15 Oktober 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Buktikan Kualitas NPK Pelangi, Demplot Tomat Sukses Hasilkan Panen Maksimal


Buktikan Kualitas NPK Pelangi, Demplot Tomat Sukses Hasilkan Panen Maksimal
Anggota Kelompok Tani Agro Lestari bersama manajemen Pupuk Kaltim ikut memanen tomat varietas Servo F1 hasil pemupukan dengan NPK Pelangi 16-16-16.(Humas Pupuk Kaltim)

KLIKBONTANG.com - Pembuktian kualitas produk NPK Pelangi 16-16-16, Pupuk Kaltim mengujikan penggunaannya ke Varietas Tomat Servo F1 yang dikelola Kelompok Tani Agro Lestari di Kelurahan Bontang Lestari, Kecamatan Bontang Barat, Rabu 6 Maret 2019.

Di demplot ini, lahan seluas kurang dari satu hektare tersebut ditanami sekitar 7.000 bibit tomat. Dikelola Kelompok Tani yang diketuai Mochammad Daroini didampingi penyuluh lapangan atau PPL dari Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKP3) Bontang yaitu Bambang Tridaryono.

Superitendent Dept. Pelayanan dan Komunikasi Produk (Yankomduk) Pupuk Kaltim, Ludvi Widodo menjelaskan di Demplot ini menggunakan metode Pemupukan Berimbang.

"Melalui Demplot, Pupuk Kaltim dapat mendemonstrasikan bagaimana keefektifan menggunakan produk kami," ucapnya saat momen panen kelima kalinya Demplot Kelompok Tani Agro Lestari, Rabu 6 Maret 2019.

Disamping itu, mendorong tumbuhnya kawasan atau lahan pertanian lain di sekitar Demplot. Sekaligus, mendukung berdirinya kios-kios penjualan produk pupuk.

Ia mengkisahkan seperti yang telah terjadi di Muara Badak. Sebelumnya para petani belum begitu berkembang, namun setelah dilakukan pendampingan intensif oleh Pupuk Kaltim, hasilnya bertumbuh baik. Sudah ada beberapa kios pupuk yang siap melayani kebutuhan petani.

"Kami berharap nantinya disini tumbuh seperti itu," tuturnya.

Tidak hanya tomat, tanaman lain seperti lombok ataupun jagung juga dapat dikembangkan. Bagian dari Horticultura, yaitu tanaman yang tidak mengenal musim. "Cepat tumbuh, cepat berbuah, cepat panen dan cepat perputaran ekonominya," tambahnya.

Untuk produk sejenis, harga NPK Pelangi memang terbilang lebih mahal karena tidak adanya subsidi pemerintah. Namun, hasilnya terbilang sangat maksimal. Mampu menghasilkan panen buah yang lebih banyak.

Di tempat sama, Kasi Pertanian, Hortikultura dan Perkebunan DKP3 Bontang, Deborah menjelaskan pengembangan tanaman holtikultura melalui demplot sangat diharapkan para petani karena bisa mendapatkan bantuan pupuk secara gratis.

"Biasanya para petani memang lebih sering menggunakan pupuk Ponska. Lebih murah harganya karena ada subsidi langsung dari pemerintah," ujarnya.

Disini, para petani telah melakukan berbagai uji coba pemupukan. Hasilnya, lebih maksimal menggunakan NPK Pelangi 16-16-16 produksi PT Pupuk Kalimantan Timur.

Deborah berharap, Demplot ini dapat berkembang dan menumbuhkan kelompok tani lainnya. Ia pun menuturkan rasa terima kasih kepada kelompok Agro Lestari yang sudah bekerja keras. Walaupun kondisi kemarau, tanaman yang ada disini cukup subur.

"Hasilnya sangat bagus, hampir tidak ada hama penyakit yang menyerang. Ditengah iklim kekeringan saat ini," sebutnya.

Di akhir sambutan, tak lupa Ia pun mengucap terima kasih kepada Pupuk Kaltim yang telah membantu kelompok tani ini dengan mensubsidi penggunaan pupuk. Bantuan pupuk sangat meringankan beban produksi para petani.

Dinas yang fokus pengembangan bidang pertanian ini pun berharap Demplot dapat diujikan ke tanaman selain tomat. Misalnya jagung, cabe dan sebagainya pun dapat disubsidi. Deborah berpesan kepada para petani agar bantuan yang diberikan perusahaan ini dapat memacu semangat mereka meningkatkan kualitas pertaniannya.

Sementara itu, Muchammad Daroini, Ketua Kelompok Tani Agro Lestari menerangkan hasil dari beberapa metode pemupukan yang dilakukan. Pupuk NPK Pelangi 16-16-16 punya hasil paling maksimal.

Sejak berdirinya, Demplot ini sudah menghasilkan total panen sebanyak 2,1 ton. Hasilnya terus merangkak naik dari panen awal yang hanya berkisar setengah kuintal. Panen yang kelima kali ini diperkirakan mencapai 1 ton lebih.

"NPK Pelangi 16-16-16, pemupukan susulannya satu kali sampai panen.
Sedangkan NPK Ponska 3 kali. Hasilnya, lebih maksimal NPK Pelangi dengan selisih mencapai 40 persen," terangnya bersama Budi Santoso, anggota kelompok.

Berbicara kendala yang dihadapi, faktor alam atau cuaca pun ditengarai juga cukup berperan menghambat pertumbuhan. Curah hujan yang minim membuat pasokan air pun terbatas.

"Hasil panen nanti akan kami bawa ke Pasar Rawa Indah. Alhamdulillah, maksimal panennya," tuturnya.(inforial)

Reporter : Darwin Tri    Editor : KLIKGROUP



Comments

comments


Komentar: 0