17 Oktober 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Sampah jadi Duit, Rahmawati Ajak Emak-Emak di Guntung Produktif


Sampah jadi Duit, Rahmawati Ajak Emak-Emak di Guntung Produktif
Anggota Kube Mekarsari aktif bekerja sama dan bahu-membahu mengemas pupuk kompos kering atau padat hasil olahan mereka.(Ist)

KLIKBONTANG.COM - Keberhasilan Kelompok Usaha Bersama (Kube) Mekarsari membuat sampah organik dari sisa makanan dan dedaunan kering menjadi produk bernilai jual adalah kebanggan masyarakat di Jalan Tari Gantar, RT 07 Kelurahan Guntung, Kota Bontang, Kalimantan Timur.

Wilayah yang sempat mendapatkan predikat hitam (black award) atau lingkungan kotor dari Pemerintah Kota Bontang manjadi dasar gagasan mengolah sampah menjadi produk yang bernilai ekonomis. Sebagai aksi menepis anggapan miring tersebut.

Usaha yang dirintis Rahmawati, Ketua Kube Mekarsari bersama 20 orang Ibu Rumah Tangga (IRT) alias 'Emak-Emak' ini menghasilkan dua produk unggulan yaitu Kompos Cair dan Kompos Padat. Kompos tersebut dibuat dari sampah organik. Bahan sisa makanan di rumah yang dikumpulkan kemudian diolah menjadi kompos cair.

"Warga di sekitar sudah terbiasa bawa sampah makanan ke sini Mas. Langsung mereka masukan ke wadah penampungan pembuatan kompos cair yang tersedia di sini. Sebelumnya juga sudah mereka pilah sebelum dibawa," ujar Rahmawati saat ditemui Klikbontang di ruang produksi Kube Mekarsari, Kamis, 20 September 2018.

Ia menjelaskan, kebiasaan warga membawa sampah organik ke lini bisnis Mekarsari membutuhkan perjuangan. Masyarakat terus dipahamkan melalui penyuluhan, sosialisasi, dan ajakan yang gencar dilakukan ke warga khususnya di wilayah RT 07, Kelurahan Guntung, Kota Bontang.

Sementara dedaunan kering yang berserakan, diolah menjadi pupuk kompos kering berbentuk padat. Berbagai rangkaian proses produksi dilakukan bersama anggota kelompok. Semua anggota punya andil dengan satu tujuan yang sama, menjadikan lingkungan bersih dan sehat sembari menghasilkan produk bernilai ekonomis.

Meski sudah berhasil membuat produk berkualitas, pemasaran kompos diakui Rahmawati belum mampu merambah ke daerah di luar Kota Bontang. Terutama untuk kompos padat. Kube Mekarsari hanya mengandalkan pasar lokal karena sebagian besar permintaan produk hanya berasal dari masyarakat Kota Taman--julukan Bontang.

"Untuk ke luar daerah, produk pernah dikirim ke Samarinda dan Kutai Timur. Ada juga sempat dibawa waktu ikut pameran di luar daerah" ucap peraih predikat terbaik 2 kategori perorangan ISDA 2018 itu.

Baginya, pelayanan kepada konsumen menjadi poin penting menciptakan kepercayaan bisnis. Kepercayaan tersebut menjadi modal tumbuh kembangnya membesarkan usaha kompos bersama anggotanya.

"Saya sempat khawatir kalo untuk kirim-kirim barang. Banyak lah pertimbangannya. Makanya kita pilih layanan jasa pengiriman yang punya kualitas. Jadi enggak sembarangan. Beberapa kali sih pakai JNE, Alhamdulillah bagus-bagus aja," ungkapnya saat ditanya tentang penyedia jasa pengiriman apa yang sering digunakannya.

Di tempat sama, Pendamping Kelompok Mekarsari yang berasal dari Bina Kelola Lingkungan Hidup (Bikal), Hamzah menilai peran Rahmawati sebagai ketua kelompok sangat besar dalam mengayomi anggotanya.

Rahmawati dianggap selalu bersemangat berbagi pengetahuan dengan anggota kelompoknya. Keterbukaan dan transparan dalam pengelolaan hasil usaha oleh pengurus kelompok, terus disampaikan secara gamblang.

Dia menjelaskan, hampir seluruh rangkaian proses produksi mampu menyerap banyak tenaga kerja. Semua anggota kelompok aktif terlibat untuk mengumpulkan bahan kompos, memilah, menggiling atau menghaluskan ukuran daun kering sebagai bahan kompos padat sampai pada pengemasan dan pemasarannya.

"Kerja sama tim yang solid ini semoga dapat terus terjaga supaya bisa terus berkembang," ujar utusan Non Governmnet Organization (NGO) yang bergerak bidang lingkungan dan pemberdayaan bagi masyarakat di Bontang dan Kutim itu bersamaan dengan kedatangan Klikbontang di rumah produksi Kube Mekarsari, Kamis, 20 September 2018.

Keunggulan kompos cair produksi Kube Mekarsari dari produk lainnya adalah memiliki kandungan tiga mikroorganisme yang berperan penting menghangatkan media tanam hingga mencegah pertumbuhan jamur pada tanaman.

"Perkembangan Kube Mekarsari sangat bagus. Terus meningkat tiap tahunnya. Jumlah produksinya, aktifitas produksi dan anggota yang solid menjadi poin penting dalam kelompok agar kerja sama antara anggota dapat terjalin," tuturnya.

Bahkan, Hamzah selalu dibuat bangga karena sesama anggota kelompok dapat terus saling percaya, solid, selalu bekerjasama dan menjaga silaturahmi dengan baik disamping berorientasi pada profit.

"Jangkauan pasar produk Mekarsari ini memang belum mampu menjangkau pasar luar daerah. Harga jual yang relatif murah, tidak sebanding dengan biaya pengiriman. Belum lagi banyaknya pesaing yang juga produsen produk serupa dari daerah lainnya. Karena memang bukan tergolong sebagai produk berkarakter khusus," kata Hamzah.

Padahal, dibandingkan kompos lainnya, produk Mekarsari mempunyai keunggulan adanya bahan tambahan yang mengandung beberapa mikroba terbaik bagi media tanam. Tiga bakteri seperti Trichiderma spp, Beuvaria sp, dan Metharizium sp terkandung dalam produk kompos Mekarsari.

Kompos Cair produksi Kube Mekarsari dijual dengan harga Rp 25 Ribu per liter. Sedangkan pupuk kompos kering atau padat seharga Rp 5 Ribu per 3 kilogram.(*)

Reporter : Darwin Tri    Editor : Dasrun Darwis



Comments

comments


Komentar: 0