16 Februari 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Aksi Tuntut Penuntasan Kasus RPU Balikpapan Ricuh, Mahasiswa dan Wartawan Terluka


Aksi Tuntut Penuntasan Kasus RPU Balikpapan Ricuh, Mahasiswa dan Wartawan Terluka
Aksi dorong mahasiswa dan polisi saat demo di Balikpapan.

KLIKBONTANG.com -- Kericuhan sempat terjadi saat mahasiswa pelbagai elemen di Balikpapan berunjuk rasa, Senin, 10/2/2019. Mereka menuntut penuntasan kasus Rumah Potong Unggas, yang diduga melibatkan sejumlah petinggi eksekutif dan legislatif.

Aksi dilakukan di depan Pemkot Balikpapan. Mahasiswa sempat memblokir jalan dan membakar ban bekas. Para pengunjuk rasa mengelilingi ban bekas itu sambil bernyanyi, "Hari-hari esok adalah milik kita. Terciptanya masyarakat sejahtera."

Polisi pun bertindak tegas melakukan penertiban. Sejumlah mahasiswa sempat berlarian ke gedung PMI. Aksi pemukulan polisi terhadap pengunjuk rasa yang menuntut dugaan korupsi di Balikpapan, mengakibatkan jatuhnya korban.

Sedikitnya 10 orang luka-luka. Mereka dilarikan ke dua rumah sakit di Balikpapan, yakni RS Bhayangkara dan Pertamina, Senin sore, 11/2/2019.

Rata-rata para korban mengalami sesak nafas, pusing, ada pula yang harus dirontgen. Satu pengunjuk rasa Ardi, aktivis HMI Balikpapan mengalami luka di tangan kiri hingga harus digips.

Aktivis HMI Balikpapan, Aulia Rahman, yang juga menjadi korban menilai polisi melanggar protap penertiban demo. "Polisi sangat represif terhadap kami. Jelas menyalahi protap," tuturnya di rumah sakit, Senin sore.

Ia meminta aparat bertanggung jawab terhadap aksi pemukulan itu. Para pengunjuk rasa terdiri dari seluruh universitas di Balikpapan. Mereka tergabung dalam lintas organisasi: Himpunan Mahasiswa Islam, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia, dan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia. Dalam aksi itu sedikitnya 10 korban dilarikan ke rumah sakit.

"Kami dipukul, ditendang, diinjak sampai pusing dan ada yang pingsan. Represif banget. Ketum HMI (Rifqi Usman, red) kini masih tergolek di RS Pertamina Balikpapan," jelasnya.

Selain mereka, korban lainnya adalah Ardiansyah, Herman (PMII), Roby, Alwi (GMKI), Yosep Korlap Aksi (GMNI), Ardi, Aco (HMI). Selain peserta aksi, wartawan KLIK Balikpapan, Rahadian Zulkarnain Fagi juga menjadi korban pemukulan polisi. Rahadian kini berada di UGD RS Bhayangkara bersama korban lain.

Dian, begitu ia disapa, menceritakan kronoligisnya. Awalnya ia bersama jurnalis Balikpapan lain memantau aksi demo.

"Habis wawancarai pak Faisal Tola (Ketua Komisi I DPRD) dan penyidik kita pada istirahat," ujarnya. 

Setelah itu, para pengunjuk rasa menanti kedatangan Ketua DPRD dan Walikota Balikpapan. Di jeda penantian itu, para jurnalis rehat sambil memantau jalannya aksi. Ada yang di pinggir jalan, trotoar dan lainnya. Dian sendiri saat itu berada di tengah jalan dekat pengunjuk rasa.

Ia ingin mewancarai peserta aksi. "Tiba-tiba terjadi chaoss. Kejadiannya cepat sekali. Saya sudah teriak sebagai wartawan tapi tetap perisai polisi tetep mengenai kepalaku. Di situ langsung setengah sadar," ujarnya. 

Ia pun dilarikan ke UGD RS Bhayangkara. Sampai malam ini, Dian dan para korban masih berada di rumah sakit. Kapolres Balikpapan, Kapolres Balikpapan AKBP Wiwin Fitra, mengatakan para pengunjuk rasa menganggu ketertiban umum.

Sehingga pengemudi jalan terganggu tidak bisa lewat," kilahnya. Polisi pun melakukan tindakan tegas. Ia mengaku terjadi kontak fisik antara mahasiswa dan anggotanya. "Mahasiswa dan anggota kita juga ada yang terluka. Mereka dievakuasi ke rumah sakit," jelasnya lewat KlikBalikpapan.co.

Terkait jatuhnya korban, Wiwin berjanji akan melakukan pemeriksaan terhadap anggotanya. Apakah menyalahi protap atau tidak. "Bila terbukti ada polisi yang melakukan pelanggaran, akan kita proses. Saya akan bertanggung jawab," janji Wiwin. ***

Reporter : Rahardian    Editor : KLIKGROUP



Comments

comments


Komentar: 0