25 Maret 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Tanjung Limau Krisis Air Bersih, Ini Kata Direktur PDAM


Tanjung Limau Krisis Air Bersih, Ini Kata Direktur PDAM
Ulis Fatmawati warga RT 24 Bontang Baru, saat menunjukkan drum penampungan air bersih PDAM di rumahnya, Jumat (11/01/2019). (KLIKBONTANG/ARSYAD)

KLIKBONTANG.com -- Sejumlah warga Tanjung Limau, Kelurahan Bontang Baru, mengeluhkan pelayanan air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Taman. Sebab, pelayanan dinilai tidak maksimal.

Ulis Fatmawati misalnya, warga RT 24 Bontang Baru itu mengaku kesulitan mendapatkan air bersih dari PDAM. Biasanya mengalir per 2 hari, kini dia mengaku harus menunggu 4 hari untuk mendapatkan air.

"Itu pun sebentar saja. Belum terisi 1 drum, sudah mati lagi. Sudah ada 1 bulan begini terus, Mas," katanya saat ditemui Klikbontang, Jumat (11/01/2019).

Dia mengaku harus merogok kocek membeli air tangki swasta untuk mengatasi krisis air di rumahnya. Dia membeli tiap dua hari. Jika tidak, kebutuhan untuk memasak dan mencuci pakaian tidak terpenuhi.

"Saya sering beli air tengki. Kalau tidak beli, tidak ada buat cuci pakaian. Tapi biasa juga nyuci di laundry kalau tidak beli air," sebut ibu berhijab itu.

Senada, Risma warga lainnya yang tinggal di RT 23 juga senasib. Dia menyampaikan, untuk memperoleh air bersih begitu sulit. Karena aliran air sangat kecil.

"Sudah lama mati, ditambah lagi kalau nyala tapi kecil airnya. Mau tidak mau nyedot pakai alkon (mesin pompa). Nah, yang tidak punya alkon kasihan," ungkapnya.

Dikonfirmasi, Direktur PDAM Tirta Taman, Suramin saat dikonfirmasi media ini mengatakan, kurangnya pelayanan yang dirasakan warga di Tanjung Limau, itu disebabkan terjadinya kerusakan di beberapa sumur PDAM.

“Rusaknya empat sumur PDAM tahun 2018 lalu berimbas pada menurunnya kapasitas produksi hingga 120 liter per detik, khususnya untuk sumber air baku," katanya.

Menurut Suramin, berkat dukungan semua pihak, khususnya Pemerintah dan DPRD Bontang, pihaknya mampu merealisasikan pembangunan satu sumur tambahan DW 2 Kanaan, melalui APBD Perubahan tahun 2018.

"Saat ini proses pembangunan memasuki pumping test dan commissioning," tukasnya. ***

Reporter : Arsyad Mustar    Editor : KLIKGROUP



Comments

comments


Komentar: 0