16 September 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

60 Persen Pekerja Proyek Pasar Rawa Indah dari Luar Bontang


60 Persen Pekerja Proyek Pasar Rawa Indah dari Luar Bontang
Rombongan Komisi III DPRD Bontang sidak proyek Pasar Rawa Indah Jalan KS Tubun, Kecamatan Bontang Selatan, Senin (7/1/2019). (KLIKBONTANG/FANNY)

KLIKBONTANG.com -- Pekerja asal luar Kota Bontang ditemukan di proyek pembangunan Pasar Rawa Indah, Jalan KS Tubun, Kecamatan Bontang Selatan, Senin (7/1/2019). Hal ini terungkap saat Komisi III DPRD Bontang inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi tersebut.

Site Manager PT Sasmito, Salem mengakui kebutuhan kerja untuk proyek ini sekira 200 orang. Komposisi tenaga kerja bakal didominasi pekerja asal Jawa dengan komposisi 60 persen dari luar sedangkan 40 persen asal Bontang.

Salem berkilah pihaknya tidak memakai pekerja lokal karena pekerjaan teknis membutuhkan tenaga kerja ahli. "Kami sempat mempekerjakan tenaga kerja lokal untuk pekerjaan pancang, tapi mereka tidak bisa akibatnya proyek sempat tertunda. Sekarang kami ganti dengan pekerja dari Jawa,” jelas Site Manager Salim di hadapan rombongan Komisi III DPRD.

Menyikapi hal itu, Ketua Komisi III DPRD Bontang, Rustama HS menyesalkan tindakan PT Sasmito. Sebab, dia menganggap sudah melanggar Perda Kota Bontang tentang perubahan atas peraturan daerah Nomor 1 tahun 2009 tentang Rekrutmen dan Penempatan Tenaga Kerja.

Di payung hukum itu disebutkan perusahaan penerima pekerjaan di Bontang wajib mempekerjakan tenaga kerja lokal paling sedikit 75 persen dari total jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan.

“Kalau masih bandel, kami bisa menyetop aktivitas pekerja. Peraturan harus ditegakan, apalagi ini Perda baru saja disahkan," tegas politisi Golkar ini.

Terpisah, Ketua Komisi I DPRD, Agus Haris mengatakan melalui Perda ini diharapkan perusahaan atau pemberi kerja bisa memprioritaskan tenaga lokal selama beraktivitas di Bontang.

“Banyak praktik pemberi kerja yang mendatangkan tenaga kerja dari luar daerah, padahal stok tenaga kerja kita melimpah,” kata inisiator Perda ini kepada wartawan.

Dijelaskan, terdapat sejumlah perubahan di dalam Perda sebelumnya. Diantaranya, setiap pemberi kerja diharuskan melapor jumlah kebutuhan kerja mereka ke dinas terkait.

“Ada juga klausul yang mengatur sebelum pelaksanaan seleksi pemberi kerja harus memberikan pengayaan atau penjelasan tentang materi tes paling lambar 5 hari sebelum pelaksanaan seleksi,”katanya.

Di samping itu, prioritas bagi pekerja lokal juga berlaku disetiap perekrutan. Dalam tes seleksi peserta asal Bontang mendapat tambahan 5 poin.

Pun demikian, pemberi kerja tetap bisa membawa pekerja mereka. Asal dengan catatan khusus untuk jenis pekerjaan tertentu, seperti pemasangan mesin khusus atau peralatan khusus.

Pada poin terakhir, aturan ini juga mengatur terkait sanksi bagi pemberi kerja yang melanggar aturan ini, mulai dari sanksi tertulis hingga pencabutan izin operasi di Bontang. ***

Reporter : Fanny    Editor : KLIKGROUP



Comments

comments


Komentar: 0