20 Juni 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Fenomena Langka, Jutaan Jangkrik dan Belalang Invasi Makkah


Fenomena Langka, Jutaan Jangkrik dan Belalang Invasi Makkah
Jutaan jangkrik keluar dari lubang bawah tanah di sekitar Masjidil haram. (Foto: Twitter)

KLIKBONTANG.com -- Sebuah fenomena langka terjadi di Masjidil Haram, kota suci Makkah, Arab Saudi. Jutaan jangkrik dan belalang entah dari mana datangnya "menginvasi" Masjidil Haram dan rumah-rumah warga.

Diberitakan media Gulf Business, fenomena mengejutkan itu terjadi sepanjang pekan ini. Sebelumnya, video dan foto jutaan jangkrik dan belalang di Masjidil Haram telah ramai dibagikan di media sosial.

Dalam video-video tersebut, terlihat jangkrik-jangkrik dan belalang berwarna hitam itu berada di lantai, tembok, dan tiang masjid. Bahkan banyak jangkrik itu yang merayap ke pakaian para jemaah. 

Bunyi suara jangkrik terdengar nyaring dalam salah satu video. Seakan tidak terganggu dengan keberadaan jangkrik-jangkrik, beberapa jemaah masih terlihat duduk-duduk di lantai masjid. 

Menurut seorang jemaah seperti dikutip media Arab, The National, Selasa (8/1) lalu, jangkrik memenuhi Masjidil Haram, bahkan sampai ke dekat Kakbah. 

"Pada Sabtu malam saya salat di Masjidil Haram dan serangga di mana-mana, masjid seperti mengundang mereka, tidak hanya di pekarangan, bahkan di sekitar Kakbah," kata warga, Abdulwhab Soror, 64.

"Saya telah hidup di Makkah seumur hidup dan tidak pernah menyaksikan hal seperti ini," lanjut dia.

Jacky Judas, penasihat masalah lingkungan di WWF dan lembaga pelestari alam Emirates Nature, juga mengaku terkejut dengan fenomena ini. Dia tidak tahu pasti penyebabnya.

"Mungkin mereka lolos dari kandang peternakan jangkrik dan menyebar dalam jumlah besar, atau mungkin ada kondisi khusus yang mendorong peningkatan jumlah dan perkembangbiakan mereka. Tapi saya tidak tahu pasti," kata Judas kepada The National.

Warga mengeluhkan keberadaan serangga-serangga itu. Suara jangkrik yang berisik dianggap mengganggu tidur warga.

Pemerintah Kota Makkah membenarkan fenomena tersebut. Dalam pernyataannya, Pemkot Makkah menyebut serangga-serangga itu sebagai "belalang hitam" dan mengatakan jutaan jangkrik dan belelang itu dalam tahap migrasi.

Untuk membersihkan serangga-serangga tersebut, Makkah membentuk 22 tim yang terdiri dari 138 orang untuk membasminya. Mereka membawa sekitar 111 alat pembasmi.

Dalam berbagai foto dan video yang beredar, tim ini menyemprotkan asap di Masjidil Haram dan sekitarnya sehingga membuat jangkrik-jangkrik itu mati. Sementara petugas lainnya menyapu bangkai-bangkai serangga itu.

"Kami fokus di tempat-tempat reproduksi dan berkembang biak serangga, selokan, dan sumber air terbuka di lapangan sekitar Masjidil Haram dan seluruh toilet di masjid," ujar pernyataan Pemerintah Kota Makkah.

Seorang profesor fisiologi dari Umm Al-Qura University, Hamed bin Mohamed Metwally menjelaskan kepada media Palestina, bahwa keberadaan jangkrik dan belalang memang bisa meningkat pada waktu dingin dan akan menghilang dalam empat hingga enam minggu kemudian.

Ditambah lagi, saat ini Makkah sedang dalam fase "dingin". Berdasarkan data cuaca dari situs Accu Weather, cuaca di Makkah sejak awal 2019 sampai sekarang berada di kisaran antara 31 derajat celcius di siang hari dan sekitar 22 derajat celcius di malam hari.

Biasanya, kota suci umat Islam ini punya temperatur sangat tinggi di musim panas, bahkan sering kali mencapai lebih dari 40 derajat Celcius di siang hari. Sementara pada bulan November hingga Januari, biasanya turun hujan ringan di Makkah. Pemerintah kota Makkah juga menjelaskan bahwa jangkrik dan belalang itu dalam tahap migrasi saat musim dingin.

Warga dan jemaah umrah mengakui fenomena itu terjadi setiap tahunnya di Makkah. Namun, tahun ini jumlah serangganya terbilang cukup banyak.

"Saya pikir, ya, biasanya juga begitu kalau lagi musim dingin serangga pasti nongol dari saluran pembuangan air. Nanti juga habis," kata Saev Anwar yang rutin pergi ke Makkah itu.

"Biasanya sedikit. Ini mah banyak banget, mungkin lagi musimnya," kata dia lagi. ***

Reporter : Inara | Berbagai Sumber    Editor : KLIKGROUP



Comments

comments


Komentar: 0