19 Desember 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Pertama di Kaltim, PKB jadi Bekal Guru TK Hadapi Post Test


Pertama di Kaltim, PKB jadi Bekal Guru TK Hadapi Post Test
Kepala Bidang PDK Disdik Bontang, Yuti Nurhayati ditemui usai penutupan diklat Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) di Universitas Truna Jaya, Rabu, 10 Oktober 2018. Foto: KLIKBONTANG/Fanny

KLIKBONTANG.COM - Tuntutan peningkatan kualitas guru menjadi aspek yang perlu diperhatikan semua guru di Indonesia, termasuk Kota Bontang, Kalimantan Timur. Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) atau Continuing Professional Development (CPD) sebagai program untuk menjawab tuntutan peningkatan kualitas tersebut.

Hal ini disebabkan karena guru setelah mendapatkan sertifikat pendidik mempunyai kewajiban untuk meningkatkan kualitas profesionalnya dengan melaksanakan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan.

Kepala bidang PAUD, Dikmas dan Kebudayaan (PDK) Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bontang, Yuti Nurhayati mengimbau kepada para tenaga pengajar yang telah mengikuti program diklat PKB terus bersiap untuk menghadapi post test.

"Usai diklat, post test telah menanti para peserta. Untuk mengukur berapa besar serapan guru-guru selama diklat berlangsung," ucapnya ditemui Klikbontang usai menutup PKB di Universitas Truna Jaya, Rabu, 10 Oktober 2018.

Ia mengimbau kepada ratusan peserta PKB senantiasa mempersiapkan diri, serta mempelajari dan menerapkan modul-modul yang telah diberikan. Jika tidak ada halangan, post test akan berlangsung pada akhir November yang bertempat di SMP 3 Bontang.

Diklat tersebut, kata Yuti, bertujuan meningkatkan kompetensi para tenaga pendidik. Berbagai materi yang diberikan misalnya berisi tentang cara berkomunikasi dengan anak, kurikulum, pengembangan pembelajaran, etika dan berbagai hal yang masuk kedalam sepuluh modul yang dibagikan (modul A sampai dengan J, Red).

Yuti berujar, untuk menjadi seorang tenaga pengajar yang profesional, mereka harus terus meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi pendidikan serta kompetensi. Disdik Bontang terus berupaya melalui berbagai program meningkatkan kualitas pendidikan di Bontang.

Misalnya untuk tenaga pengajar bagi anak-anak usia dini, mereka diharuskan sebagai seorang lulusan Strata-1 PAUD. Alasannya, ilmu yang digunakan untuk mengajar PAUD dan yang bukan PAUD sangat berbeda. Para guru harus mengerti bagaimana pendekatan terbaik yang dilakukan terhadap anak-anak termasuk psikologi mereka. Jika tidak memiliki basic tersebut, dikawatirkan pelaksanaan profesi tersebut tidak sesuai standar yang berlaku.

"Untuk meningkatkan kompetensi tersebut, salah satu upaya ialah melalui PKB. Filosofinya itu guru mulia karena karya, bisa berkarya karena belajar," ucapnya.

Yuti menyampaikan bahwa seorang guru harus terus belajar mengikuti perkembangan zaman dan mengasah berbagai pengetahuan seperti teknologi dan seni. Seorang guru harus adaktif dengan lingkungan yang ada.

Melalui diklat, mereka akan terpacu menanamkan kebersamaan dan kekompakan. Berbeda dengan diklat masing-masing yang semisal dikirim ke suatu tempat untuk mengikuti pelatihan.

Pelatihan Keprofesian Berkelanjutan menyeragamkan berbagai tenaga pengajar yang berbeda-beda usianya. Kendati variasi usia tersebut menjadi kendala tersendiri, Yuti mengaku dengan seperti inilah justru dapat saling membangun semangat. Disdik Bontang memiliki andil turut serta membuat kisi-kisi pembelajaran yang terbaik bagi para guru misalnya melalui PKB.

"Di Kaltim, sepertinya PKB ini baru pertama kali di Bontang, daerah lain belum. Biasanya nanti beberapa waktu kedepan menyusul di daerah lain. Saya mendapat info dari temen-temen, belum ada yang menggelar," ucapnya.

Yuti menuturkan bahwa inilah komitmen dari Dinas Pendidikan, Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) dan para guru membangun sistem peningkatan kualitas pendidikan yang saling bekerjasama. (INFORIAL)

Reporter : Darwin Tri    Editor : Suriadi Said



Comments

comments


Komentar: 0