25 Maret 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

20-an Pengendara Kena Tilang Gara-Gara Speed Gun


20-an Pengendara Kena Tilang Gara-Gara Speed Gun
Petugas dari Polantas Bontang menilang pengemudi yang melaju di atas batas kecepatan di Jalan Cipto Mangunkusumo, Kecamatan Bontang Utara. (POLRES BONTANG)

KLIKBONTANG.com -- Polres Bontang sedang menerapkan uji coba tilang memaki alat speed gun. Hasilnya sudah ada 20-an pengendara terkena tilang karena melaju melewati batas kecepatan ditentukan.

Teknologi pembaca kecepatan pengendara ini sudah dilakukan di sejumlah titik jalan protokol Kota Bontang, Kalimantan Timur. Antara lain; Jalan Cipto Mangunkusumo (eks Jalan Pupuk Raya) dan jalan Bhayangkara.

Penggunaaan alat berbentuk pistol ini cukup sederhana. Petugas hanya mengarahkan pistol kepada kendaraan yang dituju. Speed gun mampu membaca kecepatan kendaraan dari 10 sampai 200 kilometer per jam. Laju kendaraan yang telah dibidik langsung tercantum di layar.

"Iya sudah kami uji coba. Ada 20-an pengendara kami tilang karena ngebut," ujar Kasat Lantas Polres Bontang, AKP Irawan Setyono kepada wartawan saat ditemui di ruangan kerjanya, Kamis (10/1/2019) lalu.

AKP Irawan mengatakan, penggunaan teknologi ini lantaran kasus kecelakaan lalu lintas terakhir ini meningkat akibat pelanggaran batas kecepatan di jalan raya.

Padahal, rambu-rambu lalu lintas yang terpasang mensyaratkan batas kecepatan 40 kilometer/jam - 60 Km/ jam. Sayangnya, aturan ini banyak pengendara tak mengindahkan rambu yang terpajang di seputaran jalanan.

“Kalau kita melihat tren kasus lakalantas memang mayoritas sekarang pelanggaran batas kecepatan,” ujar Kasat Lantas Irawan.

Lebih lanjut, dia mengatakan sesuai rambu lalin di jalan, ada dua titik batas kecepatan yang telah ditetapkan yakni 40 km/jam untuk ruas jalan kota meliputi (jalan S Parman, Bhayangkaran, MT Haryono, Ahmad Yani hingga di Sultan Hasanuddin).

Sementara batas kecepatan di bawah 60 km/jam yakni, jalan Cipto Mangunkusumo, jalan Moh Roem Bontang Lestari. “Tapi untuk sementara ini kita fokus di Kawasan Tertib Lalu Lintas (KTL) dulu, di Ahmad Yani dan Cipto Mangunkusumo,” kata dia.

Bagi pelanggar yang didapati petugas bakal ditilang atau jalani hukuman penjara selama 2 bulan. Sesuai UU Nomor 22/2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya disebutkan pelanggaran batas kecepatan diancam hukuman pidana kurungan dan denda maksimal Rp 500 ribu. ***

Reporter : Said NR    Editor : KLIKGROUP



Comments

comments


Komentar: 0