22 Agustus 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Serunya Bermain di Markas Damkar Bontang


Serunya Bermain di Markas Damkar Bontang
Para murid berfoto berlatar mobil pemadam kebakaran usai berkunjung di markas Satria Biru, Rabu, 13/03/2019. (KLIKBONTANG/FITRI)

KLIKBONTANG.com -- Dalam dua bulan terakhir. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Bontang sedang ditimpa tugas seabrek. Musababnya. Kebakaran lahan marak terjadi. Utamanya di daerah Bontang Lestari, Kecamatan Bontang Selatan.

Tercatat sepanjang Maret saja, sudah 10 kasus kebakaran terjadi. Namun disayangkan. Dari catatan kebakaran ini. Sebagian besar diduga miliki unsur kesengajaan.

Kendati tugas lagi padat. Disdamkartan tetap membuka kunjugan dari anak sekolah/insititusi pendidikan. Kali ini dari PAUD Cendrawasih. Ini mungkin nampak sederhana. Tapi sebenarnya, ini merupakan unsur tugas utama sang Satria Biru (Julukan Disdamkartam). Yaitu melakukan pencegahan bencana kebakaran. Hanya saja untuk kali ini. Sosialisasi pencegahan dilakukan pada murid PAUD Cendrawasih di markas Satria Biru, Rabu (13/3/2019) pagi.

Sekira 22-an murid begitu riang. Menyaksikan, menyentuh, dan merasakan sensasi menggunakan ‘Peralatan tempur’ milik Disdamkartan. Kala bertugas menjinakkan si jago merah. Seragam lengkap digunakan petugas Disdamkartan.

Dua unit armada Disdamkartan bersiaga di pelataran. Berikut alat penyelamatan lain. Dari kedua mobil yang berbentuk persegi panjang di belakangnya itu. Menjulur selang merah dengan air mengucur. Anak-anak paud berbaris. Tak rapi-rapi amat. Sebab beberapa dari mereka sabar menanti giliran memegang selang. Sedang lainnya terlampau kegirangan, dan tak mau menunggu.

‘’Sabar anak-anak. Tunggu omnya dulu yah,’’ kata guru yang mendampingi adik-adik PAUD itu.

Dijelaskan Danton Pasukan dan Penyuluh Disdamkartan Bontang, Norman. Kunjungan ini merupakan yang ke-17 sepanjang tahun 2019. Ia katakan, Disdamkartan memang rutin menerima kunjungan seperti ini. Bukan hanya dari murid Paud. Pun juga dari sekolah-sekolah di Bontang.

‘’Ini rutin. Besok hingga Jumat ful kunjungam semua. Sebelumnya sekolah bersurat dulu ke kami. Tapi balasan dari kami biasanya tak lama,’’ terang dia.

Kata Norman. Sekolah paud membawa anak didik ke Disdamkartan untuk sejumlah alasan. Diantaranya agar mereka mengetahui tugas berat diemban Disdamkartan. ‘’Karena Disdamkartan tidak hanya memadankan kebakaran. Juga lakukan aksi penyelamatan lain,’’ imbuhnya.

Selain itu. Agar anak didik dapat menyaksikan langsung apa yang telah dipelajari di kelas. ‘’Kata gurunya sesuai tema. Kalau di kelas belajar tetang buku, murid dibawa ke perpustakaan. Nah ini belajar tentang pemadam. Maka dibawa ke markas kami,’’ papar Norman pada KlikBontang, sembari menyaksikan adik-adik PAUD berfoto ria di depan mobil merah Disdamkartan.

Setiap kunjungan itu. Lantas Dimanfaatkan Disdamkartan untuk melakukan sosialisasi. Perihal tindakan perventif mengantisipasi kebakaran, dan apa yang mesti dilakukan bila bencana itu kadung terjadi.

‘’Kan ada adik-adik. Kami kasih tahu. Jangan suka main korek sembarangan. Atau bahanya api itu apa. Kepada orangtua yang mendampingi juga sama. Kami sosialisasikan. Cuma lebih detil, pastinya,’’ kata dia.

Sebelum akhiri perbincangan di pagi yang cerah itu. Norman berharap publik mau menjadi mitra Disdamkartan. Dalam mencegah bencana kebakaran. Terlebih di cuaca ekstrem laiknya saat ini.

‘’Pasukan kami terbatas. Saya berharap masyarakat mau bekerja sama dengan kami. Tolong. Jangan buang puntung rokok sembarang. Jangan sengaja membakar lahan. Selain itu membayakan. Pun ada hukuman mengancam,’’ harap Norman.

Selain itu. Norman katakan bahwa indikator keberhasilan Disdamkartan bukan ketika mereka berhasil menjinakkan si jago merah. Bukan itu. Tapi ketika Sang Satria Biru berhasil menekan angka kebakaran tiap waktunya.

‘’Itu tentu tak bisa dilakukan bila Disdamkartan bekerja sendiri. Kami butuh warga bekerja sama dengan kami,’’ pungkasnya. ***

Reporter : Fitri Wahyuningsih    Editor : Said NR



Comments

comments


Komentar: 0