23 September 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Ambruk Bersujud, Imam Masjid di Kalteng Wafat saat Pimpin Salat Jumat


Ambruk Bersujud, Imam Masjid di Kalteng Wafat saat Pimpin Salat Jumat
Sejumlah warga mengikuti proses pemakaman almarhum imam Masjid Jami Sampit, HM Sadri Arsyad, Jumat (14/9) usai Salat Asar. FOTO: BORNEONEWS

KLIKBONTANG.COM - Salah satu imam Masjid Jami Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah, H Muhammad Sadri Arsyad wafat setelah ambruk saat memimpin Salat Jumat. Ia jatuh usai membaca surah Al-Fatihah.

"Setelah membaca surah Al-Fatihah pada rakaat kedua, suara beliau tidak terdengar lagi. Ternyata saat itu beliau ambruk dengan posisi sujud," kata Dedy, salah satu jemaah di Sampit, Jumat (14/9).

Saat kejadian, suara almarhum tiba-tiba tidak terdengar dan ternyata pria 67 tahun itu ambruk. Namun salat tetap dilanjutkan dengan digantikan Ustaz Khalik yang maju sebagai imam pengganti.

Ustaz Khalik yang sebelumnya menjadi khatib Salat Jumat tersebut, saat itu berada tepat di belakang imam. Setelah salat selesai, jemaah langsung bergegas memeriksa kondisi almarhum.

"Ada yang mengatakan langsung meninggal, tapi ada pula yang katanya sempat mendengar beliau mengucap Allah, kemudian meninggal di perjalanan ke Rumah Sakit Murjani," tambah Dedy.

Rian, salah satu cucu Muhammad Sadri Arsyad mengaku kaget mengetahui sang kakek meninggal dunia karena sebelumnya almarhum dalam kondisi sehat.

"Memang kakek sempat operasi hernia, tapi setelah itu kondisi beliau normal. Sehat seperti biasa. Masih mengajar (ceramah) seperti biasa," kata Rian.

Semasa hidupnya, Muhammad Sadri Arsyad selama ini aktif berceramah di sejumlah masjid di Sampit. Tidak heran jika ratusan jemaah berdatangan ketika mengetahui berita duka tersebut.

Almarhum juga dikenal sebagai salah satu qari terbaik pada masanya. Kemampuan itulah yang membuatnya dipercaya ikut dijadikan juri hampir di setiap Musabaqah Tilawatil Quran tingkat kabupaten maupun provinsi.

"Kakek selalu mengingatkan kami agar menjalankan perintah agama dan rajin membaca Alquran," kata Rian.

Rian mengaku mengetahui kakeknya meninggal saat mendampingi ayahnya yang sedang memeriksakan kesehatan di RSUD dr Murjani Sampit. Ayahnya, Zainal Hakim Arsyad, merupakan satu dari delapan anak almarhum Muhammad Sadri Arsyad. (*)

Reporter : Omar NR | Antara    Editor : Dasrun Darwis



Comments

comments


Komentar: 0