17 Oktober 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Arif Tantang Direktur BME Cari Penyewa Mesin Listrik Nganggur


Arif Tantang Direktur BME Cari Penyewa Mesin Listrik Nganggur
Arif, Wakil Ketua Komisi II DPRD Bontang. (Dok)

KLIKBONTANG.COM  - Kemampuan Direktur Bontang Migas dan Energi sedang diuji. Wakil Ketua Komisi II DPRD Bontang, Arif menantang direktur perusahaan plat merah ini mampu mencari penyewa mesin listrik kapasitas 2 Megawatt milik BME yang menganggur. 

Ketua Fraksi Hanura - Perjuangan ini menilai potensi pendapatan perusahaan harus terus digenjot. Agar kerugian yang dialami terus BME bisa diatasi.

“Ini tantanggan untuk Direktur BME supaya bisa mencari penyewa mesin yang nganggur itu," kata Arif kepada Klikbontang saat ditemui di Kantor DPRD, awal pekan kemarin. 

Dijelaskan, mesin pembangkit berkapasitas 2 Megawatt (Mw) milik PT Bontang Migas dan Energi (BME) Kota Bontang kini mengganggur. Kondisi ini membuat potensi pendapatan sekira Rp 60-70 juta per bulannya raib. 

Mesin 2 Mw ini dulu, disewakan kepada PLTMG Bontang untuk membantuk elektifikasi di Bontang yang kerap pemadaman karena kapasitas produksi minus. Namun,sejak Desember 2017 kemarin kontrak kerja diputus. Pihak PLN menolak memperpanjang karena alasan harga penawaran BME terlalu tinggi. 

"Itu keputusannya kemarin PLN Wilayah (Induk di Kaltim) pak. Kita sekarang sudah suprlus, kapasitas eksisting sudah 45 Mw sedangkan beban puncak hanya 27 Mw," ujar Manager Rayon Kota Bontang, Poniman kepada Klikbontang saat dikonfirmasi melalui sambungan selulernya, Kamis (11/10/2018) petang. 

Media ini mencoba menghubungi Direktur BME, Kasmiran Rais. Namun beberapa kali dikontak tidak menjawab. Catatan Klikbontang, kontrak kerja sewa mesin PT BME dengan PLN untuk tiap Kilowatt hour (kwh) dihargai Rp 300 rupiah. Artinya dalam satu jam PLN harus membayar Rp 600 ribu.

Apabila dalam 24 jam non-stop BME mampu menyuplai energi ke PLN. Maka, sehari pendapatan diterima BME sekitar Rp 14 juta.   hasil wawancara Klikbontang dengan Kasmiran akhir bulan lalu, dia menyebut keuntungan yang diterima perusahaannya dari penyewaan mesin ke PLN setiap bulannya berkisar Rp 60- 70 juta. Dengan pendapatan tersebut, artinya dalam sehari energi listrik yang digunakan PLN dari mesin itu hanya 3 jam/hari. (adv)

Reporter : Ichwal Setiawan    Editor : M Andrian



Comments

comments


Komentar: 0