27 Mei 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Jokowi Tak Rela Indonesia Diperintah Orang Tak Berpengalaman


Jokowi Tak Rela Indonesia Diperintah Orang Tak Berpengalaman
Presiden RI Joko Widodo. (Ist)

KLIKBONTANG.com -- Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) menegaskan dirinya telah berpengalaman dalam mengelola pemerintah. Oleh karena itu, ia mengungkapkan tidak mudah mengelola negara besar seperti Indonesia tanpa pengalaman.

"Tidak mudah mengelola negara ini. Dibutuhkan pengalaman untuk mengelola negara ini. Jangan sampai negara sebesar ini diberikan kepada orang yang belum berpengalaman. Sekali lagi, menakhodai kapal sebesar Indonesia ini butuh nakhoda yang berpengalaman," ujar Jokowi saat Deklarasi Alumni Sriwijaya Bersatu di Palembang Sport & Convention Center, Sumatera Selatan, Sabtu (9/3).

Jokowi pun mengaku dirinya bersyukur telah diberi pengalmaan mengelola pemerintah dari yang terkecil. Mulai di dunia usaha, kemudian menjadi Wali Kota Solo dua periode, menjadi Gubernur DKI, hingga puncaknya menjadi Presiden RI.

Capres petahana ini mengatakan Indonesia memiliki 17 ribu pulau dan 269 juta penduduk yang merupakan kekayaan tak disadari. Seluruh 714 suku yang ada di Indonesia harus dijadikan modal persatuan dan kesatuan bangsa agar bisa menjadi negara hebat di dunia.

Dirinya menyadari adanya tantangan dan rintangan dalam mengelola pemerintahan negara sebesar Indonesia. Oleh karena itu rakyat Indonesia harus diberi informasi dan pemahaman yang meningkatkan optimisme sehingga Indonesia akan semakin cepat maju.


"Jangan sampai rakyat, masyarakat dibawa ke hal yang pesimis. Rakyat perlu dipompa, diberi optimisme. Jangan sampai rakyat ditakut-takuti Indonesia akan bubar. Jangan sampai rakyat ditakuti Indonesia akan punah. Itu ngajak masyarakat untuk pesimis.  Kita harus optimis, kita harus optimis, kita harus optimis," tegas mantan Gubernur DKI Jakarta ini.

Jokowi lalu meminta para pendukungnya agar lebih militan dalam memberikan dukungan dan menggalang suara agar dirinya bisa memenangkan Pemilihan Presiden (Pilpres) pada 17 April mendatang. 

"Saya ingin kita semua, karena 17 April kurang dari 40 hari lagi. Saya titip karena mash ada pekerjaan besar, jadi militansi ini penting sekali. Tolong sampaikan ke teman, tetangga door to door," ucapnya. 

Calon presiden petahana itu tak hanya meminta para pendukungnya untuk semakin gencar menghimpun suara baginya, namun juga untuk menangkis berbagai isu-isu tidak benar alias hoaks yang berkembang jelang pesta demokrasi. 

Ia menjabarkan isu hoaks yang kerap menimpanya, yaitu larangan suara adzan bila terpilih kembali menjadi orang nomor satu di Indonesia. Kemudian, ada pula isu bahwa ia akan mengizinkan pernikahan sesama jenis, penghapusan pelajaran agama, hingga kriminalisasi ulama. 

"Tolong sampaikan pada masyarakat jangan termakan isu-isu seperti itu. Tolong jelaskan, jangan sampai (elektabilitas) anjlok 8 persen gara-gara ini," katanya. 

Di sisi lain, Jokowi juga kembali mengampanyekan tiga kartu sakti yang dijanjikannya bila berhasil memegangkan kontestasi politik, yakni Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, Kartu Prakerja, dan Kartu Sembako Murah. 

Sementara itu, di hadapan Jokowi, ribuan Alumni Sriwijaya Bersatu mendeklarasikan untuk mendukung pasangan calon nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf dalam pilpres 17 April mendatang. Massa yang merupakan putra daerah Sumsel berasal dari puluhan universitas di seluruh Indonesia bertekad untuk memenangkan Jokowi-Ma'ruf. (*)

Reporter : CNN    Editor : KLIKGROUP



Comments

comments


Komentar: 0