16 September 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Gigi Anak Bisa Prediksi Kesehatan Mental Masa Depan


Gigi Anak Bisa Prediksi Kesehatan Mental Masa Depan
Ilustrasi

KLIKBONTANG.com -- Bentuk dan kondisi gigi anak-anak dapat membantu dokter mendiagnosis masalah kesehatan mental tahap awal dan memprediksi perkembangannya pada masa depan, menurut penelitian baru.

Para ilmuwan yang memeriksa gigi yang tanggal pada anak berusia enam tahun menemukan adanya jejak pada permukaan gigi yang terkait dengan masalah perilaku.

Peneliti mengatakan, anak-anak dengan enamel gigi tipis ditemukan memiliki kesulitan berkonsentrasi dan berperilaku agresif saat tumbuh dewasa. Ciri-ciri tersebut telah dikaitkan dengan kesehatan mental yang buruk pada kemudian hari.

Hubungan yang terlihat sangat jelas sehingga tim peneliti menyimpulkan kondisi gigi bisa memberikan dugaan masalah kesehatan mental pada masa depan anak.

"Sebagai komunitas ilmiah, kami telah menghabiskan waktu puluhan tahun mencoba menemukan cara untuk mengidentifikasi orang--terutama anak-anak--yang berisiko memiliki masalah kesehatan mental pada masa mendatang," kata Dr Erin Dunn, seorang psikiater di Rumah Sakit Umum Massachusetts yang memimpin penelitian.

"Bayangkan jika gigi bisa mulai membuka misteri itu."

Dalam sebuah penelitian yang dipresentasikan pada pertemuan Asosiasi Amerika untuk Kemajuan Ilmu Pengetahuan (AAAS) di Washington DC, Amerika Serikat, Dr Dunn dan rekan-rekannya menganalisis gigi dari 37 anak berusia lebih dari enam tahun.

Setiap kali anak-anak kehilangan gigi susunya, tim meminta orang tua menyumbangkannya untuk penelitian sehingga para pakar dapat menganalisis tidak hanya enamel tetapi juga volume pulpa gigi dan faktor-faktor lainnya.

Gambar resolusi tinggi yang diambil dari gigi memungkinkan tim peneliti untuk mengidentifikasi korelasi antara karakteristik gigi dan perilaku yang dilaporkan oleh guru serta orang tua.

Para ilmuwan menemukan bahwa, untuk sampel yang relatif kecil ini setidaknya, hubungan antara gigi dan perilaku bahkan lebih besar dari hubungan yang sebelumnya ditunjukkan dengan faktor sosial ekonomi.

Temuan ini sangatlah mengejutkan mengingat status sosial ekonomi umumnya dianggap sebagai cara terbaik untuk memprediksi masalah kesehatan mental masa anak dan orang dewasa.

Untuk memudahkan proses penelitian, peneliti meminta partisipan orang tua untuk mendokumentasikan pertumbuhan gigi anak-anak mereka selama masa kehamilan dan tahun-tahun awal fase tumbuh kembang.

Dr Erin Dunn juga menemukan bukti bahwa gigi dapat menunjukkan risiko depresi, kecemasan, bipolar, dan skizofrenia.

Jika ibu atau bayi hamil banyak mengonsumsi makanan yang buruk atau mengalami stres bisa berdampak buruk pada perkembangan gigi dan juga bisa dikaitkan dengan timbulnya masalah kesehatan mental.

Dr Dunn mengatakan, sementara gigi sering digunakan oleh para antropolog dan arkeolog untuk memahami kehidupan seseorang, tetapi potensial gigi untuk memetakan kesehatan mental telah benar-benar diabaikan.

"Apa yang benar-benar mengejutkan saya adalah kemampuan gigi yang belum dimanfaatkan," pungkasnya.

Dia berharap, temuan yang disimpulkan oleh tim peneliti ini dapat memudahkan analisis risiko gangguan mental pada seseorang dari usia dini. (*)

Reporter : Beritagar    Editor : KLIKGROUP



Comments

comments


Komentar: 0