19 Desember 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Progam Akselerasi Tahfidz di SMA DHBS, Mampu Hafal Alquran Kurang Tiga Bulan


Progam Akselerasi Tahfidz di SMA DHBS, Mampu Hafal Alquran Kurang Tiga Bulan
Direktur Yayasan Asy Syaamil, Isro Umarghani bersama pembina program akselerasi Tahfidz Alquran dan para siswa yang akan diwisuda sebagai Hafidz Alquran di Gedung SMA DHBS Jalan M Roem, Kelurahan Bontang Lestari.(KLIKBONTANG/DARWIN)

KLIKBONTANG.com -- SMA Islam Terpadu (IT) Daarul Hikmah Boarding School (DHBS) yang bernaung di bawah Yayasan Asy Sayaamil, bakal mewisuda sebanyak 21 siswa yang telah berhasil menjadi Hafidz Alquran, Ahad, 18 November 2018.

Program akselerasi Tahfidz Alquran yang dilakoni siswa rupanya berbuah manis. Hanya dengan waktu kurang dari tiga bulan, metode pembelajaran yang diberikan pembina di sekolah mampu memberi hasil memuasakan dengan menyelesaikan program sebelum target waktu yang direncanakan.

"Awalnya kami target akhir Desember wisudanya. Alhamdulillah ini sudah bisa di wisuda pas pertengahan berjalannya program," ujar Direktur Yayasan Asy Syaamil, Ustaz Isro Umarghani di sela-sela persiapan atau gladi bersih wisuda, Sabtu, 17 November 2018.

Dia menjelaskan wisuda program Akselerasi Tahfidz di SMA DHBS memang pertama kali di tahun ajaran 2018-2019.  Sebagai pilot project, sebelum masa rencana program berakhir sudah ada 21 siswa yang berhasil menyelesaikan program.

Isro menjelaskan manfaat yang akan diperoleh bagi siswa yang dekat dan cinta dengan Alquran diantaranya adalah dapat meningkatkan daya ingat, kecerdasan, serta mendekatkan kemampuan spiritual.

"Ketika seseorang bersusah payah menghafal Alquran yang merupakan pedoman hidup, maka akan dimudahkan cara terbaik mempelajarinya," tuturnya.

Rata-rata mereka yang sudah Hafidz ini, lanjut Isro, nilai akademinya bagus dan luar biasa meningkat. Segenap guru dan pembimbing pun tidak menduga, Allah akan berikan kemudahan. Hal ini menjadi bukti, keraguan saat tahun pertama berjalannya program, tetapi dengan tekad kuat didukung kesungguhan para siswa, hasilnya pun luar biasa berkembang.

Tak hanya fokus pada program Tahfidz Quran, kata Isro, SMA DHBS juga turut memperhatikan akademis siswa sekaligus membangun karakter mereka. Dengan ketiga hal tersebut, Isro sangat optimistis anak-anak mampu menghadapi tantangan kehidupan yang selaras dengan perkembangan zaman.

Yayasan Asy Syaamil mempunyai visi menjadi rujukan utama sekolah islam di Kalimantan Timur. Terbagi atas prestasi akademik, pembentukan karakter dan pembelajaran Alquran.

Untuk prestasi akademik, lulusan sekolah Asy Syaamil, salah satunya SMA DHBS, memiliki nilai yang tak kalah membanggakan. Hal itu terlihat dari hasil UAN siswa yang begitu cemerlang. Sistem full day diterapkan tingkat SD serta Boarding di tingkat SMP dan SMA alasannya untuk pembentukan karakter yang juga bekerja sama dengan orangtua murid.

"Tanggung jawab pendidikan adalah tanggung jawab orang tua. SMA DHBS membantu dalam rangka mendidik anak di sekolah khususnya pendidikan agama," tuturnya.

Dikarenakan, dalam agama Islam sudah jelas bahwa orangtua lah yang akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat kelak terhadap pendidikan anaknya.

Oleh sebab itu, pendidikan karakter atau akhlak harus berpedoman pada tiga hal yakni ahlak kepada Allah, kepada orang tua atau sesama manusia, serta ahlak terhadap lingkungannya.

Sudah diketahui bersama bahwa Alquran merupakan pedoman hidup bagi umat muslim. Yayasan Asy Syaamil sebagai induk lembaga SMA DHBS juga menerapkan ke jenjang pendidikan lainnya yang dimulai dari TK, SD, dan SMP. Sekolah ini mempunyai keunggulan istimewa bidang tersebut.

"Seperti yang tuntunan Rasulullah, menjadi keharusan untuk mendidik anak kita tentang Alquran. Tidak hanya membaca, tapi bagaimana membaca dengan baik, menghafalkan, memahami, hingga melaksanakannya," paparnya.

Dijelaskan Isro, Yayasan Asyamil menerapkan jam belajar khusus untuk Alquran minimal 10 jam dalam satu pekan. Sedangkan SMP dan SMA DHBS, memiliki program istimewa yaitu akselerasi Tahfidz.

"Kalau SD normal saja, target sekolah bagi siswa adalah menghafal minimal 2,5 juz Alquran. Jika mengikuti program khusus, bisa mencapai 5 juz Alquran," tambahnya.

Sementara itu, salah satu pembina program akselerasi Tahfidz Alquran SMA DHBS, Ustaz Lutfi Ahmadi Al-Hafidz menegaskan Allah SWT sudah menjanjikan bahwa akan memudahkan seseorang bagi yang mau belajar Alquran. 

Ia berkisah mulanya program akselerasi yang direncanakan satu tahun, meringkas menjadi enam bulan. Lebih istimewa lagi, enam bulan tersebut ternyata dapat diselesaikan siswa pada kurun waktu rata-rata 2,5 sampai 3 bulan.

"Pada waktu itu jujur didalam diri belum ada keyakinan. Ketika ditanya Ustaz Isro, apakah enam bulan bisa, saya jawab bisa. Karena kita harus mengembalikan apa yang dijanjikan Allah dalam Alquran itu benar semuanya," ungkapnya.

Kembali diceritakannya, melihat proses berlangsungnya program pada awal oktober lalu diperkirakan hanya 7 siswa yang dapat lulus. Tetapi, setelah diberikan motivasi  setiap hari, hasilnya pun membanggakan. Secara drastis, akhir Oktober sudah ada belasan siswa yang berhasil menyelesaikan program. 

Puncaknya awal November, lanjut Ustaz Lutfi, para siswa sudah membawa hafalan sebanyak 3 Juz mulai Juz 28, 29 dan 30. Adapun yang mampu untuk 10-15 juz hanya berkisar 3 orang saja. 

Lebih lanjut dijelaskan, ada juga siswa yang memulai dari nol hafalannya. Anak-anak yang awalnya membaca Alquran kurang begitu lancar, setelah setiap hari berinteraksi dengan Alquran dapat memahami standar ilmu mahroz dan tajwid.

Para guru atau pembina hanya memberi kesempatan karena bukan sebagai penentu kesuksesan tetapi bagaimana usaha siswa kepada Allah yang akan memberikan kemudahannya.

"Rata-rata mereka menghafal 2,5 bulan sampai 3 bulan itu sudah selesai," jelasnya.

Berbicara metode, Ustaz Lutfi menerangkan menggunakan cara yang secara umum. Yang membedakan hanya praktek atau proses pembelajarannya. Setiap guru punya cara tersendiri menjadikan anak mencintai Alquran dan membiasakan diri terhadap pedoman hidup umat muslim ini.

Hanya dua metode yang pastinya yakni anak itu mau dan bersungguh-sungguh. Selebihnya, Lutfi bersama para guru atau pembina mengembalikan sepenuhnya kepada Allah sembari memberi motivasi dan mendoakan mereka.

"Asal kata Hafidz adalah menjaga, yaitu bagaimana menjaga Alquran. Allah mengutus hambanya karena tidak semua orang diberi kesempatan menjadi Hafidz," tutupnya. (INFORIAL)

Reporter : Darwin Tri    Editor : Qadlie Fachruddin



Comments

comments


Komentar: 0