16 Februari 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Rumput Laut Diduga Tercemar, Pendapatan Petani Turun Drastis


Rumput Laut Diduga Tercemar, Pendapatan Petani Turun Drastis
Maskur, salah seorang petani rumput yang laut yang mengaku menjadi korban pencemaran pengerukan laut. (Klikbontang/Arsyad Mustar)

KLIKBONTANG.com -- Pendapatan petani rumput laut Kampung Tihi-Tihi, Kelurahan Bontang Lestari, Kecamatan Bontang Selatan menurun drastis. Mereka menyebut hal itu disebabkan pencemaran akibat pengerukan laut. Seperti yang disampaikan Hamzah (41), salah satu anggota kelompok tani dan budidaya rumput laut. Dia menyebut, sebelum adanya pencemaran, hasil rumput laut yang bisa dipanen sebanyak 21 kuintal dalam kondisi kering.

Namun, kini dia hanya memperoleh 1 hingga 2 kuintal saja dari total 57 lahan rumput laut miliknya. Bayangkan saja, harga per kilogram rumput laut di pasaran Rp 6-20 ribu. Hamzah mengeluhkan soal pendapatannya itu, sebab hanya profesi ini yang dia lakoni untuk menafkahi istri dan dua anaknya. Meski kini rusak parah dan tidak seberapa hasilnya, dia tetap menanam rumput laut.

"Hanya itu yang saya kerja dari dulu. Tidak ada yang lain,” ujarnya kepada Klikbontang usai mengikuti rapat dengan Komisi III DPRD Bontang, Senin (11/2/2019).

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani, Maskur mengaku sudah meminta ganti rugi sejak 2017 silam. Namun hingga kini tak kunjung cair. Padahal, saat membangun usaha rumput laut itu, mereka sudah menghabiskan ratusan juta rupiah.

"Rp  250 juta modal habis. Kami tunggu tapi tidak ada juga cair dari perusahaan," sebut Maskur mengeluhkan nasib yang dialami bersama koleganya.

Maskur beserta tiga teman kelompoknya, yaitu Samal, Rusming, dan Hamzah masing-masing memiliki lahan rumput laut. Totalnya ada 343 lahan. Semuanya mati akibat pencemaran itu. Mereka berharap perusahaan segera mengganti kerugian yang dialami. Supaya bisa kembali memproduksi rumput laut dengan jumlah yang sama sebelum kejadian.

Terkait hal ini, Kepala Bidang (Kabid) Perikanan, Tangkap dan Budidaya, Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKP3), Syamsu Wardi mengaku akan mempelajari terlebih dulu.

"Kerusakan rumput laut disebabkan banyak faktor. Seperti hujan deras membuat pertumbuhan rumput laut terganggu, juga penyakit yang menyerang tanaman," katanya. (*)

Reporter : Arsyad Mustar    Editor : KLIKGROUP



Comments

comments


Komentar: 0