bawaslu Bontang dan Sentra Gakkumdu meminta klarifikasi lebih lanjut terkait vocer itu. Dari hasil klarifikasi, diketahui seorang pria inisial JM merupakan penanggung jawab atau ketua relawan Caleg DPR RI tersebut.

Dibawah JM, ia mengkoordinir Tim 17. Sedang tiap orang dari Tim 17 membawahi 50-100 orang. Estimasi, ada 500 'Saksi Pemantau' yang dikoordinir tim 17.

Menurut pengakuan salah seorang tim 17. Terdapat 5 ribu lembar voucer yang dicetak. Setiap voucer bernilai Rp 40 ribu. Dengan rincian, Rp 25 ribu uang transportasi, Rp 15 ribu uang makan. Voucer itu dapat dicairkan usai 'Saksi Pemantau' bertandang ke TPS.

"Pembagian voucer itu tidak dibenarkan. Karena indikasi money politics-nya sangat jelas," timpal Agus Susanto.

"Kami imbau bagi masyarakat. Jangan terima kalau ada yang bagi-bagi voucher. Karena ada ancaman hukumannya," tambahnya.

Saat ini, Bawaslu Bontang akui. Modus baru money politics ini mulai masif. Ada voucher berupa uang makan dan transportasi. Bahkan terbaru, berupa voucher ke salon kecantikan. "Ini lagi kamu telusuri. Nanti akan kami informasikan ke teman-teman kalau uda jelas," pungkas Agus Susanto.

Sementara, Caleg RM dikonfirmasi lewat telepon selulernya menyangkal adanya praktik politik uang. Bahkan dia mengaku tak memiliki tim pemenangan di Kota Bontang. Sebab, dia beranggapan sulit mendapatkan suara di Kota Bontang karena adanya Wali Kota Bontang periode sebelumnya yang ikut bertarung di Pemilu 2019 ini. 

"Tim saya tidak ada di Bontang. Kalau relawan saya kurang tahu ya. Saya tahu dirilah, Pak Adi Darma dan Sofyan Hasdam juga maju caleg DPR RI. Jadi kurang etislah saya ada tim disana," jelas dia. ***

Reporter : Fitri Wahyuningsih    Editor : Qadlie Fachruddin



Comments

comments


Komentar: 0