16 Juni 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Marak Lahan Terbakar, Polisi Buru Pelaku


Marak Lahan Terbakar, Polisi Buru Pelaku
Kebakaran lahan kosong di Kelurahan Bontang Lestari belum lama ini.

KLIKBONTANG.com -- Kawasan hutan lindung, Kelurahan Bontang Lestari, Kota Bontang terbakar. Polres Bontang pun memburu oknum yang diduga sengja membakar untuk membuka lahan pertanian.

Kapolres Bontang AKBP Siswanto Mukti menjelaskan, kini jajarannya masih menyelidiki kasus ini. Sejauh ini belum ada tersangka yang berhasil ditangkap sejak kebakaran terjadi.

"Petugas kami terkendala mencari bukti oknum pembakar. Sebab, lahan yang dibakar merupakan milik negara, sedangkan saksi di lapangan ketika ditanya mengaku tidak mengetahui penggarap lahan tersebut," jelas dia.

Polisi bekerja sama dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kota Bontang, BPBD, Kodim 0908 dan stakeholder terkait memantau dan memadamkan ketika terjadi kebakaran lahan dan hutan.

Langkah ini dilakukan untuk lebih mudah memantau pergerakan oknum pembakar lahan yang massif beraksi beberapa pekan terakhir. "Mereka memanfaatkan kondisi cuaca terik dan suhu tinggi untuk membuka lahan dengan cara membakar," tambahnya.

Pun demikian, Polres bakal memantau penggarap lahan yang berada di kawasan hutan lindung. Petugas mengaku masih mengintai para penjarah lahan ini, namun ketika terbukti pihaknya bakal memberikan sanksi tegas kepada pelaku.

Dukungan juga datang dari Pemkot Bontang. Yakni, mengintruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) memasang spanduk larangan bakar lahan di kawasan Hutan Lindung Bontang. Edaran surat yang diteken Pj Sekretaris Daerah Agus Amir ini disebarkan melalui jejaring sosial grup Whatsapp Pemkot Bontang.

Dalam edaran itu, Pemkot mewajibkan seluruh OPD atau 42 instansi di Kota Bontang memasang spanduk larang sepanjang jalan Ir Soekarno -Hatta dan Moh Roem, Kelurahan Bontang Lestari, Kecamatan Bontang Selatan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bontang, Ahmad Yani mengatakan pihaknya telah memasang tiga spanduk larangan membakar lahan di tiga lokasi berbeda. Pesan imbauan yang dipasang menyesuaikan dengan format yang telah diintruksikan kepada seluruh dinas.

"Kami sudah pasang pak, ada tiga lokasi, di dekat Kantor Walikota, di dekat Alam Sejati dan ruas jalan Ir Soekarno -Hatta," kata Ahmad Yani dikonfirmasi, Kamis (7/3).

Yani menjelaskan, intruksi Sekda ini segera dilakukan oleh seluruh OPD Kota Bontang. Beberapa OPD juga mulai ikut memasang spanduk di sejumlah titik yang telah ditentukan. Pemasangan spanduk ini bertujuan, agar dapat menekan angka kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di kawasan hutan lindung.

Dijelaskan, di dalam surat tersebut Sekda menyinggung soal dampak iklim El Nino 2019 ini. Cuaca terik panas, dan tak hujan sejak beberapa pekan terakhir membuat lahan semak belukar rawan untuk terbakar.

"Spanduk imbauan tersebut juga mengajak masyarakat untuk tidak membakar sampah, membuang puntung rokok di sembarang tempat. Titik api kecil saat ini bisa berdampak kebakaran hutan dan lahan cukup besar," urai Yani.

25 Kebakaran Terjadi sejak Januari

SEJAK Januari 2019 hingga 4 Maret 2019 tercatat sudah sebanyak 25 kebakaran terjadi di Bontang. Yakni, sudah terjadi di 18 titik lokasi. Lalu, untuk Maret saja, sudah terjadi 10 kebakaran lahan di Kota Taman--sebutan lain Kota Bontang.

Meminjam data Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Bontang, pada Januari tercatat 8 kebakaran. Dua diantaranya merupakan kebakaran lahan. Sementara pada Februari sebanyak 7 kasus. Enam diantaranya kebakaran lahan.

Terbaru, Selasa, (5/3/2019) terjadi di tiga titik lokasi kebakaran lahan di Jalan Soekarno Hatta Bontang Lestari. Bahkan pada Ahad, (3/3/2019) dan Senin (4/3/2019) lalu kebakaran lahan juga terjadi di empat dan tiga titik sekaligus.

Kepala BPBD Bontang, Ahmad Yani menjelaskan suhu udara di Bontang yang mengalami kenaikan yang cukup ekstrim pun diduga menjadi salah satu pemicu kebakaran lahan. Normalnya suhu udara mencapai 28 derajat celcius, belakangan suhu Bontang bisa mencapai 31-35 derajat celcius.

"Faktor ini membuat percikan api kecil bisa cepat membesar membakar lahan ataupun hutan di wilayah Bontang Lestari," katanya. ***

Reporter : Said NR    Editor : KLIKGROUP



Comments

comments


Komentar: 0