16 Februari 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Setahun Ada 10 Ribu Pencari Kerja di Bontang, yang Diterima hanya 1.623


Setahun Ada 10 Ribu Pencari Kerja di Bontang, yang Diterima hanya 1.623
Ilustrasi

KLIKBONTANG.com -- Berdasar data perkembangan pencari kerja, lowongan, dan penempatan tenaga kerja Dinas Ketenagakerjaan (Dinker) Bontang, sepanjang tahun 2018, lowongan kerja yang tersedia hanya mampu menyerap 1.623 pencari kerja (Pencaker), Jumat (18/1/2019). Tercatat, 10.602 orang yang mendaftar atau membuat Kartu Pencari Kerja (AK-1) di Disnaker Bontang pada 2018. Dengan rincian, 8.013 orang pencaker laki-laki, dan 2.589 perempuan.

Sedang lowongan kerja (loker) terdaftar resmi di Disnaker Bontang hanya untuk 2.707 orang. Kebutuhan loker laki-laki sebanyak 2.340, dan perempuan 367.Kemudian realisasi penyerapan tenaga kerja berdasarkan loker yang tersedia hanya 1.623. Untuk laki-laki 1.481, dan perempuan hanya 142.

Kepala Bidang Pelatihan Produktivitas dan Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Bontang, Usman menjelaskan, adanya gap antara loker terdaftar dan realisasi penyerapan tenaga kerja disebabkan tiga hal.Pertama, loker tersedia atau tercatat resmi di Disnaker tak selalu dikhususkan semata untuk warga Bontang. Ada pula loker yang terbuka untuk semua, tanpa melihat domisil pencaker sebagai prasyaratnya.

"Kan banyak juga pencaker dari luar Bontang. Seperti Jawa, Sulawesi, dan Sumatera. Disini kita mencatat loker yang terdaftar, serta warga Bontang yang diterima kerja. Makanya ada sisa itu, antara loker tersedia sama penyerapannya," jelas Usman pada Klikbontang.

Kedua, adanya gelombang TKA masuk Bontang pada 2018 cukup besar. Usman mencontohkan seperti yang terjadi di Proyek Pembangunan Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Teluk Kadere. Dikatakannya, TKA yang dilaporkan hanya 130-an orang. Namun ia menaksir, bahkan bisa mencapai 300 orang.

"Mereka ini (TKA) kerjain pekerjaan kasar. Masa ada dalam satu proyek itu tiga orang Tiongkok berdiri cor parit. Harusnya kerja begitu tidak perlulah mereka kerjakan. Tenaga lokal bisa kayak begitu, '' papar Usaman dengan sedikit geram.

Dan ketiga, pengumuman hasil seleksi belum tuntas hingga memasuki tahun 2019. Serta kelanjutan proyek yang mengiklankan loker di Disnaker tidak jelas. Masih menggantung dan simpang siur.

"Kalau ini, perusahaan buka loker. Tapi kelanjutan proyeknya menggantung. Jadi orang-orang yang melamar kerja tidak tahu kelanjutan loker itu. Jalan kah, atau tidak,'' imbuhnya.

Usman menambahkan, loker terdaftar di Disnaker dengan loker yang sebenarnya terbuka di 2018 sangat pasti berbeda. Pasalnya, ada perusahaan yang membuka loker tidak melalui Disnaker. Tapi langsung lakukan perekrutan.

"Yang tercatat di kami (Disnaker) kan cuma buka loker untuk 2.707 orang. Tapi angka ini bisa lebih, mungkin 3.000 lebih atau 4.000-an. Bagaimana tidak, ada perusahaan kayak proyek-proyek itu langsung rekrut enggak lewat Disnaker," katanya. (*)

 

Reporter : Fitri Wahyuningsih    Editor : KLIKGROUP



Comments

comments


Komentar: 0