16 September 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Gelar Rakor BUMN, Pupuk Indonesia Beber Rencana dan Pencapaian Perusahaan


Gelar Rakor BUMN, Pupuk Indonesia Beber Rencana dan Pencapaian Perusahaan
Momen kekompakan yang diperlihatkan Jajaran Direksi PT Pupuk Indonesia (Persero) yakni Aas Asikin Idat, Achmad Tossin Sutawikara, dan Winardi Sunoto bersama Direktur Utama Pupuk Kaltim Bakir Pasaman. (Dok Humas Pupuk Kaltim/Fauzie)

KLIKBONTANG.COM - PT Pupuk Kalimantan Timur menyambut Direksi dan jajaran manajemen PT Pupuk Indonesia (Persero) pada agenda Rapat Kordinasi BUMN tahun 2018 di Grand Hotel Equator, 27-30 Oktober 2018.  Disela-sela kegiatan, rombongan yang dipimpin oleh Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Persero, Aas Asikin Idat itu berkesempatan menggelar Press Conference bersama insan media. Dalam pidatonya, Ia membahas berbagai hal seperti rencana, progres, dan pencapaian yang berhasil diraih oleh perusahaan. 

Pencapaian kinerja positif pada triwulan ke III (tiga) tahun 2018 menjadi kebanggaan bagi Pupuk Indonesia. Hingga September lalu, penjualan pupuk telah mencapai 8,965 Juta ton atau meningkat sekitar 7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.  "Pupuk Kaltim adalah salah satu anak perusahaan Pupuk Indonesia dari 10 anak perusahaan PT Pupuk Indonesia Persero yang memiliki kapasitas terbesar baik dari segi produksi dan penjualannya," ucap Aas Asikin Idat saat sesi Pers Conference berlangsung di Grand Equator Hotel, Sabtu 27 Oktober 2018. 

Ia melanjutkan, kapasitas kekuatan itu berkat dukungan sebanyak 5 pabrik Urea, NPK, Amoniak dan beberapa anak perusahaan lain hasil pengembangannya.   Berbicara performance di tahun 2018 ini, lanjut Aas, penjualan dan produksi lingkup Pupuk Indonesia Grup relatif jauh lebih besar dari yang direncanakan. Bahkan lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya.  Ia pun bersyukur di tahun 2018, dalam hal pemenuhan kebutuhan PSO. Yang perlu dicatat, keberadaan Perusahaan Pupuk di Indonesia adalah untuk mendukung ketahanan pangan. Apapun yang dilakukan oleh PT Pupuk Indonesia (Persero) harus mengutamakan ketahanan pangan nasional. 

"Jadi, hasil produksinya itu boleh dijual ke luar atau ekspor kalau kebutuhan di dalam negeri sudah terpenuhi. Berbeda dengan perusahaan lainnya yang tidak akan melewatkan peluang pasar ekspor yang terbuka," ujarnya. 

Di tahun 2018, kebutuhan pupuk subsidi juga telah dipenuhi oleh Pupuk Indonesia Grup. Hingga saat ini mencapai 6,6 juta ton yang telah terdistribusi kepada pada para petani, meningkat sekitar 300 Ribu ton dibandingkan tahun sebelumnya.  Dikarenakan kebutuhan dalam negeri yang sudah terpenuhi, Aas juga menyebut bahwa Pupuk Indonesia Grup juga telah melakukan ekspor di tahun 2018 ini. Hingga September lalu, tercatat penjualan ekspor Pupuk mencapai 770 Ribu ton, Ammoniak 439rb ton dengan nilai sebesar 332 Juta atau meningkat sekitar 60 persen dari tahun lalu. 

“Ke depan, kami akan lebih memprioritaskan pengembangan produk selain urea. Kita akan membangun Pabrik Phonska 5 di Petrokimia Gresik dengan kapasitas 500 ribu ton per tahun” katanya.

Pupuk Indonesia optimis dapat menguasai pasar NPK dalam negeri, khususnya untuk sektor perkebunan. Disamping itu, semakin memantapkan pemenuhan kebutuhan pupuk dalam rangka ketahanan pangan nasional.  Salah satu faktor kunci keberlangsungan industri pupuk ke depan adalah dengan meningkatkan daya saing dengan menekan biaya produksi. Salah satu cara adalah meningkatkan efisiensi pabrik.   

"Kami sudah melakukan revitalisasi dengan mengganti pabrik-pabrik yang sudah tua dengan pabrik baru yang lebih canggih dan hemat energi,” jelas Aas.   

Sementara itu, Direktur Utama Pupuk Kaltim, Bakir Pasaman mengatakan sesuai arahan dari PT Pupuk Indonesia (Persero), Pupuk Kaltim telah ditugaskan membangun pabrik Amonium Nitrate.  "Kebetulan kita sudah punya anak perusahaan yang membidanginya yaitu Kaltim Amonium Nitrate. Proyek tersebut sudah masuk masa tander serta ada pemenangnya. Nilai proyek ditaksir sebesar Rp 958 Miliar," ungkapnya. 

Perencanaan pembangunan pabrik tersebut ditaksir memakan waktu selama 3 tahun harus dapat beroperasi. Bakir menerangkan kendati sudah ada pemenangnya, hingga saat ini Pupuk Kaltim belum melakukan tanda tangan kontrak pekerjaan karena masih dalam tahap negoisasi dengan dua perusahaan terpilih.  "InsyaAllah sekitar bulan depan sudah bisa di tanda tangani kontrak pelaksanaan pembangunannya," ucap Bakir. 

Sedangkan untuk pembangunan pabrik Methanol, Pupuk Indonesia juga telah menugaskan ke beberapa anak perusahaan lainnya. Dikarenakan Pupuk Indonesia meminta dengan jadwal pelaksanaan yang begitu cepat, akhirnya Pupuk Kaltim juga diminta turut mengembangkannya karena ketersediaan infrastruktur yang memadai.   Bakir menyebut alokasi gas sudah ada, hanya tinggal dilakukan negoisasi. Jika negoisasi berhasi, proyek tersebut dapat langsung berjalan. Ia pun berharap agar proses negoisasi gas dalam kurun tiga bulan kedepan sudah ada kepastian.(Inforial)

Reporter : Darwin Tri    Editor : M Andrian



Comments

comments


Komentar: 0